Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.088 views

Mencari Penyebab Krisis Energi, Menawarkan Solusi Islami

Oleh: Umar Syarifudin

Kenaikan BBM terus menerus di sejumlah negara kapitalis mengingatkan kita bahwa mereka tidak peduli dengan kesejahteraan rakyat. Pemerintah di banyak negara ini tidak memiliki kemauan politik untuk mengendalikan swastanisasi sektor energi dan kerugian lainnya. Dan untuk menyembunyikan inefisiensi mereka dalam mengatasi salah urus di sektor migas, dalam banyak kasus pemerintah gagal menyediakan pasokan migas yang murah dan memadai untuk rumah tangga dan pabrik. Inilah wajah nyata demokrasi kapitalis dimana kepentingan elit korporat akan dilindungi dengan menjadikan publik sebagai korban.

Masalah selanjutnya muncul, kenaikan pajak yang besar di sejumlah negara merupakan efek keputusasaan dan bagian dari keprihatinan kita secara mendalam baik untuk saat ini maupun masa depan. Peningkatan besar dalam perpajakan telah membebani industri dan pertanian. Sementara masyarakat dibebani dengan pajak yang besar, pemerintah memastikan bahwa perusahaan asing diberi konsesi dan pembebasan pajak yang besar, di bawah bendera mendorong Investasi Luar Negeri. Kondisi ini makin meningkatkan dominasi asing ekonomi kita.

Peningkatan pajak merupakan konsekuensi dari rezim yang merampas pendapatan substansial melalui privatisasi sektor energi. Privatisasi sektor energi tidak akan menyelesaikan masalah. Selama beberapa dasawarsa penjajahan yang dipersonalisisasi oleh kolonialis terhadap sektor energi, pemilik swasta terus memperoleh keuntungan besar, sementara pajak kepada rakyat yang terus berlanjut terus meningkat. Privatisasi sektor energi adalah bagian dari jebakan penjajah, yang dirancang untuk mencegah negara berkembang melarikan diri dan bangkit sebagai kekuatan ekonomi.

...Upaya penyehatan ekonomi negara-negara berkembang dari krisis tidak terletak pada privatisasi, investasi asing atau pinjaman penjajah...

Upaya penyehatan ekonomi negara-negara berkembang dari krisis tidak terletak pada privatisasi, investasi asing atau pinjaman penjajah. Itu karena hal tersebut merupakan penyakit itu sendiri. Satu-satunya penyembuhan adalah dengan penerapan sistem ekonomi Islam, yang dengan sendirinya akan menghasilkan lebih dari cukup pendapatan untuk merevolusi ekonomi. Tidak seperti Kapitalisme dan Komunisme, Islam telah menyatakan bahwa energi bukanlah milik pribadi atau milik negara melainkan milik publik bagi semua umat Islam.

Di bawah ekonomi Islam, minyak, gas, mineral berlimpah, laut, sungai, padang rumput hijau, dll, semuanya adalah milik publik yang dimiliki oleh rakyat secara kolektif. Ini juga merupakan sumber dana untuk Baitul Mal, dan organisasi-organisasi yang dikelola negara di bawah pemerintahan Islam yang akan memastikan tercapainya distribusi secara merata kepada publik. Tapi hari ini kita melihat sebaliknya, liberalisasi sektor migas disahkan melalui UU. Juga kita melihat bahwa sektor energi vital dijalankan oleh organisasi swasta untuk memaksimalkan keuntungan.

Dalam pandangan Islam, meskipun negara bertanggung jawab untuk mengelola kekayaan publik dan negara, namun tidak diizinkan bagi penguasa untuk memberikan kepemilikan umum seperti migas dan mineral kepada pihak swasta manapun, baik individu atau kelompok. Karena semu ini adalah kepemilikan rakyat. Pendapatan yang masuk dari sumber tersebut digunakan untuk kepentingan umum dan menjaga urusan rakyat dan bukan untuk kepentingan negara yang seringkali diwakili oleh para pejabatnya.

Hal ini berlaku untuk semua kekayaan publik yang melimpah, baik energi, seperti minyak bumi, gas, listrik atau mineral yang dapat diganti, seperti tembaga dan baja, atau air, seperti laut, sungai dan bendungan, atau padang rumput dan hutan. Memang, umat Islam memiliki bagian terbesar dari sumber energi dan mineral dunia, namun tanpa sistem ekonomi Islam, umat Islam tenggelam dalam kemiskinan dan Umat tidak membawa masalah dalam urusan dunia, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki sebagian kecil dari kekayaan materialnya.

Oleh karena itu, untuk mengakhiri siklus krisis energi akibat buah pahit sistem kapitalisme, kaum muslim perlu menyadari bahwa sistem ekonomi Islam menawarkan alternatif praktis. Untuk mengembalikan sistem ini diperlukan usaha yang ekstra keras agar nantinya bisa diterapkan ke setiap jengkal bumi demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sendiri. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Akan Lancarkan Serangan, Taliban Peringatkan Warga Hindari Pusat Militer Afghanistan di Kabul

Akan Lancarkan Serangan, Taliban Peringatkan Warga Hindari Pusat Militer Afghanistan di Kabul

Senin, 21 May 2018 21:38

Ulama Syi'ah Moqtada Al-Sadr Beri 48 Jam Bagi Komandan IRGC Qasem Soleimani untuk Pergi dari Irak

Ulama Syi'ah Moqtada Al-Sadr Beri 48 Jam Bagi Komandan IRGC Qasem Soleimani untuk Pergi dari Irak

Senin, 21 May 2018 17:55

SOHR: Kelompok Pertama Pejuang IS Tinggalkan Benteng Terakhir Mereka di Damaskus

SOHR: Kelompok Pertama Pejuang IS Tinggalkan Benteng Terakhir Mereka di Damaskus

Senin, 21 May 2018 16:45

Ketua GNPF Ulama: Kenapa Aparat Tak Ada yang Diberi Sanksi? Kalau Begitu Saya Mau Dong Jadi Kapolda

Ketua GNPF Ulama: Kenapa Aparat Tak Ada yang Diberi Sanksi? Kalau Begitu Saya Mau Dong Jadi Kapolda

Senin, 21 May 2018 16:30

Malaysia Bentuk Gugus Tugas Khusus Tangani Perkara Kriminal 1MDB

Malaysia Bentuk Gugus Tugas Khusus Tangani Perkara Kriminal 1MDB

Senin, 21 May 2018 15:45

TPM: Ketidakadilan Picu Terorisme

TPM: Ketidakadilan Picu Terorisme

Senin, 21 May 2018 15:38

Menebus Dosa & Minta Maaf Kepada Orang yang Sudah Meninggal

Menebus Dosa & Minta Maaf Kepada Orang yang Sudah Meninggal

Senin, 21 May 2018 15:00

Libanon Tutup Klub Malam Karena Putar Rekaman Ayat Al-Qur'an Saat Pesta

Libanon Tutup Klub Malam Karena Putar Rekaman Ayat Al-Qur'an Saat Pesta

Senin, 21 May 2018 14:45

Terpapar Terorisme, LPAI: Anak Tetap Berposisi Korban

Terpapar Terorisme, LPAI: Anak Tetap Berposisi Korban

Senin, 21 May 2018 14:33

Wahai Orang Tua, Jangan Halangi Anak-anakmu untuk Mengkaji Islam!

Wahai Orang Tua, Jangan Halangi Anak-anakmu untuk Mengkaji Islam!

Senin, 21 May 2018 13:35

Ruang Gelap Dunia Maya

Ruang Gelap Dunia Maya

Senin, 21 May 2018 13:33

Hampir 10 Tahun Menjadi Gubernur, Kali Pertama Insiden Ahmadiyah Muncul di NTB

Hampir 10 Tahun Menjadi Gubernur, Kali Pertama Insiden Ahmadiyah Muncul di NTB

Senin, 21 May 2018 11:11

Agar Rumah Ramah Muslimah

Agar Rumah Ramah Muslimah

Senin, 21 May 2018 10:40

Lurah Bahagia: Penghafal Quran, Bawa Berkah

Lurah Bahagia: Penghafal Quran, Bawa Berkah

Senin, 21 May 2018 09:40

Rilis 200 Mubaligh Kemenag Pengaruhi Persatuan Umat

Rilis 200 Mubaligh Kemenag Pengaruhi Persatuan Umat

Senin, 21 May 2018 09:11

Reaksi DPR terkait Alquran Kerap Dijadikan Barang Bukti Tindakkan Teror oleh Polri

Reaksi DPR terkait Alquran Kerap Dijadikan Barang Bukti Tindakkan Teror oleh Polri

Senin, 21 May 2018 09:11

Fadli Zon: Kebijakan 200 Mubaligh Kemenag Cacat secara Metodik

Fadli Zon: Kebijakan 200 Mubaligh Kemenag Cacat secara Metodik

Senin, 21 May 2018 07:11

Interview Zaki (1): Kisah dibalik FIlm Ambulance dan Cadar

Interview Zaki (1): Kisah dibalik FIlm Ambulance dan Cadar

Senin, 21 May 2018 07:03

2019 Selamatkan Indonesia, Gerindra Ajak Partai-partai Ini untuk Bersatu

2019 Selamatkan Indonesia, Gerindra Ajak Partai-partai Ini untuk Bersatu

Senin, 21 May 2018 05:11

Myanmar Perintahkan Muslim Rohingya Pergi dari Tanah Tak Bertuan dekat Perbatasan Bangladesh

Myanmar Perintahkan Muslim Rohingya Pergi dari Tanah Tak Bertuan dekat Perbatasan Bangladesh

Ahad, 20 May 2018 22:20


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X