Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.053 views

Hadharah dan Madaniyah Dalam Islam (Bagian-1)

Oleh: Rianny Puspitasari, S.Pd., M.Pd. 

(Dosen STBA Sebelas April Sumedang)

Pengantar

Perayaan 17 Agustusan di Kabupaten Bogor diwarnai insiden pembakaran bendera Merah Putih. Di Kampung Jami, RT 02/04, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, warganya bersitegang menyusul ada bendera merah putih yang dibakar oknum petugas keamanan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Alquran Ibnu Mas’ud.  Hal itu membuat pasukan Brimob lengkap dengan senjatanya turun mengepung masjid dan ponpes, yang sempat dicurigai ikut menyebarkan paham ISIS.  Akibat dari kasus ini,warga begitu marah dan akhirnya menutup pondok pesantren tersebut dan meminta mereka untuk pindah dalam waktu satu bulan.

Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa warga Negara Indonesia begitu mensucikan bendera merah putih.  Mereka bereaksi ketika keagungan bendera mereka dinodai.  Ini adalah gambaran umat Islam Indonesia yang sudah terlanjur menjadikan bendera merah putih yang notabene lambang Negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, dijaga dan ditinggikan.

Hal ini bukan hanya menimpa umat Islam yang ada di Indonesia, kaum muslim di berbagai Negara pun tidak sedikit yang begitu membela dan bangga terhadap bendera negaranya masing-masing.  Umat Islam yang sudah dikerat-kerat menjadi puluhan Negara akhirnya terjebak dalam pengagungan terhadap ciri dan lambang negaranya.

Di sisi lain, selalu muncul pertanyaan yang nyinyir terhadap pembela persatuan umat.  Mengapa anti demokrasi tetapi masih memakai KTP? Bahkan ada yang menjadi PNS?  Mengapa yang selalu berteriak ‘campakkan system kufur’ tapi menggunakan facebook, computer dan membeli produk-produk dari Yahudi?

Saat ini umat seolah linglung dengan mana yang boleh diemban, diambil, dan dipakai, dengan mana yang tidak boleh.  Pemahaman inilah yang perlu diluruskan agar umat tidak lagi salah kaprah dalam menyikapi hal ini.

 

Penyebab Umat Gagal Paham

Umat Islam mengalami kemunduran akut sejak mereka meninggalkan ijtihad. Padahal, ijtihad sangat penting dilakukan demi menghadapi persoalan-persoalan baru yang barangkali belum pernah ada di masa sebelumnya, atau di masa Rasulullah masih hidup. Akibat ijtihad ini berhenti, yang terjadi adalah taklid buta dan gagap peradaban.

Hal ini sudah terlihat pada masa-masa akhir Khilafah Utsmaniyah. Serbuan pemikiran Barat tidak mampu disaring. Umat Islam bingung, dengan banyaknya pemikiran asing yang masuk ke dalam tubuh umat Islam ini, sebenarnya mana yang boleh diambil dan mana yang tidak? Apakah harus ditolak semuanya? Atau justru diambil semuanya? Dan akhirnya, yang terjadi adalah diambil semuanya. Entah produk teknologinya atau produk peradabannya.  Alhasil, umat Islam saat ini dikuasai oleh hegemoni Barat nyaris di setiap sudut kehidupan. Sistem demokrasi dipaksakan di negeri-negeri Islam. Kapitalisme sukses memiskinkan kaum muslimin. Liberalisme mengacaukan akidah umat dan menghancurkan generasi muda umat Islam.

Meski demikian, seruan-seruan untuk kembali kepada Islam terus didengungkan.  Tetapi umat pun bingung, jika ingin kembali pada Islam, maka apa yang harus dilakukan dengan pengaruh Barat yang sudah masuk ke tengah-tengah kaum Muslim? Dari sini kemudian muncul dua kubu.  Kubu pertama adalah kubu yang menyeru untuk mengambil semua apa yang berasal dari Barat, baik teknologinya maupun peradabannya.

Akibatnya, mereka menjadi kelompok liberal yang mengagungkan kebebasan dan memuji-muji peradaban Barat.  Kubu inilah yang mengatakan bahwa para pejuang Islam tidak konsisten, menghina demokrasi, tetapi memanfaatkan ‘produk demokrasi’. Merekalah tipe yang menghalangi kebangkitan Islam dan sudah benar-benar dirasuki pemikiran Barat.  Kubu berikutnya adalah kubu yang menolak semua yang berasal dari Barat. 

Menurut mereka, produk teknologi, peradaban, ideology, semuanya haram. Dampak negative dari hal ini adalah, mereka terus berada dalam ‘keterbelakangan’di tengah kemajuan IPTEK dan bahkan bisa membawa mereka pada kebodohan yang tak berujung. Kubu ini pun terkadang mencela pejuang penegak Khilafah karena tidak meninggalkan produk thagut.

Jika kita telisik lebih dalam. Sebenarnya kerancuan yang mengacaukan pemahaman umat ini adalah ketidakpahaman atau yang sekarang lebih sering disebut sebagai gagal paham terhadap hadharah dan madaniyah.  Gempuran paham dan penerapan system kapitalisme-sekuler adalah penyebab utama umat kebingungan dengan mana yang boleh diambil dan mana yang harus ditinggalkan.  Akhirnya mereka malah dengan rela digiring oleh Barat mengambil paham-paham yang bukan berasal dari Islam dan malah menolak hal-hal yang justru mubah hukumnya dalam Islam.  Ini adalah bentuk keberhasilan orang-orang kafir dalam merusak akidah umat.

 

Memahami Makna Hadharah dan Madaniyah

Untuk meluruskan pemahaman ini kita harus terlebih dahulu memahami definisi dari hadharah dan madaniyah.  Dalam kitab Nidzamul Islam karya Syekh Taqiyuddin An-Nabhani disebutkan bahwa:

“Hadharah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunya fakta) tentang kehidupan. Sedangkan Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Hadharah bersifat khas, terkait dengan pandangan hidup. Sementara madaniyah bisa bersifat khas, bisa pula bersifat umum untuk seluruh umat manusia. Bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadharah, seperti patung termasuk madaniyah yang bersifat khas. Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang menjadi produk kemajuan sains dan perkembangan teknologi industri termasuk madaniyah yang bersifat umum, milik seluruh umat manusia. Bentuk madaniyah yang terakhir ini bukan milik umat tertentu, akan tetapi bersifat universal seperti halnya sains dan teknologi.” (Bersambung). [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:45

 Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:31

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

Jum'at, 22 Oct 2021 21:36

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

Jum'at, 22 Oct 2021 17:35

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Jum'at, 22 Oct 2021 16:45

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Jum'at, 22 Oct 2021 15:45

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

Jum'at, 22 Oct 2021 15:34

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Jum'at, 22 Oct 2021 14:50

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Kamis, 21 Oct 2021 16:35

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

Kamis, 21 Oct 2021 15:12

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Kamis, 21 Oct 2021 14:14

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Kamis, 21 Oct 2021 13:14

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Kamis, 21 Oct 2021 13:02

Hanya Satu: Islam

Hanya Satu: Islam

Kamis, 21 Oct 2021 12:55

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07


MUI

Must Read!
X