Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.657 views

Dibalik Proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Islam

Oleh:

Annisa Rahma S

Mahasiswa Fisip Ilmu Hubungan Internasional Unpas Bandung

 

BANK Dunia menyetujui pinjaman senilai Rp3,7 triliun, untuk mendukung program peningkatan mutu madrasah dasar dan menengah di Indonesia. Berdasarkan catatan Bank Dunia, sekitar 8 juta anak atau 15% dari total siswa sekolah dasar dan menengah di Indonesia mengenyam pendidikan di sekolah agama di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Dalam praktiknya, sekolah-sekolah tersebut mengikuti kurikukum nasional dan banyak diikuti anak-anak dari kelurga termiskin di daerah pedesaan.

Pendidikan Islam di Indonesia saat ini dinilai sebagai lembaga pendidikan yang paling modern di dunia. Melalui pendidikan Islam inilah karakter keberagaman masyarakat Indonesia yang toleran dan moderat dibentuk. Namun, akhir-akhir ini pendidikan Islam Indonesia tengah menghadapi tantangan pemahaman keagamaan yang datang dari luar, khususnya pemahaman yang radikal dan ekstrem. Prof. Kamaruddin mengatakan, radikalisme dan ekstemisme sejatinya adalah konsekuensi dari adanya globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, namun permasalahannya itu direspon oleh pemerintah Indonesia. Untuk mengatasinya, menurut dia, Kementrian Agama tengah gencar mempromosikan moderasi beragama yang merupakan konter terhadap narasi radikalisme dan ekstremisme tersebut.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Maksum Machfoedz menanggapi soal penggunaan Dana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) untuk peningkatan mutu madrasah. Dia mengaku secara umum tidak mempermasalahkan ihwal peminjaman dana dari Bank Dunia itu. Namun, lanjut Maksum, yang menjadi fokus adalah sejauh mana efektivitas penggunaan dana tersebut.

Fakta-fakta tersebut kembali menarik perhatian, seperti yang yang dibahas pada tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Pengaruh Neo-Liberalisme Terhadap Kebijakan Pemerintah”, bahwa lagi-lagi pemahanan Neolib ini mempengaruhi arus kendali kebijakan yang diambil di Indonesia, terkhusus dalam bidang pendidikan yang kini justru menjadi hidangan lezat dibalik proyek peminjaman uang kepada Bank Dunia. Jika kita melihat dari satu sudut pandang saja, bahwa tindakan PHLN ini bagaikan membuka kran untuk masuknya penjajahan asing melalui pendidikan, jelas akan mempengaruhi kualitas tingkah laku generasi penerus bangsa. Karena yang kita kenal istilah “No Free Lunch”, seharusnya dapat menjadi salah satu alat untuk bertindaknya pemerintah agar lebih hati-hati dalam memutuskan kebijakan.

Dalam hal ini tentu kita dapat mengatakan bahwa ini merupakan kelalaian pemerintah dalam mengurusi urusan negara, terutama hal yang paling penting yaitu pendidikan. Seharusnya pendidikan merupakan hal utama yang diperhatikan pemerintah, karena bagaimanapun juga pendidikan merupakan suatu jalan untuk generasi penerus bangsa membangun suatu peradaban. Namun, ironinya ketika dana pendidikan saja sudah mengambil tindakan peminjaman uang kepada Bank Dunia, sama saja dengan membuka celah intervensi asing ke dalam pendidikan Islam di Indonesia.

Di atas sempat dibahas mengenai pengaruh radikalisme yang mulai mempengaruhi madrasah di Indonesia, namun disini yang sedikit akan saya singgung mengenai radikalismeseperti apa yang dimaksud ? karena kita tahu bahwa arti yang sebenarnya dalam KBBI, radikal adalah secara mendasar (sampai kepada hal prinsip), bukan kah hal yang positif ketika ada seseorang yang radikalisme terhadap agamanya, bisa disimpulkan bahwa agama yang dianutnya sampai dengan prinsip yang sebenarnya, artinya benar-benar memahami agama, tidak memilah yang ia sukai saja. Namun, makna radikalisme itu sekarang berubah, seolah menjadi hal yang negatif terlebih disudutkan pada agama islam.

Ideologi yang dianut oleh suatu negara akan menjadi asas kebijakan bagi sistem pendidikannya. Kebijakan tersebut khususnya berkaitan dengan dua hal utama yaitu pendidikan yang diwujudkan dalam format kurikulum dan peranan negara dalam memenuhi keperluan pendidikan masyarakatnya. Sistem pendidikan yang benar menurut Islam adalah sistem yang secara keseluruhan terpancar dari ideologi atau akidah Islam. Dalam khilafah Islam, tujuan pendidikan, struktur kurikulum dan peranan negara dalam bidang pendidikan dibuat sesuai dengan tuntutan syariah Islam. Pemerintah seharusnya dapat membentuk kepribadian Islam (Syakhsiyah Islamiyah) bagi setiap Muslim serta membekali dirinya dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan.

Pendidikan dalam Islam merupakan keperluan asas sebagaimana keperluan terhadap makan, minum, pakaian, rumah, kesehatan dan sebagainya. Negara wajib menjamin pendidikan yang bermutu bagi seluruh warga negara khilafah Islam secara percuma sehingga ke peringkat pengajian tinggi dengan kemudahan-kemudahan yang disediakan dengan sebaik mungkin (An-Nabhani, Ad-Daulah al-Islamiyah, hlm. 283-284).

Secara strukturnya, kurikulum pendidikan dalam Khilafah Islam dibagi kepada tiga komponen utama, yaitu Pembentukan kepribadian Islam, Penguasaan tsaqofah Islam, dan Penguasaan Ilmu kehidupan (Sains dan Teknologi kepakaran serta kemahiran). Kurikulin ini diikuti dengan berbagai dasar negara yang bertujuan untuk mencapai maklumat yang telah digariskan. Salah satu dasar penting dalam hal ini adalah berkaitan dengan biaya pendidikan yang murah bahkan percuma. Dalam Islam, megara wajib menyedikan pendidikan murah atau bebas kepada warga negaranya, baik Muslim maupun non-Muslim agar mereka dapat menjalankan kewajibannya atau memenuhi keperluan asas mereka, yaitu pendidikan. Rasulullah ﷺ bersabda “Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan dia diminta pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya” [HR al-Bukhari dan Muslim].

Generasi berkualitas adalah generasi yang melahirkan barisan pemimpin umat yang tidak hanya memiliki keahlian, melainkan juga memiliki kepribadian istimewa yang ditunjukkan oleh integritasnya pada nilai-nilai kebenaran. Kepribadian ini merupakan pancaran dari kesatuan pola pikir dan pola sikap yang benar dan luhur. Generasi seperti inilah yang diharapkan menjadi penerus umat, yang akan membawa negerinya menjadi negeri besar, kuat, dan terdepan. Generasi seperti ini bila menjadi pemimpin tidak akan menggadaikan negerinya diperas dan dijajah oleh penjajah asing demi untuk memperkaya dirinya dan keluarganya. Tetapi sebaliknya, mereka rela berkorban untuk melindungi negerinya dari cengkraman penjajahan dalam bentuk apapun (Fika Komara, 2016: 76).*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Menjadi Hamba yang Beriman

Menjadi Hamba yang Beriman

Senin, 20 Jan 2020 21:29

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

PKS: Revisi PP Minerba Jangan Lupakan Hak Rakyat

Senin, 20 Jan 2020 21:07

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Badan Hukum Inggris Minta Presiden Mesir Al-Sisi Ditahan Karena Membunuh Mursi

Senin, 20 Jan 2020 21:00

Corruption Unfinished

Corruption Unfinished

Senin, 20 Jan 2020 20:27

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Cabuli 11 Bocah Laki-laki, Ketua Ikatan Gay Tulungagung Diamankan Polisi

Senin, 20 Jan 2020 20:14

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Kesaksian Munarman: Joserizal adalah Seorang Mujahid fi Sabilillah

Senin, 20 Jan 2020 14:47

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Tentara AS Halangi Pasukan Rusia Capai Ladang Minyak di Hasakah Suriah

Senin, 20 Jan 2020 14:30

Pejuang Suriah Serang Pangkalan Udara Hmeimim Rusia di Latakia Dengan Drone

Pejuang Suriah Serang Pangkalan Udara Hmeimim Rusia di Latakia Dengan Drone

Senin, 20 Jan 2020 13:46

Pembukaan Lahan Rumput Laut Untuk Memandirikan Mahasiswa ADI Kupang

Pembukaan Lahan Rumput Laut Untuk Memandirikan Mahasiswa ADI Kupang

Senin, 20 Jan 2020 00:38

Kisah Cinta Pangeran Harry dan Megan, Happily Ever After?

Kisah Cinta Pangeran Harry dan Megan, Happily Ever After?

Ahad, 19 Jan 2020 21:33

Sektor Pariwisata di Iran Semakin Terpukul Menyusul Jatuhnya Pesawat Ukiraina

Sektor Pariwisata di Iran Semakin Terpukul Menyusul Jatuhnya Pesawat Ukiraina

Ahad, 19 Jan 2020 21:30

Ningsih Tinampi, Ajaran Sesat yang Berkembang Pesat

Ningsih Tinampi, Ajaran Sesat yang Berkembang Pesat

Ahad, 19 Jan 2020 21:19

Parlemen Yordania Lakukan Pemungutan Suara untuk Melarang Impor Gas dari Israel

Parlemen Yordania Lakukan Pemungutan Suara untuk Melarang Impor Gas dari Israel

Ahad, 19 Jan 2020 21:01

Iran 'Tidak Miliki Rencana' Kirim Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh ke Kiev

Iran 'Tidak Miliki Rencana' Kirim Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh ke Kiev

Ahad, 19 Jan 2020 20:19

Pengunjuk Rasa Irak Bakar Markas Milisi Syi'ah Hizbulata di Najaf

Pengunjuk Rasa Irak Bakar Markas Milisi Syi'ah Hizbulata di Najaf

Ahad, 19 Jan 2020 19:39

Remaja Mesjid Baiturrahmah Banda Aceh Gelar Aneka Lomba Islami

Remaja Mesjid Baiturrahmah Banda Aceh Gelar Aneka Lomba Islami

Ahad, 19 Jan 2020 17:24

Fakta Liputan 'Predator Seksual Setan' Reynhard Sinaga

Fakta Liputan 'Predator Seksual Setan' Reynhard Sinaga

Ahad, 19 Jan 2020 16:25

Si Melon yang Mencekik

Si Melon yang Mencekik

Ahad, 19 Jan 2020 15:17

Jilbab Ga wajib? Fix, Anda Liberal!

Jilbab Ga wajib? Fix, Anda Liberal!

Ahad, 19 Jan 2020 15:02

Tepuk Radikal

Tepuk Radikal

Ahad, 19 Jan 2020 14:56


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X