Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.807 views

Membangun Militansi Indonesia

INDONESIA, sebuah negeri yang memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah, pun dengan sumber daya manusianya, memiliki kualitas yang tidak kalah dengan negeri lain. Saat ini berada dalam kondisi yang sangat terpuruk. Disinyalir akibat "salah urus" negeri dan penduduknya. Pembangunan fisik negeri yang dilakukan, tidak seiring dan sejalan  dengan pembangunan moral bangsa. Dekadensi moral terjadi di negeri mayoritas muslim ini. Masyarakat dibiarkan hidup dalam kubangan sekularisme kapitalisme yang sangat merusak moralitas bangsa.

Keberlimpahan sumber daya alam, tidak memberikan efek besar bagi kesejahteraan penduduk negeri. Kesenjangan sosial sangat tinggi. Yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya. Pelayanan publik sulit diakses bagi sebagian besar kalangan penduduk, umumnya penduduk miskin. Kebijakan yang telah ditetapkan  pemimpin negeri tidak mampu dilaksanakan dengan baik ditingkat realisasi publik. Ada saja keluhan yang didapatkan, dalam hal pelayanan kesehatan, pendidikan bahkan jaminan keamanan dan pemenuhan kenyamanan hidup penduduk negeri.

Belum lagi masalah sosial yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Tindak asusila banyak terekspos baik dimedia sosial, dunia maya maupun dunia nyata. Pergaulan bebas yang semakin hari semakin mengancam keunggulan generasi penerus bangsa dan berpotensi menghancurkan moralitas bangsa.

Kesalahan dalam pengurusan masalah publik ini sungguh sudah seharusnya diakhiri. Tersebab jika Indonesia tetap dalam kondisi "salah urus", maka tunggulah kehancurannya. Kehancuran moral dan etika, kehancuran kebudayaan dan peradaban hingga kehancurkan generasi unggul yang diharapkan sebagai penerus bangsa.

Maka persoalannya menjadi jelas, jika kondisi "salah urus" negeri ini akibat salahnya dalam memahami dan menerapkan konsep hidup, yaitu akibat penerapan sistem sekuler kapitalisme. Maka konsep hidup itu haruslah diperbaiki atau diganti dengan konsep hidup yang benar, yaitu syariat Islam kaffah.  Sehingga kondisi "salah urus" dapat diperbaiki, yang diharapkan akan dapat mengubah kondisi negeri, dari sebelumnya  menjadi negeri pengekor yang berada dalam kondisi dikte dan tekanan negara asing dan aseng, menjadi negeri merdeka, mandiri dan tidak tergantung pada dikte negara asing dan aseng.

Karenanya jika memilih untuk menjadi negeri merdeka, mandiri, dan tidak tergantung pada dikte negara asing dan aseng, Indonesia harus membangun militansi dirinya.

Militansi diri itu akan hadir jika Indonesia mengenal dirinya  sendiri, dengan berbagai potensi yang dimilikinya.

Adapun potensi yang dimiliki Indonesia antara lain memiliki mayoritas penduduk beragama Islam yang sangat toleran. Maka menjadi sebuah keharusan jika pada akhirnya aturan yang dibuat adalah aturan yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat. Juga sebuah aturan yang dapat memenuhi berbagai rasa yang diinginkan oleh seluruh umat manusia, baik yang mayoritas, maupun yang minoritas. Karena  pada dasarnya manusia adalah sama, memiliki akal, naluri dan kebutuhan hidup yang bersifat fisik yang harus dipenuhi semacam rasa haus dan lapar.

Maka yang dapat menjawab seluruh kebutuhan umat manusia baik mayoritas maupun minoritas adalah aturan syariat Islam kaffah tersebab penerapan syariat Islam kaffah ini telah terbukti kebaikannya bagi kehidupan umat manusia. Salah satu buktinya adalah saat diterapkan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra dalam mengatur seluruh urusan masyarakatnya. Kesejahteraan umat manusia berada dalam puncak kegemilangannya. Sedangkan saat itu wilayah kekuasaan Khalifah Umar bin Abdul aziz ra sangat luas dan besar dengan ragam penduduk yang sangat tinggi. Berbagai ras manusia dan berbagai agama bahkan ada dalam kekuasaannya. Semua hidup damai tentram dan sejahtera dibawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul aziz ra.

Berbeda dengan hari ini, saat Indonesia mengadopsi sistem hidup sekuler kapitalisme. Kekacauanlah yang terjadi di masyarakat, akibat "salah urus" negeri, tersebab penerapan sistem hidup sekuler kapitalis yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga wajarlah jika  Indonesia hari ini, penduduk negeri dan kekayaan alamnya hanyalah menjadi sapi perahan bagi negara asing dan aseng.  Seluruh rakyat Indonesia menjadi korban kerakusan para penjajah negeri, Indonesia terlihat kemiskinan dan utang luar negeri.

Maka, agar Indonesia bisa bangkit dari segala macam keterpurukannya, wajiblah untuk membangkitkan militansi dirinya.

Dan militansi diri ini hanya bisa diraih dengan kembali pada identitas diri sebagai negeri Muslim. Tersebab, sebelum asing dan aseng datang merampas seluruh sektor kehidupan di Indonesia, negeri ini adalah negeri Muslim yang berada dalam puncak kejayaannya sebagai kesultanan Islam, setelah sebelumnya diperintah oleh kerajaan Majapahit yang beragama Hindu. Sedangkan cikal bakal kesultanan Islam itu sendiri berasal dari kerajaan sebelumnya yang menerima dakwah Islam dan mengganti kekuasaannya dengan kekuasaan Islam dan memerintah masyarakat dengan aturan syariat Islam kaffah.

Maka militansi itu hanya akan hadir jika Indonesia, menjadikan Islam sebagai koidah dan kiyadah berfikir, dalam arti menjadikan Islam sebagai landasan berfikir dan kepemimpinan dalam berfikir. Menjadikan syariat Islam sebagai satu-satunya penuntun dalam menyelesaikan berbagai masalah kehidupan manusia.

Atau dengan kata lain militansi Indonesia, hanya akan mampu terwujud manakala ada upaya sungguh-sungguh dalam menyingkirkan sekuler kapitalisme yang bercokol di Indonesia dan menggerogoti negeri ini. Tersebab sekuler kapitalisme terbukti tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, karena dia berasal dari penjajah asing dan aseng yang telah terbukti hanya memiliki kepentingan menguras harta kekayaan milik Indonesia, milik masyarakat Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia benar-benar dibuat lumpuh tak berkutik menghadapi penjajahan ini.

Karenanya, terlepas dari pro-kontra terhadap syariat Islam kaffah ini. Tersebab yang kontra terhadap syariat Islam kaffah ini adalah yang tidak faham akan syariat Islam kaffah yang sebenarnya akibat telah terpapar dan termakan isue dramatisasi monsterisasi Islam oleh penjajah Barat yang memiliki kepentingan untuk menjajah dan menjauhkan Islam dari umat manusia, khususnya umat Islam Indonesia.  Secara jujur harus diakui bahwa hanya syariat Islam sajalah yang mampu membangkitkan militansi Indonesia, sehingga mampu menjadi negara yang memiliki kehormatan dan harga diri.

Menjadi negara yang mampu mengayomi seluruh warga masyarakatnya dan menyebarkan kebaikan bagi negara lain dan seluruh umat manusia.

Tersebab hanya dengan menghadirkan militansi diri sajalah, Indonesia akan mampu bangkit dari segala keterpurukannya. Dan Militansi diri itu hanya mampu diraih dengan kembali kepada jati diri bangsa sebagai negeri Muslim yang menerapkan syariat Islam kaffah dan menjadikan syariat Islam kaffah sebagai solusi atas seluruh persoalan hidup dan kehidupan manusia, tidak terkecuali di Indonesia.

Mela Ummu Nazry

Pemerhati Generasi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Inspirasi dari International Islamic University of Malaysia

Inspirasi dari International Islamic University of Malaysia

Sabtu, 21 Sep 2019 11:14

Akan Terbang ke Antariksa, Astronot Pertama UEA Berlatih Bersama Awak ISS

Akan Terbang ke Antariksa, Astronot Pertama UEA Berlatih Bersama Awak ISS

Sabtu, 21 Sep 2019 11:09

Fahri Hamzah Ragu Kalau Presiden Bersih dari Korupsi

Fahri Hamzah Ragu Kalau Presiden Bersih dari Korupsi

Sabtu, 21 Sep 2019 10:27

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Sabtu, 21 Sep 2019 10:15

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Sabtu, 21 Sep 2019 09:55

Kerja Seorang Muslim

Kerja Seorang Muslim

Sabtu, 21 Sep 2019 09:51

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Sabtu, 21 Sep 2019 09:02

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Jum'at, 20 Sep 2019 23:07

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Jum'at, 20 Sep 2019 22:15

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Jum'at, 20 Sep 2019 22:09

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Jum'at, 20 Sep 2019 21:25

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Jum'at, 20 Sep 2019 21:05

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Jum'at, 20 Sep 2019 21:00

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Jum'at, 20 Sep 2019 20:51

Turki Tangkap 4 Orang Asing Diduga Miliki Hubungan dengan Islamic State

Turki Tangkap 4 Orang Asing Diduga Miliki Hubungan dengan Islamic State

Jum'at, 20 Sep 2019 20:21

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

Pembatasan Usia Pernikahan, Solusi atau Ilusi?

Jum'at, 20 Sep 2019 19:52

Mantan Diktator Tunisia yang Digulingkan dalam Musim Semi Arab, Ben Ali Mati di Pengasingan

Mantan Diktator Tunisia yang Digulingkan dalam Musim Semi Arab, Ben Ali Mati di Pengasingan

Jum'at, 20 Sep 2019 19:35

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Konfirmasi Pembicaraan dengan Taliban Sudah Mati

Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Konfirmasi Pembicaraan dengan Taliban Sudah Mati

Jum'at, 20 Sep 2019 19:16

Twitter Tangguhkan Akun Twitter Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi Saud Al-Qahtani

Twitter Tangguhkan Akun Twitter Dalang Pembunuhan Jamal Khashoggi Saud Al-Qahtani

Jum'at, 20 Sep 2019 19:05

PM Pakistan Bahas Masalah Kashmir dengan Putra Mahkota Saudi

PM Pakistan Bahas Masalah Kashmir dengan Putra Mahkota Saudi

Jum'at, 20 Sep 2019 18:12


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X