Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.267 views

Imperialisme Berwajah Sains

 

Oleh:

Syahrullah Asyari || Dosen Sejarah dan Filsafat Matematika FMIPA UNM
Alumni Ma’had al-Birr Makassar

ISU tentang Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang diberitakan oleh media mainstream Indonesia belakangan ini mengingatkan dan menarik perhatian saya pada tokoh asal Prancis, Napoleon Bonaparte, dan mendorong saya untuk menulis artikel ini. Napoleon Bonaparte adalah seorang pemimpin militer yang pemberani, cerdik, dan ahli strategi ulung.

Salah satu invasi militer lintas negara yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte adalah invasi ke Mesir, saat usianya belum cukup 30 tahun. Napoleon Bonaparte menduduki Mesir selama sekitar tiga tahun saja (1798-1801). Namun demikian, invasinya menjadi catatan tersendiri dalam lembaran sejarah bangsa Mesir dan kaum muslimin.

Syaikh Sa’ad Kariym al-Fiqiy hafizhahullah menulis buku berjudul, “Khiyaanaatun Hazzat at-Taariykha al-Islamiy”. (Para Pengkhianat Mengguncang Sejarah Islam) yang diterbitkan oleh ad-Daarul ‘Aalamiyyah, Cetakan ke-3, 2010. Pada halaman 248 buku ini, Syaikh al-Fiqiy membahas Bab “al-Khiyaanaatu fil ‘Ashril Hadiyts: Al-Hamlatu Al-Faransiyyatu ‘alaa Mishr”. (Pengkhianatan di Era Modern: Ekspedisi Prancis ke Mesir). Syaikh al-Fiqiy menceritakan bahwa kondisi masyarakat Mesir saat diduduki oleh Prancis begitu lemah di berbagai aspek. Dari aspek agama, umumnya masyarakat Mesir jauh dari Allah subhanahu wata’ala dengan meninggalkan inti ajaran Islam dan akidah yang benar.

Mereka tenggelam dalam lautan bid’ah, takhayul, dan khurafat. Dari aspek sosial, mereka berada dalam kemiskinan dan kebodohan, sehingga mereka tidak mampu membuat atau memiliki persenjataan modern untuk sekadar mempertahankan diri mereka dan menjaga eksistensi, serta kedudukan mereka di mata dunia. Dari aspek politik, mereka pun bingung akan kepemimpinan di Mesir, siapa sebenarnya pemimpin mereka apakah penguasa Turki Utsmani ataukah Mamluk.

Syaikh al-Fiqiy menyatakan bahwa kondisi lemah bangsa Mesir tersebut dimanfaatkan oleh Napoleon Bonaparte untuk menginvasi Mesir pada akhir abad ke-18 M. David M. Burton, Professor Emeritus Matematika di the University of New Hampshire, Amerika Serikat, dalam bukunya berjudul, “The History of Mathematics: An Introduction.” (Sejarah Matematika: Sebuah Pengantar) yang diterbitkan oleh McGraw-Hill, Edisi ke-7, 2011 menulis di halaman 33 bahwa kebanyakan sejarawan mencatat awal mula penemuan kembali peradaban bangsa Mesir di masa lalu adalah saat Napoleon Bonaparte melakukan invasi militer. Burton juga menuliskan bahwa pada April 1798, Napoleon Bonaparte mempersiapkan misi penaklukan Mesir dengan armada perangnya sebanyak 328 kapal yang mengangkut 38.000 pasukan untuk berlayar dari Toulon, Prancis menuju (Alexandria), Mesir.

Salah satu hal paling berkesan dari invasi Napoleon Bonaparte adalah saat dia bersama pasukannya menodai kesucian Masjid al-Azhar. Syaikh al-Fiqiy menceritakan bahwa Napoleon Bonaparte bersama pasukannya memacu kudanya di dalam masjid itu dan menjadikan mimbar masjid sebagai kandang kudanya. Mereka menambatkan kuda-kuda mereka di dalam masjid ke arah kiblat. Mereka menginjak-injak dan merobek-robek al-Qur’an, kitab-kitab tafsir dan ilmu pengetahuan lainnya.

Mereka memecahkan lampu-lampu masjid dan merusak lemari-lemari para penuntut ilmu, kemudian mengambil fasilitas masjid yang mereka bisa gunakan. Mereka buang air, membuang kotoran, dan minum-minuman keras di dalam masjid. Botol-botol bekas minuman keras itu dipecahkan, kemudian pecahan botol itu dilemparkan ke atap masjid dan seluruh penjuru masjid. Tidak cukup sampai di situ, mereka juga menelanjangi setiap muslim yang mereka temui di Masjid. Selain itu, Napoleon Bonaparte mengubah halaman masjid menjadi café dan toilet umum.

Strategi licik Napoleon Bonaparte adalah pengikutsertaan ilmuwan pilihan dalam ekspedisinya. Ia melibatkan ilmuwan dalam jumlah yang cukup besar, yaitu sebanyak 167 ilmuwan, kata Burton. Dua di antaranya adalah matematikawan Prancis terkenal, yaitu Gaspard Monge dan Jean-Baptiste Fourier. Tugas mereka adalah melakukan penelitian komprehensif tentang segala aspek kehidupan bangsa Mesir di abad klasik dan modern. Pada halaman 34 bukunya, Burton juga menyebutkan, “The grand plan had been to enrich the world’s store of knowledge while softening the impact of France’s military adventures by calling attention to the superiority of her culture.” (Rencana besar dari pelibatan ilmuwan ini adalah memperkaya khazanah pengetahuan dunia sambil meringankan dampak petualangan militer Prancis dengan menarik perhatian dunia pada keunggulan budaya Mesir).

Alhasil kata Burton, dari penelitian ilmuwan itu, lahirlah karya monumental berjudul Déscription de l’Egypte yang ditulis dalam teks folio sebanyak 9 Volume dan ditulis dengan menyertakan gambar sebanyak 12 Volume. Karya monumental ini secara berurutan membahas tentang peradaban bangsa Mesir kuno, monumen peninggalan bangsa Mesir, Mesir modern, dan sejarah alam Mesir.

Meskipun invasi itu diselimuti oleh misi keilmuan yang tampak mulia bagi yang melihatnya, tapi bagi bangsa Mesir, itu tidak terpisah dari imperialisme. Syaikh al-Fiqiy menyatakan di halaman 248 bukunya bahwa Napoleon Bonaparte dan pasukannya akan terus bermimpi menguasai Mesir, seolah-olah Mesir adalah warisan nenek moyang mereka yang harus dirampas dari tangan bangsa Mesir. Syaikh al-Fiqiy menyebut Napoleon Bonaparte dan pasukannya telah berubah profesi dari tentara menjadi pencuri dan perampok.

Penodaan terhadap kesucian Masjid al-Azhar dan pendudukan wilayah Mesir adalah satu dari sekian hal berkesan bagi bangsa Mesir yang tidak bisa tertutupi oleh karya monumental para ilmuwan itu. Pelibatan ilmuwan oleh Napolen Bonaparte juga sekaligus mematahkan asumsi ilmu bebas nilai (value-free) bahwa ilmu untuk ilmu semata. Ternyata ilmu itu sarat nilai (value-laden), karena ilmu dan ilmuwan justru disalahgunakan juga untuk tujuan mengelabui dan mengalihkan perhatian manusia dari penindasan, perampasan, dan pencaplokan yang mereka lakukan.

Invasi Prancis ke Mesir adalah sejarah. Sejarah itu penting bahkan begitu pentingnya sampai sepertiga dari al-Qur'an isinya adalah sejarah. Sejarah mungkin saja berulang dengan tokoh dan konteks berbeda dan sejarah Napoleon Bonaparte di Mesir mengajarkan bangsa Indonesia saat ini agar memperkuat jati diri bangsa Indonesia di berbagai aspek kehidupan. Dari aspek agama, bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya agar senantiasa memegang teguh inti ajaran Islam dan akidah yang benar.

Dari aspek sosial, bangsa Indonesia perlu terus mengentaskan kemiskinan, korupsi, dan kebodohan. Dari aspek politik, pemimpin bangsa Indonesia perlu senantiasa hadir membawa solusi di tengah kondisi sulit yang dialami oleh bangsa. Semua aspek ini adalah penguat bagi bangsa Indonesia agar imperialisme yang tampil dalam berbagai wajah itu tidak terjadi di Indonesia. Wallahu al-Musta'an.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Pembakaran Al-Qur'an Di Swedia Adalah Ujaran Kebencian, Bukan Kebebasan Berekspresi

Pembakaran Al-Qur'an Di Swedia Adalah Ujaran Kebencian, Bukan Kebebasan Berekspresi

Jum'at, 27 Jan 2023 16:32

Ribuan Warga Palestina Hadiri Pemakaman 9 Orang Yang Tewas Dalam Serangan Israel Di Kamp Jenin

Ribuan Warga Palestina Hadiri Pemakaman 9 Orang Yang Tewas Dalam Serangan Israel Di Kamp Jenin

Jum'at, 27 Jan 2023 15:07

Otoritas Palestina Tangguhkan Kerjasama Keamanan Dengan Israel Menyusul Pembantaian Di Kamp Jenin

Otoritas Palestina Tangguhkan Kerjasama Keamanan Dengan Israel Menyusul Pembantaian Di Kamp Jenin

Jum'at, 27 Jan 2023 11:17

Pasukan Khusus AS Tewaskan Komandan Senior Islamic State Dan 10 Rekannya Di Somalia

Pasukan Khusus AS Tewaskan Komandan Senior Islamic State Dan 10 Rekannya Di Somalia

Jum'at, 27 Jan 2023 10:36

Mujahid: Imarah Islam Afghanistan Tidak Akan Runtuh Karena Krisis Ekonomi Dan Kemanusiaan

Mujahid: Imarah Islam Afghanistan Tidak Akan Runtuh Karena Krisis Ekonomi Dan Kemanusiaan

Kamis, 26 Jan 2023 16:16

Polisi India Tangkap Mahasiswa Saat Pemutaran Film Dokumenter BBC 'India, The Modi Question'

Polisi India Tangkap Mahasiswa Saat Pemutaran Film Dokumenter BBC 'India, The Modi Question'

Kamis, 26 Jan 2023 15:16

Al-Azhar Serukan Dunia Islam Boikot Produk Swedia Dan Belanda Karena Penodaan Al-Qur'an

Al-Azhar Serukan Dunia Islam Boikot Produk Swedia Dan Belanda Karena Penodaan Al-Qur'an

Kamis, 26 Jan 2023 14:15

Mantan Menlu AS Mike Pompeo Klaim Berhasil Gagalkan Perang Nuklir India Dan Pakistan Pada 2019

Mantan Menlu AS Mike Pompeo Klaim Berhasil Gagalkan Perang Nuklir India Dan Pakistan Pada 2019

Kamis, 26 Jan 2023 13:34

AS Putuskan Akan Kirim 31 Tank Canggih M1 Abrams Ke Ukraina

AS Putuskan Akan Kirim 31 Tank Canggih M1 Abrams Ke Ukraina

Kamis, 26 Jan 2023 12:35

Training Ilmu EROSI, Cara Anda hadapi Masalah Dengan Tersenyum

Training Ilmu EROSI, Cara Anda hadapi Masalah Dengan Tersenyum

Kamis, 26 Jan 2023 11:37

Saling Anggap Adik-Kakak, Laki dan Wanita Bukan Mahram Boleh Chattingan?

Saling Anggap Adik-Kakak, Laki dan Wanita Bukan Mahram Boleh Chattingan?

Kamis, 26 Jan 2023 11:37

CAIR Desak Pemerintah AS Hentikan Penggunaan Daftar Pantauan 'Teroris'

CAIR Desak Pemerintah AS Hentikan Penggunaan Daftar Pantauan 'Teroris'

Kamis, 26 Jan 2023 11:06

8 Keunikan Pesantren Darul Munir, Modern dan Ramah Santri

8 Keunikan Pesantren Darul Munir, Modern dan Ramah Santri

Kamis, 26 Jan 2023 10:13

Mengapa Modi Tidak Ingin Warga India Tonton Film Dokumenter BBC Tentang Kerusuhan Gujarat??

Mengapa Modi Tidak Ingin Warga India Tonton Film Dokumenter BBC Tentang Kerusuhan Gujarat??

Rabu, 25 Jan 2023 22:05

Presiden Somalia Sebut Iran Ikut Campur Di Negaranya, Terapkan 'Agenda Subersif' Lewat Upaya Bantuan

Presiden Somalia Sebut Iran Ikut Campur Di Negaranya, Terapkan 'Agenda Subersif' Lewat Upaya Bantuan

Rabu, 25 Jan 2023 18:30

Puasa Khusus di Bulan Rajab; Boleh?

Puasa Khusus di Bulan Rajab; Boleh?

Rabu, 25 Jan 2023 15:05

Pakistan Naikan Hukuman Bagi Para Penghina Istri Nabi Dan Sahabat Hingga 10 Tahun Penjara

Pakistan Naikan Hukuman Bagi Para Penghina Istri Nabi Dan Sahabat Hingga 10 Tahun Penjara

Rabu, 25 Jan 2023 15:00

Prancis Pulangkan 15 Wanita Dan 32 Anak-anak Dari Kamp Tahanan Jihadis Di Suriah

Prancis Pulangkan 15 Wanita Dan 32 Anak-anak Dari Kamp Tahanan Jihadis Di Suriah

Rabu, 25 Jan 2023 13:59

Fintech Halal Yang Didukung Aramco Luncurkan Cabang Bank Fisik Di London

Fintech Halal Yang Didukung Aramco Luncurkan Cabang Bank Fisik Di London

Rabu, 25 Jan 2023 09:38

Tahukah Anda, Marah 10 Menit Tubuh Depresi Selama 16 Jam. Ini Solusinya

Tahukah Anda, Marah 10 Menit Tubuh Depresi Selama 16 Jam. Ini Solusinya

Rabu, 25 Jan 2023 09:26


MUI

Must Read!
X