Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.019 views

Akankah Trump Meng-intervensi Myanmar Sebagaimana Suriah?

Oleh: Ahmad Fahrur Rozi

Penyair Romawi, Quintus Horatius Flaccus (65-8 SM), dikenal sebagai Horace, pernah menulis puisi begini: carpe diem, quam minimum credula postero. Jika diterjemahkan secara bebas, frasa tersebut berarti ‘petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok’.

Entah Presiden Amerika Serikat Donald J Trump pernah membaca puisi Horatius itu atau tidak, tetapi nampaknya keputusan untuk mengintervensi konflik Suriah dan sebaliknya mengabaikan genosida terhadap etnis Rohingya adalah momen carpe diem. Ia tidak mau membuang waktu, bertindak inpulsif jika ada kesempatan dan bersikap acuh jika tak ada imbalan.

Namun begitu, momen carpe diem Trump, tidak sepenuhnya tanpa pertimbangan. Keputusan menyerang pangkalan militer Suriah, juga sikap "I don't care" terhadap Rohingya, diambil sekitar satu jam setelah makan malam dengan rivalnya, Presiden China Xi Jinping, di kelab Mar-a-Largo, Florida.

Makan malam politik yang hangat dengan bahasan tentang “kebandelan” Korea Utara yang terus melakukan uji coba nuklir serta bagi-bagi "kue" minyak/mineral di Suriah dan Laut Cina Selatan (LCS). Dan sepertinya, menyertakan kesepakatan tentang siapa yang akan mengambil cadangan minyak 6 milyar barrel di teluk Myanmar, juga siapa yang ditugasi "membasmi serangga" yang berpotensi menghalangi eksplorasi tersebut (dalam hal ini serangga yang dimaksud adalah etnis Rohingya).

AS di bawah kendali Trump memang anomalis. Bahkan editor The New Yorker, David Remnick menyebut terpilihnya Trump sebagai tragedi terburuk Amerika.

...AS di bawah kendali Trump memang anomalis. Bahkan editor The New Yorker, David Remnick menyebut terpilihnya Trump sebagai tragedi terburuk Amerika...

Atas dasar bahwa Presiden Suriah Bassar al-Assad menggunakan senjata kimia (Gas Nafarin) di Aleppo, Trump memerintahkan penyerangan terhadap pangkalan udara Suriah, Shayrat, di Provinsi Homs. Jumat pagi 5 April 2017. 59 peluru kendali serang daratan Tomahawk (TLAMs) meluncur dari kapal perusak USS Porter dan USS Ross yang berada di Laut Mediterania. Namun hal serupa tidak ditempuh Trump terhadap junta militer Myanmar, dengan sokongan penuh Cina, yang melakukan perburuan, pemerkosaan, pembantaian, pembakaran dan upaya pembersihan etnis terhadap 1,3 juta muslim Rohingya.

Sikap kontradiktif Trump ini sepertinya sejalan dengan hasil investigasi psikologis yang dilakukan oleh psikolog Harvard, Dan P McAdams dalam buku The Mind of Donald Trump. McAdams menulis, Trump memiliki karakter, sifat narsisisme, tidak menyenangkan, ofensif, suka bertengkar, tidak peduli orang lain, bertemperamen buruk, dan grandiosity.

Buktinya, sesaat setelah merudal Suriah, Trump membuat cuitan di Twitter, menyerukan “semua bangsa beradab untuk bergabung dengan AS guna mengakhiri tragedi kemanusiaan, pembantaian dan pertumpahan darah.” Namun, di saat hampir bersamaan, ia justru diam atas genosida Rohingya.

Meski begitu, Trump adalah presiden yang kebijakannya selama ini selalu membuat orang, rakyatnya, dan negara lain bingung. Ia sulit ditebak. Bisa jadi, dan semoga saja, ia akan bereaksi keras sebagaimana di Suriah. Mengintervensi konflik Rohingya, merebut hak konsesi minyak Myanmar dari Cina, bahkan mungkin saja memulai konfrontasi terbuka.

Itu skenario tersingkat menyelamatkan etnis Rohingya, tatkala pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, sang peraih nobel Perdamaian, tak lagi fokus membantai muslim Rohingya karena tersibukkan oleh pertikaian dua bos besarnya, AS dan Cina. Mau tidak mau Suu Kyi harus mendamaikan keduanya. Karena perekonomian Myanmar bangkit dan melejit mencetak rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia (8,7%) semua atas jasa kedua negara tersebut.

Intervensi Trump bisa menjadi cara tersingkat meredam kebrutalan Junta Myanmar. Sebelum nantinya Muslim Rohingya, juga muslim Xinjiang, Kashmir, Aleppo, Bangassou, Pattani dan muslim lain yang teraniaya di seluruh penjuru dunia, diselamatkan oleh tentara Khilafah.

Sembari mendoakan saudara kita muslim Rohingya, mari mengamati tingkah polah pemimpin negeri-negeri Islam yang sebatas mengirim bantuan pangan dan mengamini apa kata dan laku DJ Trump. (riafariana/voa-islam.com)

------
Beberapa poin disadur dari Buku Solusi Indonesia.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Jum'at, 22 Oct 2021 15:45

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

Jum'at, 22 Oct 2021 15:34

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Jum'at, 22 Oct 2021 14:50

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Kamis, 21 Oct 2021 16:35

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

Kamis, 21 Oct 2021 15:12

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Kamis, 21 Oct 2021 14:14

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Kamis, 21 Oct 2021 13:14

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Kamis, 21 Oct 2021 13:02

Hanya Satu: Islam

Hanya Satu: Islam

Kamis, 21 Oct 2021 12:55

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07

Dewan Da'wah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Cendekia Banyumas

Dewan Da'wah Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Cendekia Banyumas

Rabu, 20 Oct 2021 20:17

Keren! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

Keren! Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Lolos KSN Nasional

Rabu, 20 Oct 2021 19:59

Wakil Menkeu AS: Taliban Tidak Akan Diizinkan Mengakses Cadangan Devisa Bank Sentral Afghanistan

Wakil Menkeu AS: Taliban Tidak Akan Diizinkan Mengakses Cadangan Devisa Bank Sentral Afghanistan

Rabu, 20 Oct 2021 19:50

Adara Lipatgandakan Kontribusi untuk Palestina dan Indonesia Selama 2021

Adara Lipatgandakan Kontribusi untuk Palestina dan Indonesia Selama 2021

Rabu, 20 Oct 2021 19:28

14 Tentara Suriah Tewas Setelah Bus Yang Mereka Tumpangi Dihantam Bom Pinggir Jalan Di Damaskus

14 Tentara Suriah Tewas Setelah Bus Yang Mereka Tumpangi Dihantam Bom Pinggir Jalan Di Damaskus

Rabu, 20 Oct 2021 18:00


MUI

Must Read!
X