Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.373 views

Pajak Tebu, Potret Kalap Kaum Neolib

Oleh Edy Mulyadi*

PEMERINTAH kalap! Penyebabnya penerimaan perpajakan jeblok. Padahal, pemerintah perlu dana superjumbo untuk mengeksekusi banyak proyek infrastruktur yang ambisius.

Buat menggenjot penerimaan pajak inilah, antara lain, pekan silam Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) menerbitkan beleid pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) pada gula tebu. Inilah yang dimaksud dengan pemerintah kalap pada pembuka tulisan ini.

Di negeri ini, yang namanya petani secara umum bisa disebut sebagai kelompok yang paling mengenaskan hidupnya. Mereka bekerjakeras, ekstra keras. Tapi, acap kali hasil produksi petani tidak mampu mengangkat kesejahteraan. Indikatornya nilai tukar petani (NTP) terus turun. Jangankan menjadi kaya raya, untuk sekadar mencukup kebutuhan secara layak saja sudah termasuk barang langka.

Nilai tukar petani menjadi salah satu indikator kesejahteraan petani. Ini adalah rasio indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. NTP > 100, berarti petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar daripada kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya. Sebaliknya, NTP < 100 berarti petani mengalami defisit. Pendapatan petani turun, lebih kecil ketimbang pengeluarannya.

Februari silam, Biro Pusat Statistik (BPS) merilis nilai tukar petani nasional sebesar 100,33%. Angka ini turun 0,58% ketimbang Januari yang 100,91%. Bulan berikutnya, turun lagi menjadi 99,95%. Penurunan ini mengkonfirmasi kian rendahnya daya beli petani sejak awal tahun. Sekadar mengingatkan saja, pada Januari 2017, nilai tukar petani mencapai 100,91%.

Nah, dengan fakta bahwa kesejahteraan petani yang terus merosot, bagaimana mungkin tanpa ba-bi-bu Menkeu mengenakan PPN 10% bagi gula tebu. Ini kan sama saja sudah jatuh tertimpa tangga dan dilindas bajaj pula.

Yang ajaib, alasan yang disorongkan pemerintah dalam menjustifikasi pengenaan PPN tadi adalah, untuk kebaikan petani tebu. Di sisi lain pemerintah mengakui PPN akan membuat pendapatan petani turun. Dengan dikenai PPN ke depan petani harus meningkatkan produktivitas. Artinya, petani dilecut agar lebih efisien. Aneh!

Sepertinya ada yang salah dari pola pikir Menkeu. Kalau niatnya mau membuat petani meningkatkan efisiensi dan produktivitas, ya semestinya justru harus memberi berbagai insentif dan bantuan. Misalnya, memberi kredit produksi dengan bunga supermurah, membantu penyediaan bibit kualitas unggul, memberi kesempatan petani membeli pupuk dengan harga subsidi, dan lainnya dan lainnya.

Adalah tidak masuk akal, di tengah kian merosotnya kesejahteraan petani tebu, pemerintah justru memberi beban dengan pengenaan PPN. Lagi pula, kalau, katakanlah, PPN 10% dimaksudkan untuk memaksa petani meningkatkan efisiensi dan produktivitas, kenapa cuma 10%? Kenapa pajaknya tidak sekalian 50% atau bahkan 90% saja?

Sesat Pikir

PPN untuk tebu adalah salah satu saja contoh dari banyak kebijakan pemerintah yang sesat pikir. Kebijakan ini untuk kesekian kalinya membuktikan bahwa Ani adalah menteri penganut mazhab neolib sejati. Jadi tidak aneh bila dia tidak memiliki empati kepada rakyatnya. Para antek neolib lebih ikhlas bekerja untuk menyenangkan majikan asingnya, walau untuk itu harus mencekik leher rakyatnya sendiri.

PPN untuk tebu yang kian menyengsarakan rakyat adalah potret betapa kalapnya pemerintah dalam menambal defisit APBN yang kian melebar. Ironisnya, ini bukanlah kali yang pertama. Sebelumnya, Sri juga pernah berencana mengejar simpanan rakyat dengan saldo Rp200 juta. Setelah mendapat reaksi dan protes keras dari banyak pihak, angkanya dinaikkan jadi Rp1 miliar.

Sebetulnya, sikap panik ini adalah buntut dari kegagalan Ani, begitu dia biasa disapa, dalam mengemban tugasnya selaku Bendahara Negara. Apalagi, kurang dari sebulan setelah didapuk jadi Menkeu, dia sesumbar bakal menarik dana orang kaya Indonesia yang disimpan di luar negeri. Konon, duit yang diparkir di Singapura saja jumlahnya tidak kurang
dari Rp4.000 triliun.

Optimisme berbau jumawa itu lahir dengan asumsi program tax amnesty bakal mendulang sukses. Sayangnya di tataran eksekusi program pengampunan pajak bisa disebut gagal total. Program Kemenkeu yang berpayung hukum UU No 11/2016 tentang Pengampunan Pajak ini ternyata gagal mengemban sejumlah tugas yang diamanatkan. Antara lain, aset repatriasi yang diperoleh dari program tax amnesty nyatanya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas, nilai tukar, suku bunga, dan investasi.

Gagal lainnya, dari sisi objek pajak, tax amnesty cuma berhasil menjaring 50.385 wajib pajak baru alias 0,15% dari wajib pajak potensial 2016. Program ini pun bisa disebut sepi peminat. Pasalnya, sampai batas waktu berakhir hanya 995.983 wajib pajak yang ikut. Angka ini hanya 2,95% total wajib pajak yang terdaftar pada 2016.

Pengampunan pajak pun hanya bisa menggaet penerimaan sebesar Rp107 triliun. Padahal, sejak awal pemerintah sesumbar bakal menangguk penerimaan Rp165 triliun. Artinya, Ani dan jajarannya mentok diangka 64,8%. Satu lagi, ini kegagalan yang terburuk, dari Rp1.000 triliun dana repatriasi yang ditargetkan, realaisasinya cuma Rp144,78 triliun atawa hanya 14,4%.

Sesumbar Jumawa

‘Untungnya’ Ani hanya menargetkan dana repatriasi sebesar Rp1.00 triliun. Jumlah ini tentu saja jauh dibawah perkiraan fulus orang kaya Indonesia yang disimpan di Singapura yang Rp4.000. Membandingkan dua angka ini plus realisasi dana repatriasi, terasa betul bahwa sesumbar bahwa tugas dia adalah membawa pulang duit RI yang ada di luar negeri terbukti hanyalah ilusi dan halusinasi seorang neolib yang kelewat sombong.

Sesumbar, apalagi yang kelewat jumawa, adalah satu hal. Sedangkan realiasi adalah hal lainnya lagi. Performa tax amnesty yang jauh di bawah target inilah yang menyebabkan Sri panik. Apalagi data Kemenkeu menunjukkan realisasi penerimaan perpajakan secara umum terjun terus. Pada 2016, penerimaan pajak nonmigas hanya Rp997,9 triliun. Artinya, turun dibandingkan dengan realisasi penerimaan 2015 yang Rp1.061 triliun. Angka kekurangan makin mengerikan jika merujuk pada target yang dipatok, yaitu yang sebesar Rp1.355 triliun. Ini berarti dia hanya mampu meraih 81,5% dari target.

Di benak para penganut garis neolib, rumus generik untuk menghadapi masalah anggaran memang hanya berputar pada tiga hal. Yaitu, pemangkasan budget, memalak rakyat lewat pajak, menambah utang. Masih ada cara keempat, dan kalau memungkinkan, yaitu menjual BUMN.

Memangkas anggaran dan menggenjot pajak memang akan menghasilkan fulus. Sayangnya, duit rakyat yang terkumpul tadi diprioritaskan untuk membayar utang. Dari sini mereka berharap bakal menuai pujian kreditor dan, tentu saja, lebih mudah membuat utang baru.

Ini adalah langkah malas dan jauh dari kreatif. Padahal, semestinya mereka membenahi ekonomi lewat serangkaian growth strategy. Tulisan ini tidak berniat menggurui kebijakan apa saja untuk mendongkrak laju pertumbuhan yang berbuah membaiknya kesejahteraan rakyat. Alasannya, sebagai para penyandang gelar doktor bahkan profesor ekonomi, mustahil para menteri itu tidak paham. Jadi, untuk apa mengajari ikan berenang?

Lagi pula, kan yang jadi pejabat publiknya mereka. Sudah semestinya mereka yang bekerja keras dan ekstra keras untuk mencari jalan keluar yang tepat dan cepat. Sementara rakyat sudah terlampau sibuk dengan akrobat untuk memenuhi kebutuhan hidup yang makin melangit.

Di atas semua itu, alasan utama karena para pejuang neolib itu tidak akan pernah mau menerapkan stragegi dan kebijakan ekonomi yang tidak ada dalam school of thinking mereka. Apa pun konsep dan resep yang disodorkan, kalau tidak masuk dalam garis neolib, silakan mencari tempat di tong sampah. Perkara rakyat bakal semakin menderita, itu urusan lain. Kata anak muda sekarang, DL alias derita loe. *Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim Berprestasi ini Akan Lanjut Kuliah ke Al-Azhar Kairo, Butuh Biaya 13 Juta. Ayo Bantu..!!!

Yatim putra Makassar ini mendapatkan beasiswa program S1 di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, tapi terkendala biaya transport. Ayahnya sudah wafat, ibunya seorang guru ngaji....

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Mutsana Anak Mujahid Dirawat Intensif di Rumah Sakit Karena Kelainan Imunitas. Ayo Bantu..!!

Anak mujahid ini tergolek di rumah sakit, sementara sang ayah sedang menjalani ujian penjara akibat amaliah jihad bersama Kafilah Mujahidin Aceh beberapa tahun silam. ...

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Balita Ahmad Alvaro Komplikasi Jantung, Otak, Pernafasan dan Paru-paru. Ayo Bantu..!!!

Dalam usia dua tahun sudah menderita komplikasi lahir batin. Lahir tanpa belaian sang ayah, ia mengidap penyakit jantung, pengecilan otak, gangguan pernafasan dan paru-paru. Ia sudah dioperasi...

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Latest News
Laporan: Israel Akan Pindahkan Detektor Logam di Pintu Masuk Masjid Al-Aqsa

Laporan: Israel Akan Pindahkan Detektor Logam di Pintu Masuk Masjid Al-Aqsa

Selasa, 25 Jul 2017 11:05

Di Masjid Salman ITB, Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Materi 'Isyarat Sains dalam Al-Quran & Sunnah'

Di Masjid Salman ITB, Ustadz Adi Hidayat Sampaikan Materi 'Isyarat Sains dalam Al-Quran & Sunnah'

Selasa, 25 Jul 2017 10:00

Muncul Grup Facebook Gay Universitas Brawijaya, Pihak Kampus Lapor Polisi

Muncul Grup Facebook Gay Universitas Brawijaya, Pihak Kampus Lapor Polisi

Selasa, 25 Jul 2017 08:15

KAMMI Solo: Presiden Berlindung Dibalik Perppu karena Takut Kritik

KAMMI Solo: Presiden Berlindung Dibalik Perppu karena Takut Kritik

Selasa, 25 Jul 2017 07:38

Muhammadiyah Bangun Gedung 300 Miliar, Jokowi Pertanyakan Asal Dana Sebanyak Itu

Muhammadiyah Bangun Gedung 300 Miliar, Jokowi Pertanyakan Asal Dana Sebanyak Itu

Selasa, 25 Jul 2017 06:54

Fahri ke Jokowi: Hentikan Persekusi, Tuan Presiden, Mendata Aliran Ada di Era Nazi, Bukan di sini

Fahri ke Jokowi: Hentikan Persekusi, Tuan Presiden, Mendata Aliran Ada di Era Nazi, Bukan di sini

Senin, 24 Jul 2017 23:03

Akibat Ucapan Jokowi Ini, Demokrasi Indonesia Terasa Terampas

Akibat Ucapan Jokowi Ini, Demokrasi Indonesia Terasa Terampas

Senin, 24 Jul 2017 22:03

Perppu Ormas adalah Bentuk Persekusi Pemerintah dan Penistaan Akal

Perppu Ormas adalah Bentuk Persekusi Pemerintah dan Penistaan Akal

Senin, 24 Jul 2017 21:03

Survey, Puas dengan Pemerintahan Jokowi, Fadli: Tidak Sesuai, Jangan Tipu Rakyat

Survey, Puas dengan Pemerintahan Jokowi, Fadli: Tidak Sesuai, Jangan Tipu Rakyat

Senin, 24 Jul 2017 20:03

Irak Tahan 4 Wanita Jerman, Termasuk Seorang Gadis Remaja, yang Diduga Bergabung dengan IS di Mosul

Irak Tahan 4 Wanita Jerman, Termasuk Seorang Gadis Remaja, yang Diduga Bergabung dengan IS di Mosul

Senin, 24 Jul 2017 20:00

Israel Lancarkan 5 Serangan Udara di Gaza Ditengah Ketegangan yang Meningkat di Yerusalem

Israel Lancarkan 5 Serangan Udara di Gaza Ditengah Ketegangan yang Meningkat di Yerusalem

Senin, 24 Jul 2017 19:15

Amin Rais Dorong Spirit Jihad Warga Muhammadiyah Lebih Ditingkatkan

Amin Rais Dorong Spirit Jihad Warga Muhammadiyah Lebih Ditingkatkan

Senin, 24 Jul 2017 17:04

Kemenag Pastikan Visa Haji Gelombang Pertama Telah Siap

Kemenag Pastikan Visa Haji Gelombang Pertama Telah Siap

Senin, 24 Jul 2017 16:37

Sosiolog UNS: Sejak Awal Perppu Ormas Bawa Muatan Konflik Sosial

Sosiolog UNS: Sejak Awal Perppu Ormas Bawa Muatan Konflik Sosial

Senin, 24 Jul 2017 16:16

ADI Aceh Gelar Tasyakuran dan Pengukuhan Angkatan II

ADI Aceh Gelar Tasyakuran dan Pengukuhan Angkatan II

Senin, 24 Jul 2017 14:44

Persis: Stigmatisasi Penolak Perppu Kroni HTI Adalah Cara yang Naif dan Simplistis

Persis: Stigmatisasi Penolak Perppu Kroni HTI Adalah Cara yang Naif dan Simplistis

Senin, 24 Jul 2017 14:00

AP-I Ajak Umat Islam di Indonesia Berikan  Doa dan Dukungan untuk Al-Aqsho

AP-I Ajak Umat Islam di Indonesia Berikan Doa dan Dukungan untuk Al-Aqsho

Senin, 24 Jul 2017 12:05

Pemerintah Dituding Tengah Menggunakan Teori War on Terror ke Ormas Islam

Pemerintah Dituding Tengah Menggunakan Teori War on Terror ke Ormas Islam

Senin, 24 Jul 2017 11:59

Taliban Kuasai 2 Distrik di Faryab Setelah Bentrokan Berat dengan Pasukan Afghanistsn

Taliban Kuasai 2 Distrik di Faryab Setelah Bentrokan Berat dengan Pasukan Afghanistsn

Senin, 24 Jul 2017 11:15

PKI Dibubarkan karena Khianat dan Kudeta, HTI Dibubarkan karena?

PKI Dibubarkan karena Khianat dan Kudeta, HTI Dibubarkan karena?

Senin, 24 Jul 2017 10:59


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X