Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.567 views

SBY Tak Ingin Prabowo Menang?

 
Oleh:
 
Yons Achmad*
Pengamat Medsos, tinggal di Depok
 
 
LEWAT kajian semiotika politik, kita bisa membongkar pesan tersembunyi beragam peristiwa politik yang terjadi di tanah air. Kali ini, kita akan bongkar pesan politik tersembunyi surat SBY yang mengkritik kampanye  akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (Minggu/7/4/19). Kantor berita BBC Indonesia (8/4/19) memberi judul terkait dengan peristiwa itu seperti ini, “Surat SBY soal 'politik identitas', kritik Prabowo atau demi elektabilitas Demokrat? Berita ini bisa menjadi pemantik kritis awal kita membaca pesan politik yang sebenarnya.
 
Saya kira, pesan politik atau kritik sebenarnya bukan persoalan kampanye yang dinilai tak lazim dan tak inklusif itu. Kenapa? Sebagai tokoh yang sangat berpengalaman dikancah politik bahkan bisa menjadi presiden dua periode, SBY tentu bukan politisi yang lugu. Argumen itu begitu mudah dibantah dan justru tak produktif.  Bagi saya, pesan politik yang tersembunyi, tak pernah diulas di media, SBY tidak ingin Prabowo menang. Itu. Bagaimana penjelasannya?
 
Dalam surat yang beredar di media dan sangat besar kemungkinan sengaja disebarkan, terlihat SBY begitu curiga dan bahkan cenderung memberikan stigma Prabowo memainkan politik identitas. Tuduhan ini tentu tak berdasar. Kenapa? Yang jelas-jelas memainkan politik identitas, justru kubu Jokowi. Kumpulan partai “nasionalis” yang terang-terangan menjadikan Kiyai Ma’ruf Amin sebagai cawapres dengan tujuan meraup dukungan kalangan Islam, khususnya NU.  Pertanyaannya, siapa yang diuntungkan dari hebohnya surat SBY itu? Jelas, tanpa analisis yang mendalam, kubu petahana paling diuntungkan. Kubu Prabowo paling dirugikan. Hanya saya kira, surat itu tak begitu banyak bepengaruh. 
 
Di tengah gegap gempita pilpres, memang nama SBY nyaris tenggelam. Setelah gagal mengantarkan anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi gubernur Jakarta, kemudian gagal menjadi cawapres Prabowo, nyaris SBY jarang mendapat tempat di panggung politik. Lantas, bagaimana nasib partai Demokrat? Nah, sebenarnya inilah point utamanya. Artinya apa? Surat yang beredar ke publik itu sejatinya menjadi semacam posisi tawar SBY untuk menyelamatkan Demokrat. Itu saja.
 
Kalau kita lihat data, diantaranya Kajian Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang dirilis Juli 2018 diprediksi total suara Demokrat hanya 4,4%. Sementara survei Litbang Harian Kompas, Demokrat disebut bakal meraih 4,6% suara nasional. Salah satu survei terkini, yang dilakukan Charta Politika, memprediksi Demokrat meraup 5,2% suara. Dengan data demikian, maka wajar Demokrat mencari cara jitu agar elektabilitasnya naik. Dan saya kira, Demokrat tak terlalu peduli siapa presidennya kelak. Kenapa? Demokrat gagal bermain di dua kaki dan akhirnya kurang mendapat apresiasi. Di kubu Jokowi tak mendapat tempat, di kubu Prabowo dipandang sebelah mata.
 
Dalam kasus ini, kalau kita ingat petuah Peter Berger dan Thomas Luckmann lewat “The Social Construction of Reality”  SBY mencoba merangsek masuk, mencari perhatian publik dengan realitas pandangan yang coba ditawarkannya. Sayangnya, kita begitu mudah membongkarnya. Kita bisa bongkar lewat “provokasi” Jacques Derrida lewat teori dekonstruksinya, dengan pikiran kritis kita lihat bagaimana interpretasi yang digunakan SBY terhadap realitas sosial bersifat sewenang-wenang. Dalam kasus, ini tuduhan SBY yang sewenang-wenang menduga kampanye akbar Prabowo-Sandi tidak inklusif adalah tuduhan receh tak berdasar. Ketika SBY menginginkan “Semua untuk Semua” rasanya, itu hanya retorika, terlihat bijak tapi tak pernah ada. Sama halnya ketika ada pejabat yang bilang “Ini tanggung jawab kita bersama”. Terlihat elok, tapi sebenarnya yang terjadi adalah tidak ada yang mau bertanggungjawab. Begitu juga, menilai politik identitas hanya karena ada shalat subuh dan tahajud berjamaah, itu sebuah kepicikan cara pandang yang mesti diluruskan.
 
Dari sini, saya berkesimpulan bahwa sebenarnya, SBY tak peduli siapa presidennya kelak. Dia hanya peduli misalnya bagaimana anaknya, AHY mendapatkan tempat dipanggung politik. Kalau soal ini, barangkali dia akan berjuang habis-habisan. Memang, kita juga perlu apresiasi politisi Demokrat di televisi dan medsos yang habis-habisan promosikan Prabowo-Sandi seperti Jansen Sitindaon, Ferdinan Hutahaean dll. Harusnya, itu fokus yang mesti dilakukan. Itu sebabnya, daripada memainkan politik “baper”. Demokrat  mesti lebih produktif berjuang habis-habisan menangkan Prabowo-Sandi, setidaknya, itulah harapan, sebab di kubu Jokowi-Amien,sudah jelas harapan itu tak ada lagi. []

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Israel Serang Masjid Al Aqsha, Ini Pernyataan Sikap DSKS

Selasa, 11 May 2021 17:01

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Sikap Wahdah Islamiyah Atas Penyerangan Israel ke Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 16:57

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Ditjen Bimas Islam: Ustaz Tengku Zulkarnain Pegiat Dakwah yang Gigih dan Berkarakter

Selasa, 11 May 2021 16:45

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

WNA Cina Masuk RI di Tengah Larangan Mudik, Muhaimin: Pemerintah Harus Peka

Selasa, 11 May 2021 16:39

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Anis: Rencana Kenaikan PPN Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Selasa, 11 May 2021 16:24

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Idul Fitri di Tengah Pandemi, Masjid JIC Gelar Shalat Id dengan Prokes Ketat

Selasa, 11 May 2021 16:11

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Ucapkan Selamat Idul Fitri, Partai Ummat Mengajak Umat Islam Bersatu

Selasa, 11 May 2021 16:08

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Aksi Solidaritas Umat Muslim Indonesia untuk Palestina dan Bela Masjid Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:38

Fraksi PAN Kutuk Aksi Brutal Polisi Israel di Masjid Al Aqsha

Fraksi PAN Kutuk Aksi Brutal Polisi Israel di Masjid Al Aqsha

Selasa, 11 May 2021 12:24

Pasar Dadakan Menjelang Lebaran Imbas Paradoks Kebijakan

Pasar Dadakan Menjelang Lebaran Imbas Paradoks Kebijakan

Selasa, 11 May 2021 12:17

MER-C Mengutuk Aksi Brutal Israel di Masjid Al Aqsa

MER-C Mengutuk Aksi Brutal Israel di Masjid Al Aqsa

Selasa, 11 May 2021 12:01

Legislator: Pemerintah Harus Tegas dan Konsisten Tolak Kedatangan WNA ke Indonesia

Legislator: Pemerintah Harus Tegas dan Konsisten Tolak Kedatangan WNA ke Indonesia

Selasa, 11 May 2021 11:58

Kemenag Terbitkan Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri saat Pandemi

Kemenag Terbitkan Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri saat Pandemi

Selasa, 11 May 2021 11:48

Aksi Cepat Tanggap Serukan Darurat Al-Aqsa

Aksi Cepat Tanggap Serukan Darurat Al-Aqsa

Selasa, 11 May 2021 11:33

Ustad Tengku Zulkarnain: Bintang ILC yang Cerdas dan Tegas

Ustad Tengku Zulkarnain: Bintang ILC yang Cerdas dan Tegas

Selasa, 11 May 2021 11:21

Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Sore Ini, Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Selasa, 11 May 2021 11:18

Fahira Idris: Kebiadaban Israel Setara Teroris

Fahira Idris: Kebiadaban Israel Setara Teroris

Selasa, 11 May 2021 11:04

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Sekjen MUI: Semoga Beliau Syahid

Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Sekjen MUI: Semoga Beliau Syahid

Selasa, 11 May 2021 10:50

Alhamdulillah ini yang dicapai dalam 10 Bulan Ponpes Gratis Manahilul ilmi

Alhamdulillah ini yang dicapai dalam 10 Bulan Ponpes Gratis Manahilul ilmi

Selasa, 11 May 2021 01:27

Peran Orang Tua dan Negara Menyikapi Parodi Sujud “Free Style”

Peran Orang Tua dan Negara Menyikapi Parodi Sujud “Free Style”

Senin, 10 May 2021 21:01


MUI

Must Read!
X