Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.232 views

Meikarta dan Politik Kepentingan Pengusaha

 
Oleh AB Latif*
 
 
MEIKARTA sebuah kota di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat akan menjadi kota metropolitan ke 2 setelah Jakarta. Kota baru ini dibangun dengan anggaran Rp. 287 trilliun dengan fasilitas yang sangat luar biasa. Diantara fasilitas itu adalah Patimban Deep Seaport, international airport, kereta api cepat Jakarta, Bekasi, Cikarang, Bandung.
 
Selain itu ada Light Rail Transport (LRT), Automated People Mover (monorail), serta Cikampek Elevalted Highway. Juga akan dibangun 100 gedung pencakar langit ada 250-400 ribu unit rumah yang dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, hotel, yang kesemuanya bertaraf international. Artinya Meikarta akan menjadi kota paling modern se-Asia Tenggara. 
 
Proyek ini muncul dan menjadi fenomenal ketika media memberitakan saat dilakukan penjualan pertama. Dan pada saat itulah Pemprov Jawa Barat terkaget-kaget karena ada kota baru tanpa sepengetahuan pemerintah. Inilah awal dari pemberitaan kota baru Meikarta. Artinya tanpa ijin James Riyadi, bos Lippo Grup ini sangat berani untuk bertaruh dimana sudah 16.800 unit terjual. Ada motif apakah dibalik pembangunan kota semodern ini? Lalu apa motif politik dibalik pembangunan kota modern Meikarta?
 
Jika kita telusuri dengan kaca mata politik, tentu pembangunan sebesar itu tidaklah sekadar bisnis properti. Pastilah ada agenda-agenda politik di balik bisnis itu. Pembangunan kota ini tidak terlepas dari proyek besar reklamasi 17 pulau di Jakarta. Ada hubungan erat antara reklamasi, penista agama, dan proyek-proyek besar China di Indonesia.
 
Kalau mengacu pada apa yang pernah disampaikan oleh seorang peneliti dari Jepang Masako Kuranishi dari Universitas Tsurumi bahwa, China punya rencana besar sejak Oktober 2013 terhadap Asia, yaitu Maritime Silk Road atau sering disebut One Belt One Road (OBOR). Atau bisa dikatakan munculnya hegomoni China terhadap Indonesia.
 
Karena Indonesia merupakan jalur strategis untuk mewujudkan konsep dan rencana atau gagasan itu, maka tidak ada cara lain kucuali Indonesia harus dikuasai terlebih dahulu. Karena Indonesia merupakan jembatan untuk merealisasikan konsep Maritime Silk Road atau sering disebut One Belt One Road (OBOR).
 
Untuk menguasai Indonesia tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan tahapan demi tahapan untuk menaklukkannya. Tahapan pertama yang dilakukan adalah menjalin kerjasama di berbagai macam bidang kehidupan dan kemudian dililit dengan hutang. Diantara kerjasama itu adalah pembangunan infrastruktur yang semua proyeknya akan dikerjakan dari investor  China. Mengapa kok dikerjakan China? Semua itu dikarenakan jebakan hutang yang meminabobokan akal sehat. Yang pada akhirnya dengan hutang itu Indonesia kini mudah diarahkan dan dikendalikan, sehingga uang pinjaman dari China akan kembali ke China dalam bentuk proyek-proyek besar.
 
Dengan proyek dipegang China otomatis China akan bisa menyelamatkan warganya yang tidak mendapatkan pekerjaan. Dengan ini semua problem pengangguran dari negeri China dapat terselesaikan. Maka diimporlah ratusan ribu tenaga kerja asal China tak dapat dielakkan.
 
Kita semua tahu, bahwa di negeri China sudah penuh sesak sehingga dibutuhkan tempat baru untuk domisili penduduknya. Untuk menyelesaikan problem itu dibuatlah pulau-pulau baru dan munculah reklamasi 17 pulau di Jakarta. Dengan pulau baru harapannya dapat mengurangi kepadatan penduduk di negeri China.
 
Pada tahap selanjutnya adalah bagaimana mengendalikan pemerintahan. Untuk itu dimasukkanlah orang-orang keturunan China atau orang-orang yang berideologi komunis China untuk ditempatkan menjadi bagian dalam pemerintahan, tujuannya adalah mempermudah pelaksanaan program dan untuk mengendalikan kebijakan.
 
Dari sinilah akan munculnya berbagai kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat pribumi. Ujung dari strategi ini adalah munculnya amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Dalam UUD’45 sebelum diamandemen tahun 2001 menyebutkan bahwa Presiden adalah orang Indonesia asli. Menurut mereka inilah yang menjadi batu sandungan yang menghalangi warga China untuk menjadi penguasa. 
 
Oleh karena itu upaya mereka adalah bagaimana pasal ini bisa diubah sehingga keturunan China bisa menjadi Presiden. Dengan lobi-lobi yang hebat dan diplomasi yang kuat akhirnya kini apa yang menjadi tujuan mereka terkabulkan. Kini siapapun bisa menjadi presiden di Indonesia asal sejak kecil dilahirkan di Indonesia atau sudah menjadi warga Negara Indonesia. Artinya pintu kedua telah terbuka. 
 
Dengan terbukanya pintu ini, maka tahap ketiga inilah yang melatarbelakangi banyaknya proyek properti di Indonesia khususnya bagi orang-orang China. 
 
Sistem demokrasi di Indonesia, presiden dipilih secara langsung oleh rakyatnya. Dengan ini berarti untuk mencalonkan menjadi presiden haruslah mempunyai pemilih/masa yang banyak. Maka rencana eksudus 200 juta warga Tiongkok/China akan membanjiri Indonesia (www.jawapos.com, 24 Juli 2016).
 
Untuk menampung seluruh warga China ini, maka diperlukan hunian yang representatif. Disinilah penyebab munculnya proyek-proyek properti yang diperuntukan untuk warga China. Meikarta adalah salah satunya selain proyek besar yang ada. 
 
Tujuan dari semua ini sudah jelas bahwa 200 juta penduduk China yang akan eksodus ke Indonesia sebanding dengan warga pribumi dalam hal jumlah. Dan jika satu warga China yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden RI sudah bisa dipastikan akan menang yang pada akhirnya negeri ini dalam genggaman China. Inilah tujuan politik China untuk menguasai Indonesia. 
 
Jadi semua sudah jelas, bahwa semua kerja sama dengan China dalam bidang apapun akan menguatkan hegomoni China di Indonesia. Jika hal ini tak segera disadari, maka tunggulah kehancuran Indonesia. Kekuatan China akan semakin kuat dan tajam yang berakibat terusirnya warga pribumi. Inilah motif politik dari berbagai kebijakan dan strategi China untuk menguasai Indonesia. Lantas, bagaimanakah nasib rakyat Indonesia pada masa mendatang jika terus diperlakukan sedemikian rupa? *Direktur Indopolitik Watch

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Hamas Bersikeras Tentara Israel Tidak Akan Dibebaskan Sampai Ada Kesepakatan Pertukaran Tahanan

Senin, 29 Nov 2021 21:30

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Waspadai Gelombang Ketiga COVID-19 Saat Liburan Akhir Tahun

Senin, 29 Nov 2021 19:45

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Senin, 29 Nov 2021 19:00

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

MK Minta UU Ciptaker Direvisi, AHY: Ini Sejalan dengan Pertimbangan Demokrat

Senin, 29 Nov 2021 17:53

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Pemerintah Segera Laksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

Senin, 29 Nov 2021 17:36

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Beginilah Kita Mencintai Tanah Air Kita

Senin, 29 Nov 2021 17:02

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Marabahaya Dibalik Maraknya Industri Kontes Kecantikan

Senin, 29 Nov 2021 15:23

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Permendikbud tentang Kekerasan Seksual: Haruskah Jadi Polemik?

Senin, 29 Nov 2021 15:11

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54


MUI

Must Read!
X