Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
23.922 views

Sebenarnya Apa Misi Dibalik Mosi Tidak Percaya dan DPR Tandingan?

JAKARTA (voa-islam.com) - Nampaknya semakin rumit kecenderungan politik di Indonesia. Dengan adanya mosi tidak percaya terhadap DPR, dan Komisi-Komisi yang dikuasai oleh Koalisi Merah Putih.

Bukan hanya mengeluarkan mosi tidak percaya, tapi sekarang kelompok Koalisi Indonesia Hebat, membentuk DPR tandingan, dan dipilih Ketua DPR versi Koalisi Indonesia Hebat, yaitu Ida Fauziah (PKB).

Langkah yang diambil oleh Koalisi Indonesia Hebat tidak disetujui oleh Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla. Termasuk Mahkamah Agung, tidak mau melantik DPR tandingan.

Para pakar ahli hukum ketatanegaraan, seperti Prof. Jimly Ashiddiqi, Prof. Yusir Ihza Mahendra, pakar politik, Arbi Sanit,dan sejumlah tokoh-tokoh, tidak ada yang merespon positif atas langkah yang diambil oleh Koalisi Indonesia Hebat.

Kelompok Koalisi Indonesia Hebat dalam pernyataannya meminta Presiden Jokowi mengeluarkan Perppu. Hal ini pasti akan menimbulkan komplikasi politik yang lebih luas.

Perppu yang dimaksudkan membatalkan UU MD3. Padahal, UU MD3 sudah pernah diuji di Mahkamah Konstitusi (MK), dan MK menyatakan tidak bertentangan dengan konstitusi.

Namun, kelompok Indonesia Hebat, melanjutkan langkahnya, dan bahkan salah satu anggota FPDIP, Efendi Simbolon, mengajak anggota DPR dari Koalisi Indonesia Hebat, tidak mengambil gaji, sebagai bentuk boikot.

Langkah-langkah politik lainnya, terus dilakukannya, dan tidak lagi perduli dengan pemerintahan baru yang dipimpin Presiden Jokowi, yang menginginkan ‘pengesahan’ kebijakan oleh DPR, termasuk kebijakan dibidang subsidi BBM, dan perubahan APBN 2015.

Jika konflik antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih, tidak segera terselesaikan, maka pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi, bakal mengalami stagnasi , dan tidak dapat mengelola pemerintahan secara efektif.

Sebab, semua kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah akan memerlukanl legitimasi legislatif atau DPR. Bagaimana jika konflik di DPR antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih ini berlarut-larut, tanpa ada kesudahan, terutama dampaknya bagi pemerintah dan rakyat?

Namun, bukan sekadar konflik antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih semata,  tentu yang paling dikawatirkan yaitu bangsa ini akan terpecah. Terjadi des-integrasi nasional.

Padahal, Koalisi Indonesia Hebat, memiliki komitmen menjaga NKRI? Sudah dapat diprediksi dari sekarang kemungkinan yang lebih buruk, akibat kondisi yang ada di DPR sekarang ini.

Mereka para pemimpin politik, anggota legislatif yang menjadi wakil rakyat, yaitu Koalisi Indonesia Hebat, tidak bisa menunjukkan sikap komitmennya menjaga NKRI, dan terus mengobarkan permusuhan kepada Koalisi Merah Putih dengan cara membentuk DPR tandingan.

Ini akan menimbulkan iklim politik yang tidak sehat, dan menuju situasi yang sangat destruktif. Merugikaan bangsa dan negara.

Bukankah Koalisi Merah Putih, sudah menegaskan bahwa akan menjadi kekuatan ‘pengimbang’ pemerintah,  membangun sistem ‘check and balances’.

Sehingga pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi bisa berlangsung dengan sehat. Termasuk komitmen dari Koalisi Merah Putih yang akan mendukung semua kebijakan pemerintah yang baik atau positif bagi rakyat.

Komitmen itu sebagai bentuk penegasan dari Koalisi Merah Putih, yang sebenarnya tidak ada  agenda, seperti ingin menjegal pemerintah Jokowi atau melengserkan Jokowi.

Kecuali jika Presiden Jokowi melanggar sumpahnya, melanggar Undang-Undang atau Konsitusi. Jadi tidak ada alasan yang sangat tidak relevan dengan membentuk DPR tandingan.

Kecuali ada misi lain dari mosi tidak percaya dan membentuk DPR tandingan, yaitu kemungkinan adanya ketidak puasan dari Koallisi Indonesia Hebat atas susunan kabinet sekarang ini. Ketidak puasan itu, kemudian mereka salurkan dengan cara membuat DPR menjadi ‘deadlock’ (macet), sehingga  pemerintah Jokowi tidak bisa jalan.

Memang, nampaknya susunan kabinet yang sudah diumumkan oleh Presiden Jokowi itu, tidak memuaskan bagi berbagai  kalangan yang selama ini menjadi pendukung Jokowi. Termasuk mungkin internal PDIP.

Tapi, menurut berbagai sumber yang ada, susunan Kabinet  Kerja sekarang ini, benar-benar ‘hand made’ dari Megawati. Megawati benar-benar ‘powerfull’ dalam menyusun kabinet. Meskipun, tidak bisa dinafikan memang ada ‘share’ (sumbangan) dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jika memang tujuannya bukan hanya ingin men-delegitimasi DPR Koalisi Merah Putih semata,  dan ada unsur-unsur  tidak puas terhadap susunan kabinet yang ada, dan kemudian melakukan mosi  tidak percaya dan membuat DPR tandingan, sebagai sasaran antara, dan tujuan akhirnya memaksa Presiden Jokowi dan Megawati, melakukan ‘reshuffle’ kabinet, itu masalah lain, dan itu hanya urusan internal PDIP.

Barangkali rakyat dan bangsa Indonesia, menanti bagaimana pemerintahan baru ini, mewujudkan janjinya, saat berlangsung kampanye. Tidak lagi hanya berkutat  soal rebutan jabatan kekuasaan yang akhirnya hanya menghancurkan dan memporak-porandakan bangsa dan negara.

Ini yang harus menjadi kesadaran kolektif oleh semua  pelaku politik. Tidak membiarkan nafsu kekuasaan yang sangat destruktif yang hanya merugikan bangsa dan negara. Wallahu’alam.

[email protected]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Selasa, 11 Dec 2018 22:22

Reuni 212 dan Tsunami Media

Reuni 212 dan Tsunami Media

Selasa, 11 Dec 2018 22:21

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Selasa, 11 Dec 2018 22:15

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

Selasa, 11 Dec 2018 21:29

Enough Pak Jokowi!

Enough Pak Jokowi!

Selasa, 11 Dec 2018 21:20

Toleransi Salah Kaprah

Toleransi Salah Kaprah

Selasa, 11 Dec 2018 20:18

Raja Kodok dan Ular

Raja Kodok dan Ular

Selasa, 11 Dec 2018 19:17

Tahun Kegelapan Media

Tahun Kegelapan Media

Selasa, 11 Dec 2018 18:49

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

Selasa, 11 Dec 2018 17:18

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Selasa, 11 Dec 2018 16:15

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Selasa, 11 Dec 2018 14:17

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Selasa, 11 Dec 2018 14:12

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Selasa, 11 Dec 2018 14:01

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Selasa, 11 Dec 2018 13:27

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Selasa, 11 Dec 2018 12:27

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

Selasa, 11 Dec 2018 11:35

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

Selasa, 11 Dec 2018 11:27

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X