Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.909 views

Kemenag yang Baru dan Masa Depan Keberagamaan di Indonesia

 

Oleh:

Ainul Mizan, S.Pd*

 

USAI sudah Menag yang baru dilantik tanggal 23 Oktober 2019. Jenderal (purn) Fahrul Rozi menggantikan menag Lukman Hakim Saifuddin. Presiden Jokowi memberikan arahan mengenai tugas Menag baru untuk mengurusi radikalisme hingga industri halal. Menanggapi hal tersebut, Prof. Din Syamsuddin menyebut bahwa Kemenag sekarang sebagai Kementerian Anti Radikalisme (www.suara-islam.id, 24 Oktober 2019).

Tidaklah berlebihan bila sebutan anti radikalisme disematkan kepada Kemenag yang baru. Istilah radikalisme saat ini lebih bernuansa politik. Narasi radikalisme sangat susah dilepaskan dari hal-hal yang berbau Islam.

Buktnya di antaranya adalah Fahrul Rozi mengklaim bahwa pelaksanaan Islam yang radikal dikarenakan tafsir agamanya yang salah (www.cnnindonesia.com, 24 Oktober 2019). Menurutnya bahwa Islam itu agama rohmatan lil alamin. Islam tidak mengajak mencari musuh, apalagi mengajak membunuh banyak manusia. Ke depan ia akan mencanangkan program deradikalisasi.

Begitu pula, adanya kekecewaan dari kalangan Banser terhadap Menag baru dengan mereka menarik diri dari ikut memerangi radikalisme (www.geloranews.com, 24 Oktober 2019). Mereka beralasan bahwa radikalisme itu biar diurusi negara. Mereka akan fokus pada penguatan internal. Memangnya selama ini bukannya terorisme termasuk radikalisme telah diurusi negara? buktinya ada BNPT dengan program deradikalisasinya dan pembentukan densus 88.

Ditambah lagi fakta empiris yang ada di lapangan yang semakin menguatkan bahwa narasi radikalisme disematkan kepada islam politik. Ajaran - ajaran Islam yang dibidik tidak keluar dari seputar Khilafah, jihad dan tauhid. Berbagai macam narasi deradikalisasi dilakukan di antaranya dengan memberikan cap negatif kepada simbol - simbol islam seperti cap negatif terhadap bendera tauhid. Dengan tetap bersikukuh dengan narasi bendera milik oraganisasi terlarang. Pertanyaannya, apakah ketika PPP menggunakan ka'bah dalam lambang partainya lantas ka'bah menjadi milik PPP?

Termasuk persekusi terhadap ulama masih terus berlangsung. Cap intoleran dan lainnya menjadi senjata mematikan. Hal itu semuanya dilakukan untuk menjauhkan umat dari Islam yang apa adanya. Islam yang berdiri dengan jati dirinya sebagai ajaran yang sempurna dan layak untuk memberikan solusi terbaik bagi kehidupan manusia.

Dengan dipilihnya menteri agama dengan latar belakang militer ini, tentunya harapan besar terhadap upaya memerangi radikalisme bisa semakin masif. Bila dibandingkan dengan sebelumnya, menag dari kalangan sipil, terkesan lambat. Bisa dimaklumi hal demikian. Hanya saja bila pendekatan yang dipakai didominasi gaya kemiliteran, justru akan mengakibatkan keterbelahan dan rasa curiga di kalangan umat.

Tidak ada lagi kedewasaan berpikir dalam beragama. Negara melalui Kemenag akan melakukan pemaksaan pemahaman agama Islam sesuai dengan kacamatanya sendiri. Kalau sudah demikian, Kemenag tidak lebih hanya sekedar alat bagi kekuasaan dengan kepentingan politiknya. Undang - undang dan ancamannya langsung memaksa orang untuk sekedar dituduh radikal. Justru demikian ini hanya menunjukkan radikalisme negara terhadap warganya.

Efek ikutan yang berkelindan adalah berkaitan dengan hubungan dengan warga negara yang non muslim. Indonesia sebagai negeri yang mayoritasnya muslim, tentunya menjadi tidak wajar bila warga minoritas menjelma menjadi tirani bagi yang mayoritas. Apakah kehidupan keber-agamaan sedemikian ini yang ingin dibentuk? Kalaupun diklaim radikalisme atas nama agama sudah demikian darurat, lantas apakah umat Islam di negeri ini tidak mengijinkan umat lainnya hidup tenang dan damai?

Sesungguhnya adanya Kementerian Agama ini tidak lantas disebut sebagai kementerian bukan hanya untuk agama Islam, tapi untuk kelima agama di Indonesia. Tidak menjadi urgen untuk diperdebatkan. Yang pasti bahwa mayoritas penduduk negeri ini muslim, konsekwensinya urusan yang paling banyak ditangani oleh Kemenag adalah berkaitan dengan agama Islam. Maka tidak salah pula bila Menag diangkat dari kalangan muslim. Sedangkan ajaran Islam itu sendiri juga mengatur hubungan antara kaum muslimin dengan orang - orang kafir atau non muslim.

Oleh karena itu fungsi dari Kemenag harusnya menjadi kehidupan beragama yang positif. Membangun budaya ilmiah dalam diskusi tema-tema keagamaan yang didasari spirit keimanan dan ketaqwaan.

Yang harus dipahami dengan baik adalah kondisi negeri masih banyak PR yang harus diselesaikan. Liberalisasi politik, ekonomi, pendidikan serta kebudayaan justru menjadikan keterpurukan. Adalah hal yang rasional bila berkembang berbagai pemikiran keagamaan yang berusaha untuk memberikan penawaran solusi bagi negeri ini. Asalkan berbagai pemikiran keagamaan tersebut tidak melanggar batasan - batasan yang sudah pakem dalam khasanah hukum Islam.

Dalam ranah praktis misalnya mengenai diskursus makna Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Yang menjadi pakem dalam hal ini bahwa makna kerahmatan islam bukan dalam pengertian Islam bisa menerima dan berdamai dengan nilai - nilai liberalisme maupun sekulerisme. Yang menjadi batasan tentunya adalah haram mencampuradukkan antara yang haq dan batil, dan antara Islam dengan kekufuran. Berangkat dari sini, boleh beranjak kepada diskusi ilmiah ajaran Islam dengan berasaskan kepada kacamata islam sendiri, bukan memahami Islam dengan kacamatan dan sudut pandang keyakinan orang lain.

Dengan demikian, fungsi Kemenag bisa diletakkan secara proporsional, tidak terjebak di dalam pusaran kepentingan politik yang ingin menidurkan umat islam. Karena umat Islam yang bangun adalah yang memahami agamanya dengan baik akan bisa melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan dari bangsa penjajah baik dari barat dan timur yakni AS dan China. Umat Islam mempunyai potensi besar untuk menjadi motor penggerak kesejahteraan umat manusia pada umumnya.*Penulis tinggal di Malang, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Promosikan Ivermectin, Erick Thohir Dikritik Seperti Jualan Obat

Promosikan Ivermectin, Erick Thohir Dikritik Seperti Jualan Obat

Jum'at, 25 Jun 2021 03:20

Lampaui Target Vaksinasi 100.000 Orang/Hari, Pemprov DKI Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Lampaui Target Vaksinasi 100.000 Orang/Hari, Pemprov DKI Apresiasi Antusiasme Masyarakat

Jum'at, 25 Jun 2021 02:19

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Jum'at, 25 Jun 2021 01:42

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37


MUI

Must Read!
X