Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.758 views

Misteri Wajah Murung dan Tegang Jokowi

 

Oleh:

Hersubeno Arief, Konsultan media dan politik

 

BANYAK yang bertanya-tanya, kalau benar Jokowi menang mengapa wajahnya terlihat murung, bahkan tegang.

Tidak ada semburat kegembiraan, apalagi eforia kemenangan. Wajah Jokowi bukan wajah seorang petarung yang baru saja berjaya. Padahal Pilpres 2019 merupakan kontestasi terkeras sepanjang era demokrasi pasca reformasi.

Ketika menyampaikan pidato mengomentari hasil quick count di Jakarta Theater Rabu (17/4) wajah Jokowi terlihat datar. Begitu juga para petinggi TKN lain yang berada di belakangnya.

Wajah Jokowi juga masih terlihat tegang hingga dua hari berselang. Media menayangkan wajah Jokowi yang membeku ketika akan menunuaikan salat Jumat (20/4) di Istana Bogor.

Misteri itu terjawab ketika kita mencermati hasil suara quick count per provinsi. Jokowi dinyatakan menang oleh lembaga survei, namun sesungguhnya dia kalah. Dia menang jumlah suara, namun kalah secara wilayah/provinsi.

Bila meminjam istilah yang berlaku dalam pilpres di AS, Jokowi menang secara popular vote. Tapi dia kalah electoral vote.

Beberapa lembaga survei menyebut jumlah provinsi Jokowi menderita kekalahan cukup bervariasi antara 18-21 provinsi. Charta Politika: Jokowi 16- Prabowo 18. Indo Barometer : Jokowi 15-Prabowo 19. Kedai Kopi: Jokowi 13-Prabowo 21.

Problem legitimasi

Mencermati data quick count yang disajikan, Jokowi tampaknya sangat menyadari, walaupun dinyatakan menang, namun dia menghadapi problem yang sangat besar.

Sebuah sumber menyebutkan, Jusuf Kalla bahkan sampai harus meyakinkan Jokowi, “Yang penting Bapak kan sudah menang.” Ekspresi Jokowi tetap tak berubah.

Pertama, dia menyadari data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Indonesia sudah tak menghendakinya kembali menjadi presiden.

Berbagai survei sebelumnya menunjukkan pemilih yang menghendaki ganti presiden jauh lebih besar dibandingkan yang menginginkannya kembali menjadi presiden.

Sejumlah lembaga survei sampai beberapa pekan sebelum hari H menyatakan tingkat keterpilihan Jokowi di bawah 50 persen ( Litbang Kompas, Median). Dia tahu bila tanpa kecurangan, mobilisasi besar-besaran, maka dia akan kalah.

Kedua, hasil quick count itu sangat mengecewakan Jokowi karena selisih suaranya hanya berkisar antara 7-9 persen. Selama ini dia dininabobokan oleh lembaga survei dengan keunggulan di atas 25 persen.

Hasil itu sungguh sangat mengagetkan. Sudah kampanye habis-habisan selama lima tahun, mengerahkan habis-habisan aparat negara, menguras habis anggaran bansos dan CSR, namun hasilnya hanya seperti itu.

Ketiga, kemenangan Jokowi kurang dari separuh jumlah provinsi menunjukkan basis legitimasinya sangat lemah. Lebih dari separuh wilayah Indonesia tak menghendakinya kembali. Di Aceh dan Sumbar angkanya bahkan sangat kecil di bawah 20 persen.

Dia hanya menang di Jateng, Jatim di luar Madura, dan provinsi dengan mayoritas non muslim seperti Bali, NTT, Sulut, Maluku dll

Perolehan suara ini menjadi persoalan serius bila bicara masalah representasi. Indonesia bukan hanya Jateng, Jatim, sebagian wilayah Nusra, dan Indonesia Timur.

Persepsi yang terbentuk Jokowi hanya akan menjadi presiden untuk Jateng, Jatim dan wilayah mayoritas non muslim. Ini bisa berbahaya.

Keempat, menangnya Jokowi di Jateng dan Jatim memperkuat posisi tawar PDIP dan PKB/NU atas Jokowi. Sebab kedua wilayah itu merupakan basis kedua partai/ormas.

Dengan fakta-fakta itu seandainya, sekali lagi seandainya, dia tetap dinyatakan menang oleh KPU, maka dia akan menjadi presiden yang sangat lemah. Jauh lebih lemah dibandingkan saat ini.

Posisi tawarnya terhadap Megawati akan semakin lemah. Sebagai figur yang sangat populer pada Pilpres 2014 saja Jokowi diposisikan sebagai “petugas partai.” Apalagi saat ini ketika pesonanya sudah meredup.

PDIP berhak mengklaim bahwa posisi Jokowi bisa diselamatkan, hanya karena kuatnya mesin politik PDIP di Jateng, dan Jatim. Saham politik Jokowi sudah terdelusi.

Jokowi juga akan menjadi sandera politik PKB/NU, Golkar, bahkan Nasdem, karena ketiga partai itu bisa mengklaim memiliki saham besar atas kemenangan Jokowi.

Dia juga harus berkompromi dan memberi kompensasi yang setimpal terhadap kelompok-kelompok oligarki —pengusaha, elit politik, aparat keamanan, akademisi, lembaga survei dll— yang dengan susah payah mengerek dan mengamankan elektoralnya.

Sebagai presiden, pada periode kedua Jokowi pasti menginginkan posisi politiknya kian menguat. Dia ingin keluar dari bayang-bayang politik kelompok kepentingan yang selama ini mengendalikannya.

Sayang tidak semua skenario yang dia rancang berjalan mulus. Hasil pilpres kali ini menunjukkan sebaliknya. Arus besar publik sudah menunjukkan secara nyaring dan jelas ( loud and clear ) tidak lagi menghendakinya sebagai presiden. Kalau tetap dipaksakan juga menjadi presiden, maka dia akan menjadi presiden terlemah sepanjang sejarah. end

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Selasa, 04 Aug 2020 21:20

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Selasa, 04 Aug 2020 21:00

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Selasa, 04 Aug 2020 20:05

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Selasa, 04 Aug 2020 19:35

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Selasa, 04 Aug 2020 19:05

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Selasa, 04 Aug 2020 15:04

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

Selasa, 04 Aug 2020 11:36

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Selasa, 04 Aug 2020 09:52

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Selasa, 04 Aug 2020 09:50

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Senin, 03 Aug 2020 19:49

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Senin, 03 Aug 2020 19:36

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Senin, 03 Aug 2020 19:26

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Senin, 03 Aug 2020 16:00

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Senin, 03 Aug 2020 15:15

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Senin, 03 Aug 2020 14:28


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X