Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.358 views

Bagus, Polisi Mulai Netral

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

"Tugasmu mengayomi...

Tugasmu mengayomi...

Pak Polisi...Pak Polisi...

Jangan ikut kompetisi...'

Itulah syair yang sekarang dinyanyikan dimana-mana. Viral dan semakin banyak yang antusias menyanyikannya. Dari anak muda millenial, hingga para ustadz dan politisi.

Syair ini seperti bentuk kritik kepada aparat kepolisian yang dikesankan tidak netral dalam pilpres 2019. Dengan syair lagu ini rakyat mengingatkan, sekaligus berharap agar polisi tetap berada pada posisi netral. Demokrasi ini akan berjalan dengan baik jika dikawal oleh aparat hukum yang netral. Tidak hanya polisi, tapi juga TNI. Tuntutan yang sama juga ditujukan kepada ASN, KPU dan Bawaslu.

Syair nyanyian itu kabarnya dipicu kemunculannya oleh gambar foto sejumlah orang yang "diduga" berseragam polisi ikut acungkan satu jari. Bahkan ada orang yang "diduga" berseragam polisi, lagi-lagi dalam video yang viral, mengawal pembagian sembako oleh kubu salah satu Paslon.

Bahaya! Demokrasi tak akan berjalan baik jika aparat yang seharusnya jadi wasit ikut serta dalam kompetisi. Tugasmu mengayomi pak polisi, tegur syair nyanyian itu.

Kabarnya, sepekan ini polisi mulai bergeser ke tengah. Tidak lagi berada di kubu Paslon tertentu. Hal ini karena kerasnya kritik dan protes rakyat. Polisi dari rakyat dan digaji rakyat, sudah seharusnya bekerja untuk rakyat, bukan untuk presiden yang sekarang lagi nyapres. Ini baru cocok!

Lagian, tanda-tanda Jokowi akan kalah potensinya makin besar. Gelombang perlawanan rakyat makin membesar. Elektabilitas Jokowi terus anjlok. Terakhir LIPI merilis bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tinggal 40,3 persen. Gak jauh dengan hasil surveinya Eep Syaefullah Fatah, CEO PolMark. Dalam survei PolMark, Jokowi 40,4 persen. Hanya saja, PolMark tak melakukan survei lagi untuk menghitung kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi mendekati hari pencoblosan. Di survei LIPI, elektabilitas Prabowo-Sandi 45,4 persen.

Bagaimana survei Indobarometer? Lupakan! Meskipun sudah mulai melipir dengan kasih angka untuk Jokowi 50,2 persen. Supaya tak terlalu berat bebannya nanti kalau Jokowi kalah. Biarlah beban itu hanya ditanggung LSI Denny JA dan MSRC Syaeful Muzani yang terus melambungkan elektabilitas Jokowi. Harap maklum, pemilu itu masa panen raya.

Para pendukung Jokowi juga pelan-pelan mulai meninggalkannya. Rugi besar bagi Polri jika nekat belain dan kampanye untuk petahana. Karena itu, langkah Tito sangat tepat. Dengan netral, Tito telah selamatkan institusi Polri dari image buruk di mata rakyat selama ini. Jangan hanya karena pilpres, reputasi kepolisian yang luar biasa banyak jadi tertutup.

Dalam posisi netral, kalau nanti Jokowi kalah, polri tak harus ikut menanggung beban kekalahan itu. Terutama ketika berhadapan dengan eforia rakyat yang merayakan kemenangan. Rakyat di kota-kota besar di seluruh Indonesia berencana akan merayakan kemenangan itu. Pesta kambing guling dan sejenisnya sedang dipersiapkan rakyat menyambut kemenangan mereka atas Jokowi.

Dalam situasi kali ini, apa yang dilakukan Kapolri adalah langkah smart, cermat, cepat dan tepat. Tabik Pak Kapolri. Anda hebat!

Sikap netral polri ditunjukkan dengan mengirimkan telegram kepada seluruh jajaran kepolisian agar netral. Tak boleh ikut salam satu atau dua jari, tak boleh pula bantu memasang gambar paslon tertentu, apalagi ikutan mengawal bagi-bagi sembako. Ini instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Keren habis!

Polri juga membatalkan acara Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang rencananya akan diadakan tanggal 31 Maret nanti. Acara ini diundur sampai selesai pilpres 17 April. Alasannya? Khawatir disusupi kampanye pilpres. Tentu, publik tahu siapa yang berpotensi untuk berkampanye disitu. Sekali lagi, keren Pak Tito. Langkah yang patut diacungkan sepuluh jari.

Tinggal sekarang rakyat mesti bersama-sama polisi amankan pemilu, awasi agar jujur dan adil. Rakyat dan polisi bahu membahu untuk menghalau semua bentuk kecurangan. Bantu dan dorong polisi untuk bersikap tegas kepada para pelaku kecurangan. Tempel terus petugas kepolisian, dan pastikan mereka menjalankan instruksi Kapolri.  Bila perlu, buat tim kecil di setiap TPS yang terdiri dari rakyat, polisi, TNI dan Bawaslu. Ada kecurangan, tangkap! Lalu serahkan kepada polisi untuk memprosesnya. Ayo Pak Polisi, rakyat bersamamu! [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Iran Sita Kapal Tanker Minyak Inggris di Selat Hormuz

Iran Sita Kapal Tanker Minyak Inggris di Selat Hormuz

Sabtu, 20 Jul 2019 18:57

Pemilu Bersejarah Sedang Berlangsung di Bekas Distrik Suku Pakistan

Pemilu Bersejarah Sedang Berlangsung di Bekas Distrik Suku Pakistan

Sabtu, 20 Jul 2019 18:45

Drone Tak Dikenal Serang Markas MIlisi Syiah Irak Hashd al-Sha'abi

Drone Tak Dikenal Serang Markas MIlisi Syiah Irak Hashd al-Sha'abi

Sabtu, 20 Jul 2019 17:35

AILA: Berkebaya Itu Pilihan, Bagi Muslimah yang Paling Penting Ikut Perintah Allah Menutup Aurat

AILA: Berkebaya Itu Pilihan, Bagi Muslimah yang Paling Penting Ikut Perintah Allah Menutup Aurat

Sabtu, 20 Jul 2019 17:19

Pelecahan Hukum

Pelecahan Hukum

Sabtu, 20 Jul 2019 14:25

Bau Otoriter

Bau Otoriter

Sabtu, 20 Jul 2019 13:21

Bahaya UU ITE di Depan Mata, Pegiat: Lagi Pada Sadar?

Bahaya UU ITE di Depan Mata, Pegiat: Lagi Pada Sadar?

Sabtu, 20 Jul 2019 13:07

Sah, Inilah 3 Bentuk Kurban Untuk yang Sudah Wafat

Sah, Inilah 3 Bentuk Kurban Untuk yang Sudah Wafat

Sabtu, 20 Jul 2019 13:00

Anies, Icon Kerakyatan dan Ke-Indonesiaan

Anies, Icon Kerakyatan dan Ke-Indonesiaan

Sabtu, 20 Jul 2019 12:54

TransJakarta Buatan Cina, Kemanakah Kini?

TransJakarta Buatan Cina, Kemanakah Kini?

Sabtu, 20 Jul 2019 12:07

Waspadai Pelangi Buatan Manusia dalam Simbol Sexual Menyimpang

Waspadai Pelangi Buatan Manusia dalam Simbol Sexual Menyimpang

Sabtu, 20 Jul 2019 11:20

Fahri Hamzah: Bahayanya Kekuasaan di Tangan Orang Dungu

Fahri Hamzah: Bahayanya Kekuasaan di Tangan Orang Dungu

Sabtu, 20 Jul 2019 11:07

Suap Menyuap dan Korupsi sebagai Akarnya

Suap Menyuap dan Korupsi sebagai Akarnya

Sabtu, 20 Jul 2019 10:07

Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

Film Dua Garis Biru, Potret Buram Tontonan Zaman Now

Sabtu, 20 Jul 2019 05:44

Cara Memperlakukan Kulit Hewan Kurban?

Cara Memperlakukan Kulit Hewan Kurban?

Sabtu, 20 Jul 2019 05:10

KB dan Pernikahan Dini, Solusi atau Bencana?

KB dan Pernikahan Dini, Solusi atau Bencana?

Sabtu, 20 Jul 2019 01:26

Krisis Keadilan di Negara Hukum

Krisis Keadilan di Negara Hukum

Jum'at, 19 Jul 2019 23:23

Pajak, Alat Pemalak Rakyat di Negeri Zamrud Khatulistiwa

Pajak, Alat Pemalak Rakyat di Negeri Zamrud Khatulistiwa

Jum'at, 19 Jul 2019 22:25

Dua Garis Biru, Ada Apa Ya?

Dua Garis Biru, Ada Apa Ya?

Jum'at, 19 Jul 2019 22:14

Mantan Jubir LNA Sebut Jenderal Haftar Gunakan 'Sihir' Untuk Hipnotis Pasukannya

Mantan Jubir LNA Sebut Jenderal Haftar Gunakan 'Sihir' Untuk Hipnotis Pasukannya

Jum'at, 19 Jul 2019 21:35


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X