Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.105 views

Miras Ilegal: Keliru Anggapan, Legalkan Miras Menguntungkan Negara

JAKARTA (Voa-Islam) – Setiap kali Bea Cukai menyita ribuan kardus minuman keras ilegal yang masuk ke Jakarta, pemerintah mengaku, negara mengalami kerugian Rp 10 miliar. Padahal, keliru sekali anggapan, bahwa melegalkan miras akan menguntungkan negara yang akan mendapatkan uang pajak dari miras. Ini adalah penglihatan yang sempit sekali. Sebab, penghasilan dari pajak barang kotor dan haram itu tidak akan memberikan keberkahan apapun bagi kehidupan masyarakat.

“Justru kecelakaan dan kerugian akan menyelimuti kehidupan masyarakat. Betapa kerusakan timbul dari perilaku mabuk-mabukan akibat menenggak miras, seperti kematian setelah pesta miras oplosan, tawuran antar kelompok, penganiayaan, dan problem social lainnya, ujar Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath kepada Voa-Islam.

Merebaknya minuman beralkohol ilegal akhir-akhir ini disinyalir karena beberapa pemerintah daerah melarang peredaran minuman beralkohol di wilayahnya. Akhir Oktober 2009, sebanyak 65 ribu botol minuman keras pernah ditemukan di Pluit dan Pantai Indah Kapuk, untuk selanjutnya dimusnahkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Bukan hanya itu, Dirjen Bea Cukai Tanjung Priok pernah menggagalkan penyelundupan miras asal Korea. Dengan demikian, dalam empat kali pengungkapan selama Desember 2009 sampai Januari 2010, bea cukai menyita 131.347 botol atau 56.682 liter minuman. Adapun modus yang dipakai pelaku yakni dengan memalsukan dokumen pabean.

Tak berselang lama, Dirjen Bea Cukai Jakarta kembali menyita 17 ribu botol miras impor berbagai merk asal Eropa. Ada wine asal Prancis dan vodka Rusia.Botol-botol dengan pita cukai palsu berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 4,9 miliar. Petugas juga menyita 2.736 pita cukai palsu golongan B1 (Wine) dan 504 pita cukai palsu golongan C (Spirit).

Ironisnya, sanksi hukum perkara penyelundupan ini terlalu ringan. Tersangka hanya diancam pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal satu tahun dan maksimal delapan tahun atau denda minimal sepuluh kali nilai cukai dan maksimal dua puluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Seperti diberitakan media massa sebelumya, pada 13 September 2011, Kepolisian Sukoharjo, Jawa Tengah, berhasil menggagagalkan peredaran minuman keras ilegal, Senin (12/9). Ironisnya, miras diangkut dengan mobil dinas anggota DPRD setempat. Mobil ber-plat merah itu, diketahui kerap digunakan Ketua Komisi II DPRD Sukoharjo, Eka Junaedi, yang juga merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat.

Dari kendaraan tersebut, polisi menangkap tersangka W beserta barang bukti enam jerigen minuman keras jenis ciu. Pelaku terancam perda nomor IV tentang peredaran minuman keras tanpa ijin dan pajak. Ia terancam kurungan enam  bulan serta denda sebesar Rp50 ribu.

Setiap kali Bea Cukai menyita ribuan kardus minuman keras ilegal yang masuk ke Jakarta, pemerintah mengaku, negara mengalami kerugian Rp 10 miliar. Minuman beralkohol itu masuk kawasan pabean Indonesia melalui importir dengan cara memanipulasi data.

Penggeledahan Bea Cukai

Dari hasil pengeledahan, petugas Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara menemukan 9.953 botol minuman kosong,  1.400 kardus minuman beralkohol berbagai merek dari luar negeri. Dua kontainer yang tak memiliki perizinan itu sudah masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok. Di dalamnya didapati barang berupa, minuman beralkohol, spare part komputer, dan barang tekstil. Bea Cukai sudah menunggu sekitar satu minggu, tapi perizinannya tidak ada.

Sementara itu, perusahaan pengimpor produk minuman mengandung ethil alkohol (MMEA) mengeluh dengan masih beredarnya pita cukai palsu di Indonesia. Pasalnya dengan adanya minuman ilegal ini, pendapatan perusahaannya menurun.

Ditjen Bea dan Cukai mencatat pada 2008 ada 2.988 pelanggaran. Pelanggaran ini berasal dari pelanggaran impor sebanyak 2.203 kasus, ekspor 13 kasus dan pelanggaran cukai sebanyak 772 kasus. Botol-botol dengan pita cukai palsu berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 4,9 miliar.

Dalam Permendag No 43 tahun 2009 tentang pengadaan, pengedaran, penjualan, pengawasan, dan pengendalian minuman beralkohol, produksi minol (minuman beralkohol) tidak boleh melebihi kapasitas produksinya. Kalaupun melakukan impor, asumsinya untuk mengisi kebutuhan warga asing di sektor pariwisata dan perhotelan. Sementara itu, produksi minuman beralkohol dalam negeri dialokasikan untuk kebutuhan pasar domestik.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, kapasitas produksi minuman beralkohol golongan A (bir) sebanyak 260 juta liter per tahun. Sementara itu, golongan B (wine atau anggur) dan golongan C (spirit) hanya 80 juta liter per tahun.

Perlu diketahui, realisasi impor minuman beralkohol (minol) didominasi dari jenis wine atau anggur (golongan B). Pemerintah memberikan izin impor minol hanya kepada PT Sarinah. Untuk tahun 2009, alokasi impor yang diberikan kepada PT Sarinah mencapai 393 ribu karton. Terdiri dari, sebanyak 150 ribu karton untuk golongan A (beer), 225 ribu untuk golongan B (wine), dan 18 ribu untuk golongan C (spirit).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, realisasi impor minuman beralkohol golongan B pada 2009 mencapai 191.953 karton dari alokasi 225 ribu karton. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Diah Maulida menjelaskan, realisasi total impor minol tahun 2009 hanya mencapai 71 persen. Realisasinya sekitar 70 persen dari 3 golongan minol.

Sementara, realisasi golongan A atau beer hanya mencapai 69.689 karton (46,46 persen). Dan realisasi golongan C atau spirit mencapai 17.410 karton (96,72 persen). Sebelumnya, rendahnya realisasi golongan A (beer) diakibatkan telah banyak produksi jenis bir di dalam negeri. Desastian

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Ketua DPP PKS: Bank Syariah Perlu Berbenah untuk Jadi Lebih Baik

Selasa, 27 Jul 2021 10:41

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Puncak Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional, PKS Serukan Kolaborasi untuk Keluarga Tangguh

Selasa, 27 Jul 2021 10:37

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Politisi Gerindra: Jangan Lupakan Hak Rakyat Saat PPKM Diperpanjang

Selasa, 27 Jul 2021 08:45

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Stunting Merusak Potensi Bonus Demografi Indonesia 2045

Senin, 26 Jul 2021 20:20

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Kementerian Sosial Resmikan Sekolah Lansia Salimah

Senin, 26 Jul 2021 20:17

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Pasukan Keamanan Tunisia Serbu Kantor Al Jazeera, Usir Para Staf

Senin, 26 Jul 2021 20:05

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Food Careline Services ACT: Layanan Makan Gratis untuk Orang Lapar

Senin, 26 Jul 2021 20:01

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Selandia Baru Akan Izinkan Seorang Wanita Terkait Islamic State Dan 2 Anaknya Untuk Pulang

Senin, 26 Jul 2021 19:35

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Urai Strategi Cegah Korupsi

Senin, 26 Jul 2021 19:22

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Sembelih Kambing untuk Menempati Rumah Baru

Senin, 26 Jul 2021 19:09

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Waduh, Studi Baru Di Inggris Temukan Orang Yang Sembuh Dari COVID-19 Alami Penurunan Kecerdasan

Senin, 26 Jul 2021 19:05

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Presiden Tunisia Kais Saied Lancarkan 'Kudeta', Tangguhkan Parlemen Dan Pecat Perdana Menteri

Senin, 26 Jul 2021 17:15

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Lewat Fatwa dan Tausyiah, MUI Berperan Besar Tangani Covid-19

Senin, 26 Jul 2021 14:20

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Semoga Rektor UI Menjadi “Kyai Haji Ari Kuncoro”

Senin, 26 Jul 2021 12:48

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Ahmad Syaikhu: Pada Masa Pandemi, Keluarga Perlu Tiga Penguatan

Senin, 26 Jul 2021 11:39

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Anak Belum Baligh Menjadi Imam Shalat

Senin, 26 Jul 2021 11:00

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Jika Pandemi Berlanjut, Mungkin Saja Nanti Ada Fatwa Nikah Daring

Senin, 26 Jul 2021 10:51

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

MUI 46 Tahun, KH Cholil Nafis: Sarana Dakwah danl Perekat Umat

Senin, 26 Jul 2021 10:29

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Rakyat Buntung, Ada Yang Ambil Untung

Senin, 26 Jul 2021 08:19

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Israel Larang Masuk Truk Bahan Bakar Untuk Pembangkit Listrik Di Jalur Gaza

Ahad, 25 Jul 2021 22:20


MUI

Must Read!
X