Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.155 views

Mencari Penyebab Krisis Energi, Menawarkan Solusi Islami

Oleh: Umar Syarifudin

Kenaikan BBM terus menerus di sejumlah negara kapitalis mengingatkan kita bahwa mereka tidak peduli dengan kesejahteraan rakyat. Pemerintah di banyak negara ini tidak memiliki kemauan politik untuk mengendalikan swastanisasi sektor energi dan kerugian lainnya. Dan untuk menyembunyikan inefisiensi mereka dalam mengatasi salah urus di sektor migas, dalam banyak kasus pemerintah gagal menyediakan pasokan migas yang murah dan memadai untuk rumah tangga dan pabrik. Inilah wajah nyata demokrasi kapitalis dimana kepentingan elit korporat akan dilindungi dengan menjadikan publik sebagai korban.

Masalah selanjutnya muncul, kenaikan pajak yang besar di sejumlah negara merupakan efek keputusasaan dan bagian dari keprihatinan kita secara mendalam baik untuk saat ini maupun masa depan. Peningkatan besar dalam perpajakan telah membebani industri dan pertanian. Sementara masyarakat dibebani dengan pajak yang besar, pemerintah memastikan bahwa perusahaan asing diberi konsesi dan pembebasan pajak yang besar, di bawah bendera mendorong Investasi Luar Negeri. Kondisi ini makin meningkatkan dominasi asing ekonomi kita.

Peningkatan pajak merupakan konsekuensi dari rezim yang merampas pendapatan substansial melalui privatisasi sektor energi. Privatisasi sektor energi tidak akan menyelesaikan masalah. Selama beberapa dasawarsa penjajahan yang dipersonalisisasi oleh kolonialis terhadap sektor energi, pemilik swasta terus memperoleh keuntungan besar, sementara pajak kepada rakyat yang terus berlanjut terus meningkat. Privatisasi sektor energi adalah bagian dari jebakan penjajah, yang dirancang untuk mencegah negara berkembang melarikan diri dan bangkit sebagai kekuatan ekonomi.

...Upaya penyehatan ekonomi negara-negara berkembang dari krisis tidak terletak pada privatisasi, investasi asing atau pinjaman penjajah...

Upaya penyehatan ekonomi negara-negara berkembang dari krisis tidak terletak pada privatisasi, investasi asing atau pinjaman penjajah. Itu karena hal tersebut merupakan penyakit itu sendiri. Satu-satunya penyembuhan adalah dengan penerapan sistem ekonomi Islam, yang dengan sendirinya akan menghasilkan lebih dari cukup pendapatan untuk merevolusi ekonomi. Tidak seperti Kapitalisme dan Komunisme, Islam telah menyatakan bahwa energi bukanlah milik pribadi atau milik negara melainkan milik publik bagi semua umat Islam.

Di bawah ekonomi Islam, minyak, gas, mineral berlimpah, laut, sungai, padang rumput hijau, dll, semuanya adalah milik publik yang dimiliki oleh rakyat secara kolektif. Ini juga merupakan sumber dana untuk Baitul Mal, dan organisasi-organisasi yang dikelola negara di bawah pemerintahan Islam yang akan memastikan tercapainya distribusi secara merata kepada publik. Tapi hari ini kita melihat sebaliknya, liberalisasi sektor migas disahkan melalui UU. Juga kita melihat bahwa sektor energi vital dijalankan oleh organisasi swasta untuk memaksimalkan keuntungan.

Dalam pandangan Islam, meskipun negara bertanggung jawab untuk mengelola kekayaan publik dan negara, namun tidak diizinkan bagi penguasa untuk memberikan kepemilikan umum seperti migas dan mineral kepada pihak swasta manapun, baik individu atau kelompok. Karena semu ini adalah kepemilikan rakyat. Pendapatan yang masuk dari sumber tersebut digunakan untuk kepentingan umum dan menjaga urusan rakyat dan bukan untuk kepentingan negara yang seringkali diwakili oleh para pejabatnya.

Hal ini berlaku untuk semua kekayaan publik yang melimpah, baik energi, seperti minyak bumi, gas, listrik atau mineral yang dapat diganti, seperti tembaga dan baja, atau air, seperti laut, sungai dan bendungan, atau padang rumput dan hutan. Memang, umat Islam memiliki bagian terbesar dari sumber energi dan mineral dunia, namun tanpa sistem ekonomi Islam, umat Islam tenggelam dalam kemiskinan dan Umat tidak membawa masalah dalam urusan dunia, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki sebagian kecil dari kekayaan materialnya.

Oleh karena itu, untuk mengakhiri siklus krisis energi akibat buah pahit sistem kapitalisme, kaum muslim perlu menyadari bahwa sistem ekonomi Islam menawarkan alternatif praktis. Untuk mengembalikan sistem ini diperlukan usaha yang ekstra keras agar nantinya bisa diterapkan ke setiap jengkal bumi demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sendiri. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Survei Internal Pentagon: Pasukan Militer AS Tidak Siap Untuk 'Bertempur Malam Ini'

Survei Internal Pentagon: Pasukan Militer AS Tidak Siap Untuk 'Bertempur Malam Ini'

Kamis, 28 Oct 2021 21:00

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Puncak HUT ke-2 Partai Gelora Indonesia

Kamis, 28 Oct 2021 20:40

UEA Kirim 12 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

UEA Kirim 12 Mantan Tahanan Guantanamo Ke Yaman

Kamis, 28 Oct 2021 20:35

Fraksi PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga Pertalite

Fraksi PKS Tolak Rencana Kenaikan Harga Pertalite

Kamis, 28 Oct 2021 20:35

Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan:  Urgensi atau Bisnis?

Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan: Urgensi atau Bisnis?

Kamis, 28 Oct 2021 20:22

Peretas Bocorkan Rincian Pribadi Ratusan Personel Tentara Israel

Peretas Bocorkan Rincian Pribadi Ratusan Personel Tentara Israel

Kamis, 28 Oct 2021 20:06

Demi Kualitas Pilpres, Capres Independen Layak Diperjuangkan

Demi Kualitas Pilpres, Capres Independen Layak Diperjuangkan

Kamis, 28 Oct 2021 19:08

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kisah Karir Bintang Klub Liverpool Mo Salah Akan Diajarkan Di Sekolah-sekolah Mesir

Kamis, 28 Oct 2021 13:55

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Diusia Senja Terus Mengais Rejeki Halal

Kamis, 28 Oct 2021 12:25

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Inilah Peran Laboratorium dalam Sertifikasi Halal

Kamis, 28 Oct 2021 10:18

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

HNW: Kemenag Tak untuk Diklaim atau Dibubarkan

Kamis, 28 Oct 2021 08:09

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Tarif PCR Turun! Ini Harga Terbarunya

Rabu, 27 Oct 2021 23:34

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Kritik Keras Wacana Tes PCR Bagi Semua Moda Transportasi, Bukhori: Rakyat Bukan Sapi Perah!

Rabu, 27 Oct 2021 23:16

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Relawan Baraya Rajiv Serahkan Bantuan untuk Pasien Kanker di Banjaran Kabupaten Bandung

Rabu, 27 Oct 2021 23:08

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Perayaan HUT ke-2, Partai Gelora Angkat Tema 'Kolaborasi Indonesia Menuju 5 Besar Dunia'

Rabu, 27 Oct 2021 22:50

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Turki Kirim 200 Truk Penuh Peralatan Militer Dan Logistik Ke Suriah Utara

Rabu, 27 Oct 2021 22:15

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Warga Kashmir Terancam Tuduhan Teror Hanya Karena Dukung Kemenangan Tim Kriket Pakistan Atas India

Rabu, 27 Oct 2021 21:55

Waspada Propaganda LGBT

Waspada Propaganda LGBT

Rabu, 27 Oct 2021 18:49

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Sedih dan Malu, Garuda Indonesia Akan Hembuskan Napas Terakhir

Rabu, 27 Oct 2021 18:28

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Haftar Dan Saif Al-Islam Khadafi Gunakan Perusahaan Israel Untuk Jalankan Kampanye Pemilu Libya

Rabu, 27 Oct 2021 17:30


MUI

Must Read!
X