Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.227 views

Front Umat Islam Yogyakarta Gerudug Pengajian Akbar Ahmadiyah

YOGYAKARTA (voa-islam.com) - Ratusan massa umat Islam yang tergabung dalam Front Umat Islam Yogyakarta menggeruduk penganut Ahmadiyah Lahore yang sedang melakukan pengajian akbar tahunan di Kompleks SMA Perguruan Islam Republik Indonesia (PIRI) di Jalan Kemuning 14, Baciro, Yogyakarta. Massa dari ormas Islam itu menuntut pembubaran Ahmadiyah, Jumat 13 Januari 2012.

Ormas Islam itu terdiri dari, Gerakan Anti Maksiat (GAM), Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Dalam spanduk massa pendemo tersebut tertulis, "Ahmadiyah sesat, Bubarkan".

Abu Haidar, perwakilan dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dalam orasinya di depan SMA PIRI, tempat dilaksanakannya pengajian tahunan itu, menuntut agar kegiatan Ahmadiyah itu dibubarkan dan mengangap Gerakan Ahmadiyah tersebut sesat.

"Mirza Ghulam Ahmad itu bukan Nabi, maka kami imbau kepada pengikut Ahmadiyah agar kembali pada Islam," teriaknya.

Aksi unjuk rasa itu di kawal ketat oleh pihak Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. Walikota DIY Haryadi Suyuti yang ikut turun tangan menenangkan massa akhirnya menghentikan pengajian akbar Ahmadiyah yang rencananya berlangsung dua hari itu.

"Saya sudah bernegosiasi dengan panitia pengajuan tahunan Ahmadiyah dan mereka akhirnya mengakhiri pengajian sore ini. Kondisi di luar sudah tidak kondusif sehingga pengajian harus dibubarkan," kata Haryadi. 

Selain itu, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ikut membujuk pegunjukrasa agar tetap menjaga situasi Yogyakarta tetap kondusif. Walikota juga menyatakan bahwa kegiatan pengajian warga Ahmadiyah sudah diakhiri. "Marilah kita jaga Yogyakarta sebagai kota yang kondusif dan damai untuk warga Yogyakarta," pintanya.

Sementara itu, Muslich Zainal Asikin, Wakil Ketua Umum Pedoman Besar (PB) Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) menyampaikan, bahwa pengajian akbar tersebut merupakan kegiatan tahunan. "Ini pengajian tahunan yang rutin diselenggarakan setiap tahun dan acara ini sifatnya silaturahmi," imbuhnya.

"Pengajian ini kita laksanakan sudah sejak 84 tahun lalu, ini tradisi kami sejak GAI Lahore didirikan pada tahun 1928".

Sambil berkelit ia menyatakan kelompok yang berunjukrasa itu keliru, karena organisasi mereka bukan Ahmadiyah yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, tetapi hanya seorang ulama. "Mungkin mereka keliru, kami ini adalah organisasi GAI yang tetap menganggap Muhammad adalah Nabi terakhir", paparnya.

Untuk diketahui setelah pendiri Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad meninggal (26 Mei 1908), Gerakan Ahmadiyah dipimpin oleh Shadr Anjuman Ahmadiyah yang diketuai oleh Hakim Nuruddin. Setelah ia meninggal pada tanggal 13 Maret 1914, Shadr Anjuman Ahmadiyah dipimpin oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, putra Mirza Ghulam Ahmad.

Beberapa saat setelah ia terpilih, timbullah perbedaan pendapat yang penting dan mendasar. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad berpendapat bahwa; Masih Mau’ud Mirza Ghulam Ahmad itu betul-betul Nabi, ia adalah Ahmad yang diramalkan dalam Qur’an Suci 61:6. Semua orang Islam yang tidak berbai’at kepadanya, sekalipun tidak pernah mendengar nama beliau, hukumnya kafir dan keluar dari Islam (Ainai Sadaqat, Hal 35). Pemahaman ini dianut oleh Ahmadiyah Qadian yang di Indonesia organisasinya bernama JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia).

Sedangkan mereka yang tak setuju terhadap pendapat tersebut tergabung dalam Ahmadiyah Anjuman Isya’ati Islam (Ahmadiyah, Gerakan Penyiaran Islam) yang berpusat di Lahore dan dikenal sebagai Ahmadiyah Lahore yang pada saat itu dipimpin oleh Maulana Muhammad Ali, M.A., LL.B., sekretaris Mirza Ghulam Ahmad. Menurut Ahmadiyah Lahore, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bukanlah Nabi, dia adalah seorang Mujaddid, Al Masih juga Al Mahdi.

Pada dasarnya tidak menganggap Mirza Ghulam Ahmad sesat saja sudah menjadi bukti bahwa mereka adalah sesat apalagi menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi atau Al Masih.

Telah banyak bukti kesesatannya yang bisa dilihat dalam Tadzkirah yang dianggap sebagai al kitab al muqaddas (kitab yang disucikan) di mana isinya adalah pembajakan terhadap ayat-ayat Al Qur’an.

Jadi baik JAI maupun GAI sama-sama sesat sebagaimana fatwa MUI tahun 1980 tentang kesesatan Ahmadiyah sebagai paham di luar Islam tanpa membedakan keduanya. Fatwa ini ditanda tangani oleh Ketua Umum MUI waktu itu Prof.Dr. Buya HAMKA dan Menteri Agama RI H. Alamsyah Ratu Perwiranegara. (Widad/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Sabtu, 25 Sep 2021 12:49

Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Indonesia Perlu Waspada

Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Indonesia Perlu Waspada

Sabtu, 25 Sep 2021 08:16

Hubungan Ilmu dan Amal

Hubungan Ilmu dan Amal

Jum'at, 24 Sep 2021 23:00

Luhut Konflik dengan Aktivis, Legislator Minta Jokowi Beri Peringatan

Luhut Konflik dengan Aktivis, Legislator Minta Jokowi Beri Peringatan

Jum'at, 24 Sep 2021 21:25

Kenya Larang Film Yang Menganjurkan Pernikahan Sesama Jenis

Kenya Larang Film Yang Menganjurkan Pernikahan Sesama Jenis

Jum'at, 24 Sep 2021 21:15

Menteri Pertahanan Taliban Tegur Keras Komandan, Perintahkan Usir Para 'Pejuang Jahat'

Menteri Pertahanan Taliban Tegur Keras Komandan, Perintahkan Usir Para 'Pejuang Jahat'

Jum'at, 24 Sep 2021 20:45

Erdogan: AS Dukung Kelompok Teroris Lebih Dari Yang Diperkirakan

Erdogan: AS Dukung Kelompok Teroris Lebih Dari Yang Diperkirakan

Jum'at, 24 Sep 2021 20:15

Menelisik Dua Surat Terbuka PATI

Menelisik Dua Surat Terbuka PATI

Jum'at, 24 Sep 2021 19:55

TNI-Polri Harus Mawas Diri

TNI-Polri Harus Mawas Diri

Jum'at, 24 Sep 2021 19:52

Israel Berhentikan Sementara Kepala Penjara Gilboa Terkait Kaburnya 6 Pejuang Palestina

Israel Berhentikan Sementara Kepala Penjara Gilboa Terkait Kaburnya 6 Pejuang Palestina

Jum'at, 24 Sep 2021 19:04

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Jum'at, 24 Sep 2021 13:12

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Jum'at, 24 Sep 2021 10:29

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Jum'at, 24 Sep 2021 10:28

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Jum'at, 24 Sep 2021 08:18

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Kamis, 23 Sep 2021 23:53

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Kamis, 23 Sep 2021 22:35

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

Kamis, 23 Sep 2021 22:25

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

Kamis, 23 Sep 2021 21:50

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 20:16

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan

Kamis, 23 Sep 2021 20:11


MUI

Must Read!
X