Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.779 views

Lockdown 309 Tahun

 

Oleh:

Emha Ainun Nadjib

 

SEBUAH kapsul raksasa melintasi langit, turun dari angkasa ke bumi beberepa meter di dekat tempatku berdiri. Karena tidak ada border imigrasi di angkasa, dan keberadaannya tidak terdeteksi oleh Menara bandara (“la tudrikuhul abshar”), maka kapsul dari langit ini bisa langsung mendarat. Saya ketakutan dan spontan akan melarikan diri, tetapi kaki saya tak bisa diangkat.

Sebuah sosok yang tak mungkin kugambarkan bentuk dan wujudnya keluar dari pintu kapsul.

Kemudian sosok yang pertama mendatangiku dan bertanya: “Kenapa kalian masih berkeliaran di padang luas ini? Kenapa tidak kalian tutup pintu-pintu rumah dan Negara kalian, sedangkan Ashabul Kahfi yang hanya beberapa orang di-lockdown oleh Allah 309 tahun di dalam gua tertutup rapat, hanya ada satu lubang kecil untuk masuknya sinar matahari? Penduduk Negeri kalian 250 juta tanpa Pemerintah kalian melindunginya, pintu di sekeliling pagar Negerimu terbuka lebar. Rupanya pucuk pimpinan kalian merasa sayang untuk melewatkan pemasukan dari turis-turis, dan tidak eman kepada nyawa rakyatnya sendiri. Bahkan Menteri kalian yang melihat bawahannya berusaha menutup pintu dan jendela, memperlakukan mereka seperti penjahat yang tidak mengerti aturan”.

Saya terperanjat oleh kalimat-kalimat yang bertubi-tubi membombardir telinga dan kepala saya. Tiba-tiba sejumlah sosok yang lain keluar bertaburan dari kapsul itu, kemudian menyebar ke berbagai penjuru. Mereka membawa semacam tempayan besar, atau wajan raksasa, di dalamnya sebagian berisi cairan, sebagian lain berisi serbuk-serbuk entah apa. Dan mereka bergerak ke sana kemari menciprat-cipratkan atau menabur-naburkan cairan dan serbuk itu dengan cembungan telapak tangan mereka yang ukurannya kira-kira tiga kali lipat ukuran telapak tangan rata-rata manusia.

“Cairan dan serbuk untuk apa yang ditabur-taburkan itu, Baginda?”

Saya menggunakan kata “Baginda” karena tidak mungkin pakai “Pak”, “Oom” atau “Mister”.

Beliau, yang saya tidak tahu siapa, menjawab: “Fungsinya berjodoh dengan isi hati dan muatan pikiran kalian masing-masing. Cairan dan serbuk itu bisa menjadi racun atau bisa juga menjadi penawar racun”.

“Berkenankah Panjenengan memperpanjang kata untuk menjelaskan hal yang belum benar-benar saya pahami?”

Beliau sabar menjawab: “Allah menyatakan “Ana ‘inda dhonni ‘abdi bii”. Aku bersemayam di dalam prasangka hamba-Ku atas-Ku. Kalau engkau pergi ke keramaian manusia memakai masker karena berprasangka akan bertemu dengan orang yang engkau takut ditulari penyakit olehnya, maka Allah membuka kemungkinan bahwa terdapat orang dari kerumunan itu yang berpenyakit. Tapi kalau engkau memakai masker dangan kerendahan hati dan takut orang lain yang berkerumun tertulari penyakit yang kau bawa, maka Allah menghormati tawadlu’mu dan sikap “bisa rumangsa”-mu dengan membebaskan kalian semua dari penyakit yang kalian takutkan. Singkat kata, segala yang akan menimpa kalian pada hakikatnya berasal dari diri kalian sendiri. Sekarang tinggal kalian pilih: tawadlu’ atau takabbur. Sadar bahwa manusia sangat tidak berdaya, atau terus merasa hebat, sehingga lalai, bodoh dan GR merasa aman-aman saja, sebagaimana sikap mental Pemerintah kalian”.

Rupanya beliau bisa mendengar suara hati saya yang bereaksi terhadap kalimat-kalimat beliau.

“Beberapa pemuda yang bersembunyi di Gua Kahfi itu pendekar semua. Ilmu pertahanan diri mereka mumpuni. Ilmu pertarungan mereka canggih. Olah senjata mereka tingkat tinggi. Tapi Allah menyembunyikan mereka di dalam Gua yang semua orang menyangka itu adalah sarang anjing sehingga tak ada yang memasukinya, sebab di mulut Gua itu ada terjurai dua kaki anjing Qithmir atau Raqim. Negeri kalian malah membuka pintu Gua, padahal serbuk yang menebar itu berkapasitas 14 deret ukur. Kalian memang bangsa yang sok hebat, tidak belajar afdhaliyah, atau aqdamiyah masalah, tidak mengerti skala prioritas. Atau pemimpin dan pengelola Negeri kalian memang dungu”.

“Kalau para petugas langit yang datang bersamaku itu menghentikan taburannya, lantas kalian merasa lega dan berhenti parno, nanti kalian makin sombong dan bodoh lagi. Kalau taburan serbuknya diteruskan, kasihan manusia-manusia yang tidak bersalah”.

“Jadi akan diteruskan atau dihentikan, Baginda?”

“Bertanyalah kepada Tuhan langsung. Tugas saya dan rombongan saya hanya ya’malu ma yu`marun, menjalankan yang diperintahkan. Kenapa tidak ada pemimpin-pemimpin Agama kalian yang menganjurkan kalian beristighatsah seperti biasanya? Mengijazahkan wirid-wirid untuk didzikirkan oleh ummatnya? Kalian tidak punya pertahanan badan, tidak punya vaksin jasad, tetapi tidak pula berikhtiar untuk membangun pertahanan qudrah, pertahanan rohaniyah, memohon kasih sayang Allah. Apakah kalian memang diam-diam punya mindset bahwa Allah itu tidak berkuasa? Sehingga dalam keadaan darurat pun tidak ada upaya vertikal untuk memohon perlindungan Tuhan? Rupanya Pancasila kalian adalah dusta kepada Allah dan kepada diri kalian sendiri”.

“Allah mengerti persis segala sesuatu. Yang sedang, sudah dan yang belum. Tetapi Allah tetap bersikap seakan-akan ada yang tidak Ia ketahui. Allah merajuk: “Wahai hamba-Ku, Aku kesepian, kalian tidak menyapa-Ku”.

Bahkanpun ketika sudah terseret oleh Corona sampai ke tepian lubang kuburan, kita tetap saja tidak menyapa-Nya.

Untunglah anak cucuku Jamaah Maiyah sejak dinihari masalah ini sudah langsung menyapa-Nya dan memohon kasih sayang-Nya.***

Jakarta, 18 Maret 2020

Sumber: Caknun.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Jokowi Teken Perpres 7/2021, Pengamat: Parameter apa yang Digunakan untuk Menilai Ekstrimisme?

Selasa, 19 Jan 2021 22:52

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Penelitian Oxford: Inggris Miliki Tingkat Kematian Virus Corona Harian Tertinggi di Dunia

Selasa, 19 Jan 2021 22:30

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Tingkatkan Imun Hadapi Covid-19, Ustaz Fadlan Kenalkan Terapi Ala Raja Papua

Selasa, 19 Jan 2021 22:11

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

AS Tarik Pasukan Terakhir Dari Somalia

Selasa, 19 Jan 2021 22:00

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Hillary Clinton dan Nancy Pelosi Serukan Penyelidikan Atas Peran Putin Dalam Penyerbuan Capitol AS

Selasa, 19 Jan 2021 20:45

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Bangladesh Bantah Tuduhan Ada Sel Al-Qaidah Di Negaranya

Selasa, 19 Jan 2021 18:15

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Risma, Tahun Depan Pilgub DKI

Selasa, 19 Jan 2021 17:00

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Gubernur Anies Baswedan Hadiri Peluncuran Pengajian Warga Jakarta Secara Daring

Selasa, 19 Jan 2021 15:34

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Mimpi Mati, Wanita Suka Dugem Ini Akhirnya Taubat

Selasa, 19 Jan 2021 14:43

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Ikhwanul Muslimin Kecam Penyitaan Aset Para Pemimpin Mereka Oleh Pemerintah Mesir

Selasa, 19 Jan 2021 14:35

Dukun pun Dikriminalisasi

Dukun pun Dikriminalisasi

Selasa, 19 Jan 2021 12:55

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Jokowi Bisa Dipidana Jika Suntik Vaksin Bohong

Selasa, 19 Jan 2021 10:44

Renungan Dibalik Bencana

Renungan Dibalik Bencana

Selasa, 19 Jan 2021 08:10

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-100)

Ganasnya Sakit Qalbu (2): Ini Penyebab 350 Penyakit dari Hatimu (1-100)

Selasa, 19 Jan 2021 06:26

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Selasa, 19 Jan 2021 00:28

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Pengamat Medsos: Perpres No 7 Tahun 2021 Berpotensi Picu Kegaduhan

Senin, 18 Jan 2021 23:34

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

PD PII Kabupaten Bekasi Gelar Konferensi Daerah

Senin, 18 Jan 2021 22:59

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Film Nusa Rara Film Idaman, Tak Layak Dipermasalahkan

Senin, 18 Jan 2021 22:34

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Anak Durhaka dan Komentar Netizen

Senin, 18 Jan 2021 22:28

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Wafatnya Ulama Penjaga Al-Qur’an

Senin, 18 Jan 2021 22:15


MUI

Must Read!
X