Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.142 views

Tongkat Pukul Ujaran Kebencian (Hate Speech)

Oleh: Hanif Kristianto (Analis Politik dan Media)

Sosial media tampaknya menjadi bencana buruk bagi mereka yang berbuat salah. Smartphone diikuti warganet sebagai user menjadikan arena pertarungan antar-anak manusia dalam dunia abu-abu, namun memberikan makna luar biasa. Tak jarang ujaran kebencian (hate speech) disalahartikan dan layaknya palu godam. Lebih-lebih bagi pihak berkepentingan.

Tampaknya publik lupa akar persoalan ‘ujaran kebencian’. Hal ini dikarenakan pihak yang berwenang fokus pada akibat, bukan pada penanggulangan. Jika jeli mengamati isu yang dijadikan pemukul ujaran kebencian biasanya terkait SARA, politik, pemerintahan, dan radikalisme. Fenomena penangkapan penyebar ujaran kebencian hanyalah kecil, dibandingkan pemancing ujaran kebencian.

Hal yang menarik bagi publik yaitu siapa yang menyulut ujaran kebencian ini? Begitu pula menentukan standar ujaran kebencian pun masih ganda? Bergantung penafsiran pengguna untuk memukul lainnya. Kondisi ini biasanya menyangkut alasan kepentingan politik dan pemecah belah.

Adapun standar ganda ‘ujaran kebencian’ ini dapat dianalisis sebagai berikut,

Pertama, euforia pengguna sosial media demi mengekpresikan dirinya. Anggapannya tidak bertatap muka dan fisik, lebih mudah bagi seseorang untuk merendahkan orang lainnya. Perkembangan smartphone belum diikuti dengan kecerdasan manusia (smartman).

Kedua, ada asap berarti ada api. Api ujaran kebencian ini sengaja disulut untuk mengacaukan publik. Gerakan terstruktur, sistematis, dan massif dirancang demi kepentingan tertentu yang memang publik tidak pernah tahu.

Ketiga, perusahaan penyedia layanan sosial media di Indonesia tidak akan pernah menjadi subyek hukum. Meski hoax dan ujaran kebencian tersebar di sosial media, perusahaan itu tak pernah dikenai hukum. Sebaliknya rating semakin tinggi dan pendapatan iklan pun berjibun.

Keempat,  dari sisi peraturan perundangan, definisi ujaran kebencian distandarkan pada selera pembuat aturan. Bukan standar dan definisi baku yang berlaku dalam rentan waktu yang lama. Penafsiran ujaran kebencian ini mudah saja diklaim dan digunakan untuk memukul lawan.

Kelima, liberalisasi kehidupan sosial menjadi landasan manusia untuk berbuat apa saja. Biasnya nilai agama dan tata krama menjadikan komunikasi antar manusia tak beradab. Ujaran kebencian menjadi tumpahan kekesalan pada kondisi kehidupan yang tak menentu.

Keenam, demi kepentingan politik dan popularitas, ujaran kebencian dijadikan alat pukul lawan politik. Peristiwa Pilpres Amerika Serikat, Pilpres Indonesia, Pilkada Jakarta, dan lainnya menjadi bukti nyata. Berubahnya pola komunikasi dan kampanye ke digital inilah yang memberikan dampak buruk. Bahkan ada yang gagal ‘move on’ karena jagoannya kalah.

Ketujuh, kemunculan cyber war menjadikan media sosial ramai dalam perbincangan ujaran kebencian. Mengingat masing-masing memiliki standar penafsiran. Terlebih, agama (Islam) yang sering dijadikan sasaran di Indonesia, mengingat mayoritas umat Islam. Seolah umat Islam ditekan dan dibungkam agar tidak beropini.

Kedelapan, ada pembiaran ujaran kebencian pada pemilik akun dan website yang sejalan kepentingan politik untuk memukul lawan. Sebaliknya, akun oposisi dihajar habis-habisan dan bersiap jeruji besi.

Standar ganda ujaran kebencian ini akan terus muncul pada era dekade digital ke depan. Upaya penanggulangan dengan membuat bendungan tampaknya belum berbuah manis. Karena bendungan itu akan terus diserang oleh gelombang air bah yang besar. Hal ini sejalan dengan gaya hidup manusia yang berubah dan berketergantungan dengan teknologi.

Di sisi lain, ujaran kebencian menjadi industri baru dalam dunia global. Bisnis yang menggiurkan dengan berjual data dan informasi. Bagi penguasa dari sisi politik, ujaran kebencian menjadi pola baru dalam mengokohkan kekuasaan dan menakuti lawan dengan julukan ‘ujaran kebencian’. Dunia ada dalam genggamanmu. Sosial media hanyalah alat. Bergantung manusia mau mempergunakan untuk apa? Kebaikan bagi sesama atau keburukan bagi umat manusia? Jawablah jujur dengan hati nurani. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
KAM: Impor Beras Khianati Nawacita

KAM: Impor Beras Khianati Nawacita

Selasa, 23 Jan 2018 12:49

Dahnil Diperiksa Terkait Ucapan Pesimis  dengan Kasus Novel Baswedan

Dahnil Diperiksa Terkait Ucapan Pesimis dengan Kasus Novel Baswedan

Selasa, 23 Jan 2018 12:30

Formalis Gelar Rihlah Dakwiyah di Pedalaman Sragen

Formalis Gelar Rihlah Dakwiyah di Pedalaman Sragen

Selasa, 23 Jan 2018 12:25

Perempuan Mengeraskan Suara di Shalat Jahriyah?

Perempuan Mengeraskan Suara di Shalat Jahriyah?

Selasa, 23 Jan 2018 11:32

Erdogan Bersumpah Turki Tidak Akan Mundur dari Operasi Afrin

Erdogan Bersumpah Turki Tidak Akan Mundur dari Operasi Afrin

Selasa, 23 Jan 2018 07:44

[VIDEO] Duta Besar Arab Saudi Blusukan ke Lokasi Pembangunan Masjid Bentuk Ka'bah di Bekasi

[VIDEO] Duta Besar Arab Saudi Blusukan ke Lokasi Pembangunan Masjid Bentuk Ka'bah di Bekasi

Selasa, 23 Jan 2018 07:10

Hukum Dipaksakan untuk Menjerat para Ulama Seperti Ustadz Zulkifli

Hukum Dipaksakan untuk Menjerat para Ulama Seperti Ustadz Zulkifli

Senin, 22 Jan 2018 22:41

Tumbuhkan Minat Baca Sejarah Islam, KAMMI Dewata Gelar Diskusi dan Bedah Buku

Tumbuhkan Minat Baca Sejarah Islam, KAMMI Dewata Gelar Diskusi dan Bedah Buku

Senin, 22 Jan 2018 22:37

Sejarawan: Hukum Kita Semakin Jelas Menunjukkan Ketidakadilan dan Pilih Kasih

Sejarawan: Hukum Kita Semakin Jelas Menunjukkan Ketidakadilan dan Pilih Kasih

Senin, 22 Jan 2018 22:33

Nasihat untuk Pembaca dan Penghagal Al-Qur'an

Nasihat untuk Pembaca dan Penghagal Al-Qur'an

Senin, 22 Jan 2018 22:25

Pemerintah dan DPR Harus Bertanggungjawab terhadap

Pemerintah dan DPR Harus Bertanggungjawab terhadap

Senin, 22 Jan 2018 21:44

Jurnalisme Islam Harus Berikan Solusi dan Mencerahkan

Jurnalisme Islam Harus Berikan Solusi dan Mencerahkan

Senin, 22 Jan 2018 21:40

Mike Pence: Kedubes AS Akan Pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem Sebelum Akhir 2019

Mike Pence: Kedubes AS Akan Pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem Sebelum Akhir 2019

Senin, 22 Jan 2018 21:38

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

Senin, 22 Jan 2018 16:49

Voa-Islam Gelar Training Muslim Journalist Trooper, Jurnalis Video Jaman Now

Voa-Islam Gelar Training Muslim Journalist Trooper, Jurnalis Video Jaman Now

Senin, 22 Jan 2018 16:45

25.000 Petempur FSA Dukung Operasi Militer Turki di Afrin

25.000 Petempur FSA Dukung Operasi Militer Turki di Afrin

Senin, 22 Jan 2018 15:25

Madu Manjakani Atasi Masalah Kewanitaan, Miss V dan Raih Kebahagiaan Suami

Madu Manjakani Atasi Masalah Kewanitaan, Miss V dan Raih Kebahagiaan Suami

Senin, 22 Jan 2018 14:41

Bangladesh Katakan Akan Berkoordinasi dengan PBB untuk Pengembalian Pengungsi Rohingya

Bangladesh Katakan Akan Berkoordinasi dengan PBB untuk Pengembalian Pengungsi Rohingya

Senin, 22 Jan 2018 14:30

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Prof Dr Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu awal 26 Menit, Isya Lambat 26 menit

Senin, 22 Jan 2018 14:21

Ikuti Training MUSLIM JOURNALIST TROOPER, Video News Jaman NOW! Yuk Daftar

Ikuti Training MUSLIM JOURNALIST TROOPER, Video News Jaman NOW! Yuk Daftar

Senin, 22 Jan 2018 14:01


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X