Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.978 views

SBY Tak Ingin Prabowo Menang?

 
Oleh:
 
Yons Achmad*
Pengamat Medsos, tinggal di Depok
 
 
LEWAT kajian semiotika politik, kita bisa membongkar pesan tersembunyi beragam peristiwa politik yang terjadi di tanah air. Kali ini, kita akan bongkar pesan politik tersembunyi surat SBY yang mengkritik kampanye  akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (Minggu/7/4/19). Kantor berita BBC Indonesia (8/4/19) memberi judul terkait dengan peristiwa itu seperti ini, “Surat SBY soal 'politik identitas', kritik Prabowo atau demi elektabilitas Demokrat? Berita ini bisa menjadi pemantik kritis awal kita membaca pesan politik yang sebenarnya.
 
Saya kira, pesan politik atau kritik sebenarnya bukan persoalan kampanye yang dinilai tak lazim dan tak inklusif itu. Kenapa? Sebagai tokoh yang sangat berpengalaman dikancah politik bahkan bisa menjadi presiden dua periode, SBY tentu bukan politisi yang lugu. Argumen itu begitu mudah dibantah dan justru tak produktif.  Bagi saya, pesan politik yang tersembunyi, tak pernah diulas di media, SBY tidak ingin Prabowo menang. Itu. Bagaimana penjelasannya?
 
Dalam surat yang beredar di media dan sangat besar kemungkinan sengaja disebarkan, terlihat SBY begitu curiga dan bahkan cenderung memberikan stigma Prabowo memainkan politik identitas. Tuduhan ini tentu tak berdasar. Kenapa? Yang jelas-jelas memainkan politik identitas, justru kubu Jokowi. Kumpulan partai “nasionalis” yang terang-terangan menjadikan Kiyai Ma’ruf Amin sebagai cawapres dengan tujuan meraup dukungan kalangan Islam, khususnya NU.  Pertanyaannya, siapa yang diuntungkan dari hebohnya surat SBY itu? Jelas, tanpa analisis yang mendalam, kubu petahana paling diuntungkan. Kubu Prabowo paling dirugikan. Hanya saya kira, surat itu tak begitu banyak bepengaruh. 
 
Di tengah gegap gempita pilpres, memang nama SBY nyaris tenggelam. Setelah gagal mengantarkan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi gubernur Jakarta, kemudian gagal menjadi cawapres Prabowo, nyaris SBY jarang mendapat tempat di panggung politik. Lantas, bagaimana nasib partai Demokrat? Nah, sebenarnya inilah point utamanya. Artinya apa? Surat yang beredar ke publik itu sejatinya menjadi semacam posisi tawar SBY untuk menyelamatkan Demokrat. Itu saja.
 
Kalau kita lihat data, diantaranya Kajian Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang dirilis Juli 2018 diprediksi total suara Demokrat hanya 4,4%. Sementara survei Litbang Harian Kompas, Demokrat disebut bakal meraih 4,6% suara nasional. Salah satu survei terkini, yang dilakukan Charta Politika, memprediksi Demokrat meraup 5,2% suara. Dengan data demikian, maka wajar Demokrat mencari cara jitu agar elektabilitasnya naik. Dan saya kira, Demokrat tak terlalu peduli siapa presidennya kelak. Kenapa? Demokrat gagal bermain di dua kaki dan akhirnya kurang mendapat apresiasi. Di kubu Jokowi tak mendapat tempat, di kubu Prabowo dipandang sebelah mata.
 
Dalam kasus ini, kalau kita ingat petuah Peter Berger dan Thomas Luckmann lewat “The Social Construction of Reality”  SBY mencoba merangsek masuk, mencari perhatian publik dengan realitas pandangan yang coba ditawarkannya. Sayangnya, kita begitu mudah membongkarnya. Kita bisa bongkar lewat “provokasi” Jacques Derrida lewat teori dekonstruksinya, dengan pikiran kritis kita lihat bagaimana interpretasi yang digunakan SBY terhadap realitas sosial bersifat sewenang-wenang. Dalam kasus, ini tuduhan SBY yang sewenang-wenang menduga kampanye akbar Prabowo-Sandi tidak inklusif adalah tuduhan receh tak berdasar. Ketika SBY menginginkan “Semua untuk Semua” rasanya, itu hanya retorika, terlihat bijak tapi tak pernah ada. Sama halnya ketika ada pejabat yang bilang “Ini tanggung jawab kita bersama”. Terlihat elok, tapi sebenarnya yang terjadi adalah tidak ada yang mau bertanggungjawab. Begitu juga, menilai politik identitas hanya karena ada shalat subuh dan tahajud berjamaah, itu sebuah kepicikan cara pandang yang mesti diluruskan.
 
Dari sini, saya berkesimpulan bahwa sebenarnya, SBY tak peduli siapa presidennya kelak. Dia hanya peduli misalnya bagaimana anaknya, AHY mendapatkan tempat dipanggung politik. Kalau soal ini, barangkali dia akan berjuang habis-habisan. Memang, kita juga perlu apresiasi politisi Demokrat di televisi dan medsos yang habis-habisan promosikan Prabowo-Sandi seperti Jansen Sitindaon, Ferdinan Hutahaean dll. Harusnya, itu fokus yang mesti dilakukan. Itu sebabnya, daripada memainkan politik “baper”. Demokrat  mesti lebih produktif berjuang habis-habisan menangkan Prabowo-Sandi, setidaknya, itulah harapan, sebab di kubu Jokowi-Amien,sudah jelas harapan itu tak ada lagi. []

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Latest News
Weleh, Wiranto Lagi

Weleh, Wiranto Lagi

Selasa, 21 May 2019 11:44

The Power of Emak-emak

The Power of Emak-emak

Selasa, 21 May 2019 11:30

Nilai Strategis Peran Jurnalis Dalam Sosialisasi Wakaf

Nilai Strategis Peran Jurnalis Dalam Sosialisasi Wakaf

Selasa, 21 May 2019 09:35

Beredar Surat Perintah Penyidikan untuk Prabowo Subianto Atas Dugaan Makar

Beredar Surat Perintah Penyidikan untuk Prabowo Subianto Atas Dugaan Makar

Selasa, 21 May 2019 08:20

JIhadis Suriah Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Pangkalan Udara Rusia di Latakia

JIhadis Suriah Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran ke Pangkalan Udara Rusia di Latakia

Selasa, 21 May 2019 07:00

TIP Ancam Ancam Rusia Dengan Perang Seperti Sovyet-Afghanistan di Suriah

TIP Ancam Ancam Rusia Dengan Perang Seperti Sovyet-Afghanistan di Suriah

Selasa, 21 May 2019 04:30

Manis dan Pedasnya Kata-kata Rocky Gerung

Manis dan Pedasnya Kata-kata Rocky Gerung

Selasa, 21 May 2019 04:09

32 Tewas Saat Terpidana Islamic State Memulai Kerusuhan di Penjara Vahdat Tajikistan

32 Tewas Saat Terpidana Islamic State Memulai Kerusuhan di Penjara Vahdat Tajikistan

Selasa, 21 May 2019 03:30

Turki Perintahkan Penangkapan 249 Staf Kementerian Luar Negeri

Turki Perintahkan Penangkapan 249 Staf Kementerian Luar Negeri

Selasa, 21 May 2019 02:30

Alasan Prabowo Mengunjungi Eggi dan Lieus

Alasan Prabowo Mengunjungi Eggi dan Lieus

Selasa, 21 May 2019 02:09

Angkatan Udara Saudi Hancurkan Rudal Syi'ah Houtsi yang Akan Menargetkan Makkah dan Madinah

Angkatan Udara Saudi Hancurkan Rudal Syi'ah Houtsi yang Akan Menargetkan Makkah dan Madinah

Selasa, 21 May 2019 00:30

Ratusan Jenderal Purnawirawan Siap Ikut Aksi 22 Mei Tegakkan Kedaulatan Rakyat

Ratusan Jenderal Purnawirawan Siap Ikut Aksi 22 Mei Tegakkan Kedaulatan Rakyat

Selasa, 21 May 2019 00:19

Tak Diizinkan Jenguk oleh Polisi, Prabowo Tetap Bawakan Nasi Padang untuk Eggi dan Lieus

Tak Diizinkan Jenguk oleh Polisi, Prabowo Tetap Bawakan Nasi Padang untuk Eggi dan Lieus

Senin, 20 May 2019 23:12

Tentara Assad Gagal Rebut Kembali Wilayah Utama yang Dikuasai Oposisi di Suria

Tentara Assad Gagal Rebut Kembali Wilayah Utama yang Dikuasai Oposisi di Suria

Senin, 20 May 2019 23:00

Petugas Pemilu Banyak Meninggal, KAMMI Gelar Do'a dan Buka Bersama Ahmad Heryawan

Petugas Pemilu Banyak Meninggal, KAMMI Gelar Do'a dan Buka Bersama Ahmad Heryawan

Senin, 20 May 2019 22:51

Senat Prancis Setujui Larangan Muslimah Berjilbab Temani Anak-anak Mereka ke Sekolah

Senat Prancis Setujui Larangan Muslimah Berjilbab Temani Anak-anak Mereka ke Sekolah

Senin, 20 May 2019 22:00

Din Syamsuddin: People Power Tak Langgar Konstitusi

Din Syamsuddin: People Power Tak Langgar Konstitusi

Senin, 20 May 2019 21:55

Rezim Assad Gunakan Gas Beracun untuk Coba Rebut Bukit Kabani dari Oposisi

Rezim Assad Gunakan Gas Beracun untuk Coba Rebut Bukit Kabani dari Oposisi

Senin, 20 May 2019 21:30

Senat Prancis Setujui Larangan Muslimah Berjilbab Temani Anak-anak Mereka ke Sekolah

Senat Prancis Setujui Larangan Muslimah Berjilbab Temani Anak-anak Mereka ke Sekolah

Senin, 20 May 2019 21:00

Saudi Tidak Ingin Perang, Tapi Akan Mempertahankan Diri dengan Segenap Kekuatan

Saudi Tidak Ingin Perang, Tapi Akan Mempertahankan Diri dengan Segenap Kekuatan

Senin, 20 May 2019 20:30


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X