Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.156 views

Miras Bukan Lagi Barang Mewah: Harus Dikendalikan dengan UU

JAKARTA (Voa-Islam) - Partai Persatuan Pembangunan mengusulkan pengendalian minuman keras atau minuman beralkohol diatur dalam peraturan setingkat undang-undang. "Aturan pengendalian miras (minuman keras) tidak cukup diatur dalam peraturan setingkat keppres (keputusan presiden)," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, di Jakarta, Jumat (13/1).

Apalagi, kata dia, keppres tersebut belum mendasarkan pada UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjadi dasar pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. Padahal, kata Romy, miras memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, ketentraman dan ketertiban masyarakat serta memberikan dampak yang setara dengan narkoba dan obat-obatan psikotropika.

"Pengendalian dan penyalahgunaan narkoba diatur dalam UU No 35 Tahun 2009, seharusnya pengendalian miras yang memberikan dampak seperti narkoba juga diatur dalam aturan perundangan," katanya. Ketua Komisi IV DPR RI ini menambahkan, setelah diatur dalam aturan perundangan baru, Menteri Dalam Negeri dapat melakukan evaluasi terhadap Peraturan Darerah (Perda) tentang Larangan Miras yang sudah diberlakukan.

Penghentian perda miras dari berbagai daerah oleh Kementrian Dalam Negeri sempat menimbulkan kontroversi. Partai Persatuan Pembangunan mengusulkan pengendalian minuman keras atau minuman beralkohol diatur dalam peraturan setingkat undang-undang.

Sebelum diatur dalam aturan perundangan yang merujuk pada UU Pemerintahan Daerah, menurut  Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy, di Jakarta, Jumat (13/1), Mendagri belum bisa memerintahkan penghentian dan pencabutan Perda tentang Larangan Miras.

Romy menjelaskan, berdasarkan UU No 12 Tahun 2011 Pasal 9 ayat (2), peraturan perundangan di bawah UU yang diduga bertentangan dengan UU dilakukan pengujian di Mahkamah Agung (MA). PPP mendesak Mendagri segera mencabut surat perintah penghentian pelaksanaan perda karena surat Mendagri tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

"Jangan sampai perintah penghentian perda ini memperkuat dugaan adanya kompromi dengan pabrikan miras golongan A, yakni berkadar alkohol 0-5 persen, yang sejak dulu berkeinginan dijual bebas," katanya.

Romy menegaskan, sikap dasar PPP jelas, bahwa miras adalah barang haram yang tidak boleh dikonsumsi umat Islam. Dengan pertimbangan kebhinnekaan Bangsa Indonesia, menurut dia, DPP PPP sudah menginstruksikan Fraksi PPP DPR RI untuk memasukkan agenda RUU Pengendalian Peredaran Miras pada Prolegnas 2012, melalui rapat paripurna terdekat.

Miras Bukan Lagi Barang Mewah

Menurut pemerintah, kenaikan cukai perlu agar peredaran produk minuman beralkohol tetap bisa terkendali. Namun , jangan sampai pajaknya tinggi, menimbulkan barang-barang ilegal lebih banyak masuk. Pemerintah berdalih, tujuan cukai dinaikkan adalah untuk pembatasan konsumsi minuman beralkohol.

Sesuai dengan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM), minuman beralkohol tidak lagi dikategorikan sebagai barang mewah. Sedangkan dalam Undang-Undang yang berlaku sejak 1 April 2010 ini, minuman beralkohol lebih dikategorikan sebagai barang kena cukai.

Dua tahun lalu, 2010, Pemerintah sempat menghapuskan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPNBM) minuman beralkohol, namun sebaliknya menaikkan cukai hingga 300 persen.
Sehingga harga minuman beralkohol yang beredar menjadi naik, setidaknya 20 hingga 40 persen. Kenaikan harga minuman beralkohol itu memicu beredarnya produk ilegal, yang bebas pajak dan cukai.

Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat mengakui hal ini. Atas kenaikan itu, Juru Bicara Gabungan Industri Minuman Malt Indonesia (GIMMI) Ipung Nimpuno pernah meminta pemerintah segera menurunkan tarif cukai. Karena, kata dia, kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap struktur harga bir, dan kenyataannya malah menyebabkan pemerintah kehilangan pendapatan pajak.

"Kenaikan cukai ini  juga akan mengakibatkan konsekuensi negatif lainnya, termasuk risiko terhadap kesehatan masyarakat, pudarnya citra Indonesia sebagai tujuan  pariwisata dunia yang atraktif dan menambah kesempatan bagi berkembangnya kegiatan pasar gelap," kata Ipung.

Perubahan perpajakan untuk minuman alkohol berupa penghapusan Pajak  Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM) yang sebelumnya dikenakan untuk bir dengan tarif 40%, diganti dengan menaikkan tarif cukai dari Rp 3.500 menjadi Rp 11.000 per liter. Perubahan pajak ini, i pihak industri tidak punya pilihan lain selain menaikkan harga dan konsumen akan merasakan kenaikan harga 20-40 persen untuk bir merek-merek terkenal.

Industri bir nasional pun menjadi pembayar pajak terbesar, dengan menghasilkan sekitar Rp 1,5 triliun dari PPNBM dan cukai untuk pemerintah. Adapun tarif cukai yang baru akan menyebabkan beban pajak tambahan sebesar Rp 800 miliar.

"Kami menghasilkan 82 persen total pajak alkohol yang berasal dari PPNBM, dan cukai. Industri ini mempekerjakan tak kurang dari 10 ribu tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung, dan jutaan lainnya yang mendapat manfaat dari sektor pariwisata. Perubahan pajak adalah keputusan yang tidak fair bagi industri yang taat dalam membayar pajak," ujar Ipung, sang bandar miras.

Pada masa Menkeu Sri Mulyani Indarwati, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengevaluasi penerimaan cukai dari Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) seiring terbitnya Undang-Undang Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Ketika itu Sri Mulyani mengatakan, kalau melihat volume sangat banyak, kita terus evaluasi karena ini ada persoalan yang berhubungan dengan tingginya tarif cukai dan PPn barang mewah.

Sesuai dengan UU PPn, pemerintah sudah tidak lagi memasukan minuman MMEA sebagai objek pajak PPn Barang Mewah. Selain dari sisi kebijakan, Kementerian Keuangan juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait arus masuk dan keluar minuman MMEA. Pihaknya berharap, mitra kerjanya itu bisa melakukan evauasi dan pembenahan agar sistem perdangangan semakin mampu menurunkan jumlah penyelundupan. Di sisi lain aparat Bea Cukai bisa mengamankan penerimaan negara.

Bagaimana negara ini menjadi berkah, jika pendapatan negaranya saja berasal dari sesuatu yang kotor dan haram. Negara tidak diuntungkan sama sekali dari pajak miras tersebut. Mengingat ongkosnya terlalu mahal, untuk membenahi kerusakan  moral masyarakatnya diakibatkan pengaruh miras.(Desastian/Rep/dbs)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Nasihat Kematian

Nasihat Kematian

Selasa, 01 Dec 2020 11:00

Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an

Akbar Pemulung Cinta Al Qur’an

Selasa, 01 Dec 2020 09:50

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

Senin, 30 Nov 2020 23:50

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Senin, 30 Nov 2020 12:41

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Senin, 30 Nov 2020 11:32

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Senin, 30 Nov 2020 10:11


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 01/12/2020 11:00

Nasihat Kematian