Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.105 views

Paradoks Sikap Indonesia Mengenai Corona

 

Oleh:

Ifa Mufida, Pemerhati Sosial

 

KORBAN jiwa akibat virus corona di China terus bertambah. Otoritas China mengatakan korban tewas melonjak menjadi 80 usai 24 orang kembali meninggal di Hubei. Dilansir dari AFP, Senin (27/1/2020), saat ini total kasus virus corona yang terkonfirmasi naik tajam menjadi 2.744. Berdasarkan perhitungan nasional, jumlah orang yang terinfeksi meningkat 769.461 di antaranya berada dalam kondisi serius (m.detik.com, 27/91/2020).

China sendiri telah mengisolasi Hubei. Hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona di China. Virus ini mulanya berasal dari Wuhan, Hubei dan kemudian merebak ke wilayah China lainnya. Pemerintah China menyebut situasi ini begitu genting dan membatasi semua perjalanan.

Secara medis, virus corona akan menyebabkan pneunomia.  Orang yang terinfeksi virus ini dilaporkan memiliki gejala seperti batuk, demam, dan kesulitan bernafas. Bahkan, pada kasus parah dapat terjadi kegagalan organ. Obat antibiotik pun tidak ada gunanya untuk virus corona, sehingga pemulihan bergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh penderita. Lebih mematikan bagi mereka yang sudah memiliki penyakit lain sebelumnya misal diabetes, jantung, dll.

Penularan virus corona berlangsung relatif sangat cepat. Dua analisis ilmiah dari Imperial College London dan  Universitas Manchester mengenai penyebaran Corona menyebutkan bahwa satu orang yang terkena virus itu menulari dua atau tiga orang lain. Hal ini disimpulkan dari jumlah tertular yang ada saat ini.

Walau kasus yang paling banyak dijumpai di China. Namun, kasus ini juga sudah dilaporkan di berbagai negara di benua Asia, Amerika dan Eropa. Di Hong Kong dan Thailand masing-masing sudah ada 8 kasus dilaporkan. Di AS dan Makau sudah teridentifikasi 5 kasus. Menyusul di belakangnya ada Australia, Malaysia, Singapura dan Taiwan yang masing-masing melaporkan 4 kasus. Jepang dan Perancis 3 kasus, Vietnam dan Korea Selatan masing-masing 2 kasus dan Nepal serta Kanada masing-masing 1 kasus (CNBC Indonesia.com).

Melihat data tersebut, nampaknya memang penularan virus Corona sudah mulai menyebar ke negara-negara tetangga. Hal ini akan menjadi ancaman nyata jika tidak ada tindakan pencegahannya. Sebagaimana disampaikan  oleh kepala Program Riset Biosecurity di Kirby Institute di Universitas New South Wales, Australia, mengatakan hari Sabtu (25/1/2020) bahwa dia sangat mencemaskan tingkat penyebaran Corona di China. Menurut Raina MacIntyre, semakin cepat penularan di China berarti semakin tinggi pula bahaya yang mengancam dunia.

Maka wajar jika beberapa negara yang disinyalir warganya tertular virus ini akan segera mengevakuasi mereka dari Wuhan. Mereka antara lain Perancis, USA, dan Rusia. Hampir semua negara di dunia pun juga melakukan larangan tegas warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke China. Begitu juga melarang masuknya warga China ke negaranya. Hal ini adalah dalam rangka mencegah penularan Corona. Namun nampaknya cukup berbeda dari Indonesia.

Senagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang menerima 174 turis asal Kunming, China, di Bandara Internasional Minangkabau di Padang pada Minggu (26/1). Ratusan turis tersebut disambut langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Sekda Sumbar Alwis. Begitu juga Pemprov Sulawesi Utara telah menerima kedatangan tujuh turis di Manado yang terindikasi terjangkit virus corona. Namun, pihak Lion Air selaku maskapai telah membantah indikasi tersebut.

Sontak sikap Pemda tersebut menimbulkan protes dari netizen. Bahkan, penolakan tersebut menjadi trending topic di Twitter pada Minggu (26/1) pagi. Tagar #TolakSementaraTurisChina viral dikarenakan banyaknya turis yang datang ke Indonesia. Sungguh ironi, melihat fakta bagaimana virus ini sangat mudah menular dan menyebabkan kematian seharusnya ada upaya kongkret untuk mencegah penularan nya.

Sayangnya sejauh ini, para pejabat Indonesia justru sebatas mengeluarkan pernyataan bahwa puluhan bandara internasional akan dilengkapi dengan detektor panas tubuh. Tetapi, belum tampak ada sosialisasi yang gencar mengenai virus Corona. Tidak keliru kalau ada kesan bahwa pemerintah Indonesia jauh lebih santai dibanding kebijakan  di negara-negara tetangga.

Kementerian Kesehatan hanya mengeluarkan anjuran perjalanan (travel advisory) guna meminimalisir dampak pandemi tersebut. Begitu juga  kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I, Bandara Soekarno-Hatta, dr. Anas Ma'aruf di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (22/1/2020) malam menyatakan bahwa, "Kita tidak melakukan restriksi, pembatasan perjalanan orang, karena bisnis bisa merugi, ekonomi bisa berhenti."

Di sisi lain, Bapak Presiden juga melakukan langkah yang meloncat. Presiden lebih memikirkan bagaimana nanti penanggulangan jika ada penularan penyakit ini di Indonesia. Beliau mengatakan pemerintah sudah menyiagakan sebanyak 100 rumah sakit dengan ruang isolasi untuk pasien dengan gejala penyakit di paru-paru dan saluran pernapasan.

Padahal sebelum itu yang lebih penting adalah membatasi masuknya warga China adalah hal yang wajib dilakukan. Langkah ini dalam rangka untuk benar-benar memutus adanya kemungkinan virus ini masuk di Indonesia. Bukan sebaliknya, hanya memikirkan kerugian dalam sisi ekonomi, tersebab akan menjadikan sepinya sektor pariwisata.

Seungguh miris. Kapitalime telah menjadikan negara ini hanya memikirkan keuntungan materi dibandingkan melindungi warga negaranya dari virus mematikan. Hal ini juga menunjukkan bagaimana segi prioritas pemerintah, dimana lebih memikirkan untung rugi dibandingkan dengan keselamatan rakyatnya.

Hal ini adalah salah satu saja paradoks sikap pemerintah Indonesia yang kembali membuat rakyat mengelus dada. Seolah rakyat tak henti-hentinya dikorbankan. Masih sesak dada masyarakat akibat kenaikan BPJS dua kali lipat, sedang di sisi lain pemerintah menggaji direksi dan dewan pengawas KPK sampai ratusan juta tiap bulan. Belum lagi kebijakan impor yang hampir di segala lini menjadikan rakyat Indonesia kesulitan untuk memasarkan produknya. Serta masih banyak lagi fakta paradoks sikap pemerintah.

Sekali lagi, untuk kasus corona harusnya pemerintah mengambil sikap tegas untuk melakukan pembatasan 100 persen  pencegahan total dengan kebijakan travel warning atau larangan masuknya turis China. Hal ini lah yang dituntun oleh Islam.  Sebagaimana wabah atau penyakit menular, sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu, wabah yang cukup dikenal adalah pes dan lepra. Nabi pun melarang umatnya untuk memasuki daerah yang terkena wabah, apakah itu pes, lepra, maupun penyakit menular lain.

Rasulullah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kelian meninggalkan tempat itu," (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).Wallahu a'lam bi shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Komandan Pasukan Armenia Dipecat Menyusul Kekalahan Besar Dalam Perang Melawan Azerbaijan

Komandan Pasukan Armenia Dipecat Menyusul Kekalahan Besar Dalam Perang Melawan Azerbaijan

Rabu, 28 Oct 2020 15:30

UEA AKan Jual Wine Israel yang Diproduksi di Dataran Tinggi Golan Suriah Yang Diduduki

UEA AKan Jual Wine Israel yang Diproduksi di Dataran Tinggi Golan Suriah Yang Diduduki

Rabu, 28 Oct 2020 13:45

Orang Bersenjata Tak Dikenal Tembak Mati Menpora Pemerintahan Syi'ah Houtsi di Sana'a

Orang Bersenjata Tak Dikenal Tembak Mati Menpora Pemerintahan Syi'ah Houtsi di Sana'a

Rabu, 28 Oct 2020 12:00

Polemik Pernyataan Presiden Prancis, Legislator: Sudah Sepatutnya Umat Islam Marah!

Polemik Pernyataan Presiden Prancis, Legislator: Sudah Sepatutnya Umat Islam Marah!

Rabu, 28 Oct 2020 11:54

Ganjar Kerja Keras Singkirkan Puan dan Budi Gunawan

Ganjar Kerja Keras Singkirkan Puan dan Budi Gunawan

Rabu, 28 Oct 2020 10:46

Ilmuwan Temukan Bukti Hubungan Bakteri Usus dan Autisme

Ilmuwan Temukan Bukti Hubungan Bakteri Usus dan Autisme

Selasa, 27 Oct 2020 23:02

Inilah 6 Langkah Mendidik Anak Pandai Bersyukur

Inilah 6 Langkah Mendidik Anak Pandai Bersyukur

Selasa, 27 Oct 2020 22:57

Peneliti LIPI: Pemerintah Perlu Perbaiki Cara Komunikasi Publik

Peneliti LIPI: Pemerintah Perlu Perbaiki Cara Komunikasi Publik

Selasa, 27 Oct 2020 22:57

Wapres Tegaskan Cita-Cita Indonesia Menjadi Pusat Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Tegaskan Cita-Cita Indonesia Menjadi Pusat Produk Halal Terbesar di Dunia

Selasa, 27 Oct 2020 22:50

Adu Domba Pakai Bendera, Tak Etis!

Adu Domba Pakai Bendera, Tak Etis!

Selasa, 27 Oct 2020 22:29

Supermarket Kuwait Tarik Produk Prancis Dari Rak Penjualan Terkait Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Supermarket Kuwait Tarik Produk Prancis Dari Rak Penjualan Terkait Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Selasa, 27 Oct 2020 20:45

UEA Kirim Bantuan Lebih 500 Juta USD Ke Sudan Setelah Khartoum Menormalisasi Hubungan Dengan Israel

UEA Kirim Bantuan Lebih 500 Juta USD Ke Sudan Setelah Khartoum Menormalisasi Hubungan Dengan Israel

Selasa, 27 Oct 2020 20:30

Ketua Dewan Pemukiman Israel: Pilih Trump Jika Anda Peduli Israel

Ketua Dewan Pemukiman Israel: Pilih Trump Jika Anda Peduli Israel

Selasa, 27 Oct 2020 20:02

Salah Mereka yang Cadaran Apa Sih?

Salah Mereka yang Cadaran Apa Sih?

Selasa, 27 Oct 2020 17:50

Jangan Biarkan Insecure Racuni Diri

Jangan Biarkan Insecure Racuni Diri

Selasa, 27 Oct 2020 17:14

Libya Kecam Komentar Islamofobia Emmanuel Macron, Tuntut Presiden Prancis Itu Minta Maaf

Libya Kecam Komentar Islamofobia Emmanuel Macron, Tuntut Presiden Prancis Itu Minta Maaf

Selasa, 27 Oct 2020 15:15

Bintang MU Paul Pogba Bantah Mundur Dari Timnas Prancis Terkait Komentar Anti-Islam Macron

Bintang MU Paul Pogba Bantah Mundur Dari Timnas Prancis Terkait Komentar Anti-Islam Macron

Selasa, 27 Oct 2020 14:35

Kader Mubaligh Pemuda Persis Diharapkan Miliki Himmah

Kader Mubaligh Pemuda Persis Diharapkan Miliki Himmah

Selasa, 27 Oct 2020 14:29

HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

HNW Sebut My Flag Merah Putih vs Radikalisme Bukan Film NU

Selasa, 27 Oct 2020 08:39

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Materi Fatwa untuk Munas MUI Masih Diinventarisir

Selasa, 27 Oct 2020 08:07


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X