Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.388 views

Kok, Dianggap Enteng

Oleh: M Rizal Fadillah

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahaya proxy war yang dimainkan Cina. Menteri Pertahanan Keamanan Ryamizard Ryacudu menyatakan adanya fenomena kebangkitan PKI dan Komunisme.

Simbol Palu Arit menyebar di masyarakat, buku-buku PKI dan faham komunis dan marxis dijual bebas di toko toko buku, Pusdikkum TNI AD di Bandung membuat spanduk Waspada PKI Gaya Baru.

Sementara itu kader politik PDIP terang terangan membuat buku bangga menjadi anak PKI, menghadiri rapat kelompok 'alumni PKI', menantang "Jika PKI bangkit, apa salahnya" serta sang Ketum Partai minta Jokowi memecat anggota TNI atau Polri yang men"sweeping" atribut PKI yang marak.

Kritikus yang mengingatkan dan menyentil Presiden soal PKI seperti Alfian Tanjung, Tamim Pardede, Bambang Tri dipenjara hingga kini. Amien Rais mensinyalir suasana sekarang seperti menjelang G 30 S PKI. Mayjen Purn Kivlan Zein terus mengingatkan bahaya kebangkitan PKI meski tekanan pada dirinya juga dirasakan.

Partai Komunis Cina "silaturahmi" akrab di Istana Jokowi. Kader partai dikirim dan dibina ke dan oleh Partai Komunis Cina. Aparat penegak hukum konon juga "sekolah" di Beijing. Betapa eratnya hubungan Partai Komunis Cina (PKC) dengan petinggi negara kita.

Di tengah situasi seperti ini pimpinan negara, termasuk Presiden nampaknya masih menganggap enteng PKI dan komunisme. Kata Panglima tidak mungkin PKI hidup di negara Pancasila. Lupa dulu waktu PKI berontak juga dasar negara kita adalah Pancasila, bahkan buku Aidit berjudul "Membela Pantjasila".

Presiden Jokowi lebih menekankan bahaya radikalisme daripada Komunisme. Tanpa bisa mengangkat bukti apa, siapa, dan bagaimana Radikalisme yang dimaksud. Sementara Komunisme lebih mudah dilihat dan dibuktikan ancamannya.

Di medsos masih muncul tantangan pada pribadi Presiden untuk menujukkan silsilah keturunannya. Si penulis seolah meyakini nasab Jokowi berkaitan dengan pejuang PKI. Namun itu pun dianggap enteng saja, padahal menjadi isu sensitif yang dihubungkan dengan fenomena kebangkitan PKI dan pengembangan Komunisme selama ini. Bagusnya jawab dan klarifikasi. Bila tuduhan hoax, klarifikasi tersebut akan membangun simpati.

Sikap menganggap enteng kebangkitan PKI dan Komunisme ini dapat dianalisis dari tiga aspek, yaitu :

Pertama, memang petinggi negara itu tidak tahu bahwa PKI telah melakukan infiltrasi ke Pemerintahan. Pembisik "orang PKI" telah berhasil menina bobokan dan meyakinkan tidak adanya gerakan komunisme. Pembodohan tingkat tinggi telah terjadi. Dahulu pun sekelas Bung Karno saja masih bisa "dibodohi" dan dipengaruhi.

Kedua, memang figur figur inti negara ini adalah bagian dari jaringan kolaborasi dan konspirasi. Mencoba meredam publik seolah tak ada kebangkitan PKI. Hal ini agar reaksi dan kekhawatiran dapat diantisipasi dan ditutupi. Dengan menganggap enteng masalah PKI dan Komunisme, maka masyarakat diharapkan menanggapi isu yang berkembang itu sekedar isapan jempol. Komunis adalah gerakan bawah tanah. Operasi senyap.

Ketiga, ada semangat baru untuk mengkristalisasi tiga kekuatan aliran politik yaitu nasionalis, agama, dan komunis. Nasakom ingin dihidupkan kembali dan jika ada dari kalangan agama yang menentang agenda ini akan masuk dalam kategori Islam Sontoloyo.

Karenanya spirit bangkit PKI dan Komunisme memang sengaja dibiarkan, bahkan difasilitasi. Adanya hambatan perundang-undangan akan terus diperjuangkan agar dapat dihapuskan dengan alasan bertentangan dengan asas kebebasan berserikat dan berpendapat.

Sekali lagi waspadai kebangkitan PKI dan penyebaran faham Komunisme. Hentikan kepemimpinan yang memberi peluang. Jika berlanjut umat dan rakyat mesti bersiap membentuk front front perjuangan anti PKI dan Komunisme. Anak cucu kita semua yang tengah kita selamatkan dari bahaya dan kejahatan Komunisme.

Jangan takut, jangan lemah Allah bersama kita. Allahu Akbar. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
 Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Ahad, 12 Jul 2020 07:18

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Tes Swab Dikomersilkan, Jangan Taruhkan Nyawa Rakyat

Ahad, 12 Jul 2020 06:51

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

MUI: RUU HIP Berpotensi Berikan Jalan Bangkitnya PKI

Ahad, 12 Jul 2020 06:16

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Bangkit dan Bertahan di Tengah New Normal yang Tidak Normal

Ahad, 12 Jul 2020 05:56

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Sekum PP Muhammadiyah Ungkap Tiga Hikmah Idhul Adha Masa Pandemi

Ahad, 12 Jul 2020 05:35

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Anis Matta: Putin Berani Ubah Konstitusi Rusia untuk Atasi Krisis Global

Ahad, 12 Jul 2020 02:27

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

[VIDEO] KH Nonop Hanafi: Tolak RUU HIP, Tolak RUU PIP

Ahad, 12 Jul 2020 01:04

 Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Netty Aher: Gratiskan Rapid Test untuk Masyarakat Tidak Mampu

Sabtu, 11 Jul 2020 23:56

Mahasiswa Geruduk DPR,  Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Sabtu, 11 Jul 2020 22:50

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Kuwait Desak Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri Saat Ini Karena Pandemi Virus Corona

Sabtu, 11 Jul 2020 21:35

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

MUI Keluarkan Fatwa Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 21:28

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Laporan: Serangan Drone Misterius Tewaskan 2 Pemimpin Jihadis Senior Ansar Al-Tawhid di Idlib

Sabtu, 11 Jul 2020 21:05

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

RUU Denominasi Masuk Prolegnas, Anis Minta Pemerintah Dahulukan Program Prioritas Lain

Sabtu, 11 Jul 2020 20:46

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Jubir Presiden Turki Bantah Tuduhan Negaranya Mengukuti Kebijakan 'Ikhwan Atau Neo-Ottoman'

Sabtu, 11 Jul 2020 20:45

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Lebih 1.500 Rumah yang Hancur dalam Serangan Israel di Gaza 2014 Belum Dibangun Kembali Sejak Itu

Sabtu, 11 Jul 2020 20:20

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Perluas Gerakan Penolakan Aneksasi Tepi Barat, Adara Gandeng AIPI, ISOIC dan FISIP UMJ

Sabtu, 11 Jul 2020 20:18

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Ketuk langit Allah dengan 'JUMAT BERKAH EXPRESS BERBAGI'

Sabtu, 11 Jul 2020 09:20

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Jadi Remaja yang Smart di Tengah Pandemi

Sabtu, 11 Jul 2020 07:04

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

[VIDEO] Komunisme Berbahaya Bagi Kemanusiaan dan Keutuhan NKRI

Sabtu, 11 Jul 2020 06:37

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

[VIDEO] Ayo Sukseskan Dakwah Politik Islam

Sabtu, 11 Jul 2020 05:37


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Kamis, 09/07/2020 19:44

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu