Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.725 views

Nasib Kaum Gembel dan Penghapusan Kreta Ekonomi

Jakarta (voa-islam.com) Nasib kaum gembel akan semakin terpuruk oleh kebijakan SBY. Kaum gembel akan terus digerus oleh berbagai  kebijakan kapitalistik oleh rezim SBY. Tanpa belas kasihan sedikitpun. Rezim SBY akan dengan bangga dan menikmati kemelaratan kaum gembel yang terus bertambah seperti deret ukur.

Bayangkan. Menteri ESDM Jero Wacik, sudah menegaskan TDL (Tarif Dasar Listrik) akan naik empat kali dalam setahun. Sementara listrik terus "byar pet" (hidup mati). Menko Ekuin Hatta, sudah pula menegaskan subsidi BBM akan dihapus, karena akibat subsidi BBM itu, terlalu membebani anggaran (APBN).

Sudah dapat diprediksi dampak negatif yang akan langsung diterima oleh kaum gembel. Bagi orang kaya diperkotaan, tak ada masalah kenaikan TDL maupun BBM.

Tetapi, bagi kaum gembel, nasib mereka semakin suram, dan mereka menjadi lebih buruk lagi nasibnya. Rezim SBY tak peduli dengan nasib kaum gembel.

Nasib kaum gembel akan lebih menderita lagi ditambah dengan kebijakan penghapusan kereta ekonomi.

Mereka tidak lagi dapat bepergian dengan keputusan PT KAI yang akan menghapus kreta ekonomi Bogor-Jakarta, mulai bulan Juni, nanti. Kaum gembel tidak lagi memiliki sarana mobilitas transportasi yang murah dan dapat mereka jangkau.

Berapa banyak kaum gembel akan kehilangan  kesempatan mencari kehidupan di Jakarta? Akibat penghapusan kreta ekonomi Bogor-Jakarta?

Dengan dihapuskan kreta ekonomi Bogor-Jakarta, tak ada lagi para pengamen, pengemis, pedagang, dan para pencari kerja lainnya.

Mereka tidak mungkin lagi, mengamen, mengemis, melakukan dagang, dan semuanya itu menjadi sumber kehidupan mereka sehari-hari. Mereka benar-benar dimatikan kehidupan mereka. Dengan diganti monorel, maka kaum gembel seperti dimusnahkan.

Sebelumnya, para pedagang, pengamen, dan para pekerja kasar lainnya, sudah digusur, mulai dari Bogor sampai Jakarta (Manggarai). Stasiun kreta bersih. Tak ada satupun pedagang yang berjualan di stasiun.

Berapa banyak mereka kehilangan pendapatan dari hasil kerja di setiap stasiun? Kaum gembel sekarang tak dapat lagi mengais rezeki di stasiun.

Paradoknya, sekarang setiap stasiun dari Bogor sampai Kota sudah berdiri toko Alfamart.

Para pedagang yang gembel digusur. Seakan mereka tidak diberi hak hidup mencari sesuap makan, atau mengais rezeki di stasiun-stasiun, dan yang diizinkan hidup dan mendapatkan keuntungan para pemilik modal, dan orang-orang kaya.

Setiap stasiun berdiri Alfamart yang dimiliki para pengusaha Cina, dan berjualan dengn "single price", dan tentu dengan keuntungan yang berlipat. Dibagian lain, para pedagang kecil dan kaum gembel habis.

Benar-benar rezim SBY tak memiliki belas kasihan kepada rakyat jelata alias kaum gembel. Mereka dibiarkan dengan nasibnya sendiri. Tak peduli. Apakah mereka esok masih hidup atau mati. Itu tidak lagi menjadi perhatian pemerintah.

Pemerintah SBY hanya berpikir, tentu yang paling diutamakan para pemilik modal. Terutama  kalangan pengusaha Cina, yang sekarang ini sudah mengangkangi ekonomi Indonesia. 

Mereka bisa bertambah kaya. Mereka memiliki kekayaan yang berlipat-lipat. Sementara, kaum gembel semakin gembel, tak penting lagi.

Harga-harga kebutuhan pokok  terus membubung tinggi, akibat kenaikan komponen yang paling dasar bagi kebutuhn rakyat, seperti TDL dan BBM, dan akan berdampak sangat buruk.

Sementara para pemimpin partai politik dengan enaknya menggerogoti uang negara berupa APBN. Mereka tak peduli. Itu tercermin dengan banyaknya tokoh-tokoh utama yang menjadi tersangka kasus korupsi. Partai hanya menjadi tempat "bunker" para koruptor.

Para penjahat alias koruptor bisa nyenyak di "bunker" partai politik sekarang. Bahkan, pedihnya lagi, MK (Mahkamah Konstitusi) membolehkan para penjahat (koruptor) mencalonkan diri lagi dalam pemilu legislatif nanti.

Mulai dari kasus besar seperti BLBI yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp 650 triliun, sampai Bank Century, nilai Rp 6,7 triliun, karena tersentuh oleh hukum. Dibiarkan. Karena kasus besar itu sudah menyentuh kekuasaan. Banyak para pejabat negara yang ikut terlibat.

Bahkan, pemerintah akibat BLBI, sekarang APBN, harus masih dibebani dengan bungi BLBI, sebesar Rp 60 triliun setiap tahunnya, selama tiga puluh tahun mendatang.

Jadi, rakyat dibikin lebih gembel lagi, menjelang pemilu mendatang, dan dengan kemelaratan yang  masive (luas), rakyat akan dengan mudah digiring dengan uang yang sedikit.

Rakyat dengan mudah akan diumpani uang hasil korupsi, dan merampok ABPN oleh para partai politik. Mungkin berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai), yang sekarang sedang digarap, dan sebentar akan dikucurkan, menjelang pemilu.

Begitulah nasib kaum gembel, dari waktu  ke waktu terus digerus dan dihancurkan, tak ada lagi mereka yang membelanya. Dibiakran mati perlahan-lahan dengan berbagi kebijakan kepilistik.

Apalagi sekarang Menteri BUMN dipegang Dahlan Iskan, semakin jauh dari keberpihakan kepada kepentingan rakyat banyak. Termasuk penghapusan kreta ekonomi Bogor-Jakarta.

Dahlan Iskan, tak lain, tokoh "Freemason", dan menjadi bagian kepentingan kapitalis global, yang dibelakangnya kepentingan kaum Yahudi.

Kemudian, Dahlan membiarkan orang-orang miskin dan gembel tergusur dari kehidupan, dan memberi peluang luas kepada para pemillik modal menjarah dan mengangkangi Republik ini. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 09:31

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

Rabu, 03 Mar 2021 22:22


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 05/03/2021 11:26

Test The Water Investasi Miras