Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.948 views

Kritik Terhadap Kritik Hadits Mahmud Abu Rayyah (Bagian-2)

Oleh: Zaqy Dafa (Pemerhati Pemikiran Islam)

Salah satu alasan yang dipakai Abu Rayyah adalah Hadits Pembohongan atas Nama Rasulullah. Dia menilai bahwa lafazh muta’ammidan adalah lafazh yang disisipkan (mudraj) di tengah-tengah Hadits oleh para rawi dari kalangan Shahabat seperti Abu Hurairah dan Anas bin Malik untuk menutupi pemalsuan Hadits yang dilakukan oleh Shahabat. Padahal, hadits ini dengan redaksi muta’ammidan telah diriwayatkan oleh banyak sekali pembesar shahabat hingga mencapai derajat mutawatir.

Pertanyaannya, bagaimana dapat dibayangkan semua Shahabat tersebut menyisipkan lafazh muta’ammidan dalam Hadits tersebut seperti anggapan Abu Rayyah sehingga menjadi satu skandal kebohongan besar? Dia juga keliru bahwa tidak ada Khulafa Rasyidun yang meriwayatkannya, karena al-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Sayyidina Ali menyebutkan hadits tersebut. (lihat: Sunan al-Tirmidzi, no. 4080, juz 13 hlm. 320)

Kemudian, anggapan Abu Rayyah bahwa Mushaf Hadits al-Shadiqah “sangat tidak berguna” tentunya tidak mampu menggeser ketinggian derajat kitab tersebut. Hadits-hadits dalam al-Shadiqah ini ditulis oleh Abdullah bin Amr langsung dari Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama atas izin beliau. Kitab tersebut dinamakan al-Shadiqah karena berisi tentang beberapa kisah yang benar dan membedakan dari beberapa kitab lain yang berisi tentang cerita-cerita Israiliyat. Di dalamnya diceritakan beberapa hal yang benar seperti sifat Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama dan beberapa kisah yang kebenarannya masih dipertanyakan namun beliau secara jujur memberikan keterangan tersebut. (Abdurrahman bin Yahya al-Muallimi, al-Anwar al-Kasyifah, hlm. 135).

Para Imam Hadits mengakui kesahihan Hadits-hadits dalam kitab tersebut, bahkan sebagian ulama menempatkannya setara Hadits Rantai Emas (hadits riwayat Ayyub, dari Nafi’, dari Ibn Umar) dan sebagian lain berhujjah dengannya. (Maqalat wa Fawaid Haditsiyyah min Majallah al-Manar, hlm. 191)

Asumsi Abu Rayyah bahwa Ibn Syihab al-Zuhri menulis Hadits di bawah represi Bani Umayyah juga tidak sesuai fakta. Sejarah malah mencatat bahwa al-Zuhri secara terang-terangan menyalahkan Hadits yang mencitrakan baik penguasa di mata masyarakat. Peristiwa ini terjadi ketika Ibn Syihab al-Zuhri bertanya kepada khalifah Bani Umayyah Walid bin Abdul Malik, “Apa hadits yang diriwayatkan orang Syam kepada kita?” Khalifah menjawab, “Mereka meriwayatkan Hadits bahwa jika Allah menguasakan tanggung jawab rakyat kepada seorang hamba –maksudnya dijadikan penguasa, maka dituliskan kepadanya banyak kebaikan dan tidak ditulis darinya banyak kesalahan.” Al-Zuhri lantas menanggapi, “Hadits itu tidak benar, wahai Amirul Mukminin.

Manakah yang lebih mulia di hadapan Allah, seorang Nabi yang menjadi pemimpin atau penguasa yang bukan Nabi?” Khalifah Walid menjawab, “Tentu Nabi yang menjadi pemimpin.” Al-Zuhri lalu berkata, “Padahal Allah Ta’ala berkata kepada Nabi Dawud ‘alaihi al salam:

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ [ص : 26]

“Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. Shaad: 26)

Ayat ini adalah peringatan wahai Amirul Mukminin bagi Nabi yang menjadi pemimpin, lalu bagaimana dengan pemimpin yang bukan Nabi?” Mendengar ucapan al-Zuhri tersebut, khalifah Walid berkata, “Sungguh orang-orang telah menyesatkan kami dari agama kami.” (Ibn Abdi Rabbih al-Andalusi, al-‘Iqd al-Farid, hlm. 18)

Melihat cerita diatas, terlihat bahwa Ibn Syihab al-Zuhri dengan tegas mengkritik Hadits yang disebutkan oleh khalifah Walid sebagai kepala tertinggi pemerintahan dan beliau menerima penjelasan al-Zuhri tersebut melihat kapasitasnya sebagai ulama Hadits. Maka, bagaimana Abu Rayyah dapat menyimpulkan bahwa al-Zuhri mengkodifikasi Hadits karena tekanan dari penguasa?

 

Pandangan Mahmud Abu Rayyah terhadap Abu Hurairah

Abu Rayyah kemudian menggugat integritas Abu Hurairah sebagai perawi dengan berbagai tuduhan, diantaranya adalah periwayatannya yang terlalu over dalam waktu singkat, dengan meriwayatkan apa yang sebenarnya tidak pasti diucapkan oleh Nabi saw. Dalam waktu kurang lebih tiga tahun dia berhasil meriwayatkan lebih dari lima ribu hadis. Selain itu, Abu Hurairah juga dituduh sebagai seorang pemalas yang tidak memiliki pekerjaan tetap, dia mengikuti Nabi karna untuk materi duniawi saja.

Kritikan Abu Rayyah terhadap riwayat yang paling dikenal, yaitu hadis tentang membentangkan jubah. Abu Rayyah menduga keras bahwa Abu Hurairah mengatakan, “Wahai Rasulullah, aku mendengar banyak hadis darimu tapi setelah itu aku lupa.” Kemudian Rasulullah berkata, “Bentangkan jubahmu.” Lalu dengan kedua tangannya, Rasul seolah-olah meletakkan sesuatu dalam jubah Abu Hurairah, seraya berkata, “Satukan (ujung-ujung) jubah itu.” Aku melakukan hal ini, dan aku tidak lupa sesuatu pun semenjak itu.”

Dugaan itu sebenarnya terletak pada kelemahan Abu Hurairah dalam menghafal hadis, sedangkan hadis tersebut dinilai tidak rasional bisa mencipta Abu Hurairah sebagai orang yang cerdas, sebab hanya Abu Hurairah saja yang melakukannya, sedangkan sahabat yang lain tidak. Nabi juga pernah mengamini do’anya Abu Hurairah, dan hal itu juga sikap respon positif dari Nabi agar dia menjadi seorang yang ‘alim dan jauh dari sikap pelupa.

Abu Rayyah mengatakan bahwa banyak Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tidak relevan ketika dikaji isi atau kandungan matn-nya meskipun Hadits tersebut shahih dalam periwayatannya. Diantara Hadits tersebut berbunyi : Pertama : “Bila Setan mendengar seruan untuk Shalat, maka dia lari seraya terkentut-kentut”.  Kedua : “Barangsiapa yang mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah akan masuk surga.” Adapun pertanyaan para Sahabat tentang apakah pintu surga akan dibuka bagi orang yang mengucapkannya tetapi ia berzina dan berzina dan mencuri, nabi mengiyakannya. (Sibawaihi, Hermeneutika al-Qur’an Fazlur Rahman, hlm.47)

Meskipun Shahih menurut sanadnya, akan tetapi secara etika Hadits tersebut sulit untuk diakui. Apakah Nabi benar-benar menggunakan kata-kata yang kurang sopan. Abu Rayyah tidak menyangkal nilai tinggi sebuah Hadits shahih. Seandainya saja perkataan Nabi, tanpa distorsi atau perubahan, dapat diperoleh dalam edisi yang andal. (G. H. A. Juynboll, Kontroversi Hadis Nabi di Mesir. hlm. 58)

Dari beberapa pernyataannya diatas, dapat diajukan beberapa pertanyaan. Pertama, entah bagaimana Mahmud Abu Rayyah tidak mempercayai hafalan Hadits Abu Hurairah yang begitu banyak seakan hal tersebut merupakan sesuatu yang mustahil? Imam Ahmad bin Hambal dalam musnad-nya, meriwayatkan 3.848 hadis, Imam Baqi’ bin Makhlad dalam musnad-nya meriwayatkan 5.374 hadis, dan dalam Shahihayn dimuat 325 hadis dan itu semuanya diriwayatkan dari Abu Hurairah, kemudian Imam Bukhari sendiri meriwayatkan 93 hadis serta Muslim meriwayatkan 189 hadis, itupun riwayat dari Abu Hurairah.

Kritikan Abu Rayyah dalam hal ini, merupakan respon langsung dari apa yang dipermasalahkannya sendiri. Sebab Abu Hurairah senantiasa lebih mengutamakan untuk menemani Rasul daripada memuaskan kepentingan perutnya, dan tidak disibukkan dengan urusan yang menyibukkan saudara-saudaranya dari kaum muhajirin dan anshar. Dia mendengarkan apa yang tidak didengar sahabat lain. Pikirannya yang kosong dari berbagai kesibukan membuatnya merekam apa yang tidak mereka rekam. Para sahabat, tabi’in dan ulama menjadi saksi kebenaran sejarah kekuatan hafalannya.

Al-A’zami melakukan penelitian tentang banyaknya hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa riwayat hadisnya berjumlah 5.000-an, termasuk hadis yang ditikrar (diulang-ulang). Namun apabila tanpa hadis yang ditikrar substansinya, maka riwayatnya yang terhimpun dalam musnad dan kutub al-sittah tersisa 1336. Kadar ini, kata Ali al-Salus, bisa dihafal oleh pelajar yang tidak terlalu cerdas dalam waktu kurang dari satu tahun. Bagaimana dengan Abu Hurairah, yang merupakan bagian dari mu’jizat keNabian?

Quraysh Shihab juga memberikan perhitungan matematis untuk menyanggah kritik Abu Rayyah, hampir sama dengan yang diungkap al-A’zami. Katakanlah, seseorang dapat menyampaikan informasi yang didengar atau dilihat menyangkut Nabi, rata-rata sebanyak lima informasi (hadis) dalam sehari, berarti dalam setahun mampu menyampaikan 365 x 5 = 1825 hadis. Dan dengan demikian, Abu Hurairah yang hidup bersama Nabi selama empat tahun berpotensi untuk meriwayatkan hadis sebanyak 7300, jumlah ini jauh lebih banyak dari yang dinisbahkan kepada Abu Hurairah yang dinyatakan 5374 hadis.  Disamping itu, perlu diingat bahwa ada sekitar delapan ratus orang perawi yang meriwayatkan dari Abu Hurairah. Tentu saja, kalau ada kelemahan kecil atau besar dalam riwayat-riwayat itu, maka tidak semuanya harus ditimpakan pada Abu Hurairah.

Kedua, Hadits tentang doa Rasulullah kepada hafalan Abu Hurairah ditolak oleh Abu Rayyah hanya dengan dasar tidak masuk akal. Namun, bagi Muslim lain hal tersebut dapat saja “masuk akal” baginya apalagi yang mendoakan adalah Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama, sang kekasih Allah paling mulia yang dikabulkan semua doanya. Dalam sisi matan jelas Hadits tersebut tidak bertentangan dengan dasar-dasar akidah Islam. Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama juga seringkali mendoakan para Shahabatnya dengan kekhususan yang tidak dimiliki shahabat lainnya seperti Anas bin Malik yang didoakan berumur panjang.

Jadi, jika Rasulullah mendoakan khusus Abu Hurairah dengan hafalan yang kuat maka hal itu sah-sah saja bagi beliau. Penolakan Abu Rayyah terhadap Hadits Abu Hurairah diatas sangat lemah dan argumennya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Bersambung. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20

Saudi Izinkan Kembali Umat Muslim Lakukan Umrah Mulai Ahad 25 Juli

Saudi Izinkan Kembali Umat Muslim Lakukan Umrah Mulai Ahad 25 Juli

Ahad, 25 Jul 2021 22:00

Milisi Syi'ah Pro-Iran Di Suriah Rekrut Pemuda Lokal Untuk Beli Properti Di Deir Al-Zor

Milisi Syi'ah Pro-Iran Di Suriah Rekrut Pemuda Lokal Untuk Beli Properti Di Deir Al-Zor

Ahad, 25 Jul 2021 21:25

Parlemen Prancis Sahkan RUU Anti-Separatisme 'Islamofobia'

Parlemen Prancis Sahkan RUU Anti-Separatisme 'Islamofobia'

Ahad, 25 Jul 2021 20:35

21 Pemberontak Syi'ah Houtsi Tewas Dalam Serangan Udara Saudi Di Al-Bayda Yaman

21 Pemberontak Syi'ah Houtsi Tewas Dalam Serangan Udara Saudi Di Al-Bayda Yaman

Ahad, 25 Jul 2021 20:12

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Ahad, 25 Jul 2021 17:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Ahad, 25 Jul 2021 16:17

Krisis Berlarut Bakal Lama, Anis Matta: Sistem Global Bakal Mengikuti Model 'Ibadah Haji'

Krisis Berlarut Bakal Lama, Anis Matta: Sistem Global Bakal Mengikuti Model 'Ibadah Haji'

Ahad, 25 Jul 2021 16:07

Kesenjangan Sosial Efek Pandemi, Buah Pahit Sistem Kapitalisme

Kesenjangan Sosial Efek Pandemi, Buah Pahit Sistem Kapitalisme

Ahad, 25 Jul 2021 14:52

Buruknya Mentalitas Penguasa Sekuler di Tengah Pandemi

Buruknya Mentalitas Penguasa Sekuler di Tengah Pandemi

Ahad, 25 Jul 2021 14:27


MUI

Must Read!
X