Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.389 views

Hanibal : G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi dan Cornell Paper

Penulis: Hanibal Wijayanta, Wartawan Senior

Sumber FB Hanibal Wijayanta : disini

Diskusi Dua Sisi semalam (22 September 2017) berlangsung seru. Diskusi bertajuk "G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi" ini menghadirkan narasumber Ilham Aidit, anak Ketua CC PKI DN Aidit; Mayjen Purn. Kivlan Zein, mantan Kepala Staf Kostrad, Rusdi Husein, sejarawan dari Yayasan Bung Karno, dan Prof. Hermawan Sulistyo, MA, PhD...

Bintang Dua Sisi semalam, menurut pendapat saya adalah Mas Prof Hermawan Sulistyo... Sebab, dia membuka beberapa informasi yang selama ini belum pernah dibuka. 

Yang Utama soal Cornell Paper.

Cornell Paper adalah sebuah kumpulan makalah tentang peristiwa G-30-S/PKI yang ditulis oleh para peneliti dari Cornell University, Benedict R O’G Anderson dan Ruth McVey, serta dibantu oleh Frederick Bunnel. Kumpulan makalah berjudul The Coup of October 1 1965 itu diterbitkan setahun setelah peristiwa G-30-S/PKI.

Cornell Paper adalah sebuah kumpulan makalah tentang peristiwa G-30-S/PKI yang ditulis oleh para peneliti dari Cornell University

Kesimpulan Cornell Paper adalah, peristiwa G-30-S/PKI adalah sebuah persoalan internal di kalangan TNI AD. Menurut mereka, ada sejumlah kolonel pembangkang yang frustrasi dari Divisi Diponegoro, Jawa Tengah, yang memberontak terhadap para Jenderal Angkatan Darat yang bergelimang kemewahan di Jakarta. Namun pada saat-saat terakhir ada pihak yang memancing supaya PKI terseret.

Kesimpulan Cornell Paper adalah, peristiwa G-30-S/PKI adalah sebuah persoalan internal di kalangan TNI AD

Menurut mereka, PKI tidak punya motif untuk terlibat dalam upaya kudeta. Sebab, PKI mendapat keuntungan besar di bawah sistem politik Presiden Soekarno yang condong ke kiri. Jadi, strategi terbaik bagi mereka adalah mempertahankan status quo, dari pada merusaknya dengan mendukung kudeta. Karena itu, menurut Cornell Paper, keterlibatan PKI hanya kebetulan belaka.

Analisa Cornell Paper hampir sama dengan penjelasan versi PKI, dan agak sejalan dengan suara-suara dari kelompok-kelompok kiri di Eropa. Kemiripan versi itu dapat dimaklumi karena baik Anderson maupun McVey memang dekat dengan kalangan kiri. Ruth McVey bahkan sempat mengajar di Akademi Ilmu Sosial Aliarcham milik PKI di Jakarta. Dalam Kata Pengantar untuk buku Victor M. Fic, Kudeta 1 Oktober 1965, John O. Sutter menceritakan tentang pertemuannya dengan Ruth T. Mc.Vey di Manila sebelum peristiwa G 30 S. Saat itu, McVey menceritakan kegembiraannya mengajar di Akademi Ilmu Sosial Ali Archam milik PKI di Jakarta, di mana kadernya sedang dilatih dalam administrasi pemerintahan sebagai persiapan untuk menjalankan pemerintahan setelah PKI merebut kekuasaan.

Salim Said dalam bukunya, dari Gestapu ke Reformasi, juga mengatakan bahwa Ben Anderson punya hubungan baik dengan sejumlah tokoh Pemuda Rakyat dan CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia), dua organisasi pemuda dan mahasiswa onderbouw PKI. Hubungan mereka terbina ketika Ben Anderson mulai menyusun disertasi dan meneliti gerakan pemuda Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Kehadiran di Indonesia serta penelitiannya itu membawa Anderson pada kesimpulan tentang adanya kesamaan aktivitas para pemuda komunis pada masa itu dengan kegiatan pemuda kiri pada masa Revolusi. Kesimpulannya itulah yang mendorong Ben Anderson bersimpati kepada para pemuda Komunis di masa Demokrasi Terpimpin, sebagaimana dia bersimpati kepada para pemuda kiri di masa Revolusi. Ben Anderson pun mengaku sedih atas terbantainya banyak temannya di kalangan muda PKI pada masa pasca Gestapu.

Tapi entah mengapa, Cornell Paper ini kemudian seolah menjadi sebuah dokumen rahasia milik pemerintah Amerika Serikat. Kumpulan makalah itu kemudian mendapat stempel Strictly Confidential. Masing-masing copy hanya untuk dibaca oleh para penerima yang telah dipilih secara teliti, dengan memberikan nomor kode tersendiri. Tapi anehnya –tapi sekaligus juga sangat menarik— pada awalnya para penulis Cornell Paper mendorong para pembaca untuk menggunakan informasi yang mereka muat di dalam paper itu seluas-luasnya, tapi juga memperingatkan para pembaca untuk tidak mengutip sumber atau merujuk alam bentuk apapaun juga kepada paper itu.

Bagi orang awam (termasuk para pakar) yang tidak mempelajari masalah G-30-S secara mendalam, namun mungkin perlu memberikan kuliah atau menulis tentang masalah-masalah Indonesia, maka sebuah versi yang lebih pendek dari Cornell Paper kemudian diterbitkan. Banyak orang mengira bahwa makalah versi pendek berjudul A Preliminary Analysis of the September Movement adalah versi awal dari buku The Coup of October 1, 1965. Namun, menurut John O. Sutter, pada kenyataannya versi yang lebih pendek ini berfungsi lebih jauh untuk mengaburkan fakta bahwa PKI-lah yang telah menjadi dalang percobaan kudeta 1 Oktober 1965 itu.

Secara berangsur-angsur keberadaan Cornell Paper mulai bocor. Pada tahun 1967, Profesor George McTurnan Kahin datang ke Indonesia dan menemui Nugroho Notosusanto yang pernah menyebut bahwa Cornell Paper telah didanai Modern Indonesia Project kepunyaan Kahin. Namun, Kahin mengatakan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan buku itu. Sambil tertawa-tawa Kahin mengatakan kepada Nugroho Notosusanto bahwa hal itu hanyalah sebuah kinderachtigheid (kekanak-kanakan atau sophomoric). Meskipun demikian, Kahin menolak permintaan Nugroho untuk membuat sebuah pernyataan pers guna mengklarifikasi masalah itu.

Semalam Mas Kikik bercerita, bahwa Ben Anderson pernah mengatakan kepada Nugroho Notosusanto bahwa ia akan mengubah kesimpulan Cornell Paper jika ada data yang dapat meyakinkan dia. Maka, pasca Mahmillub terhadap para tokoh PKI, sekitar tahun 1970-an awal, Nugroho Notosususnto, Ali Moertopo dan LB Moerdani kemudian membawa empat koper besar berisi dokumen, bahan-bahan interograsi, risalah sidang Mahmillub dan pengakuan para tokoh PKI ke Cornell untuk dibaca dan diteliti Ben Anderson dan kawan-kawan.

Dari korespondensi Mas Kikiek --begitu Mas Hermawan Sulistyo biasa dipanggil-- dengan Ben Anderson, terungkap bahwa setelah membaca semua data yang detail dan terbuka itu, Ben mengakui bahwa kesimpulan awal Cornell Paper bahwa G-30-S/PKI adalah persoalan internal TNI AD adalah salah. Dia akhirnya bisa menyimpulkan bahwa PKI memang benar-benar terlibat dan memakai Biro Chusus yang telah membina para perwira revolusioner untuk melancarkan G-30-S/PKI.

Namun, kata Mas Kikiek, setelah membaca semua data dan mendapatkan kesimpulan baru itu, Ben dan kawan-kawan justru menutup semua data itu dan tak pernah merevisi Cornell Paper dengan data baru itu. Mas Kikieklah orang pertama yang membaca kembali data-data itu di Universitas Cornell. Mas Kikiek memang melakukan riset di universitas itu. Tadinya, Mas Kikiek akan mencantumkan korespondensinya dengan Ben Anderson di buku hasil disertasinya "Palu Arit di ladang Tebu" tapi dilarang Ben. Semalam Mas Kikiek membongkar cerita ini dan membolehkan saya mengutipnya, karena menurut dia "Sekarang kan Ben sudah meninggal."

Kedua, soal versi Sejarawan Asvi Warman Adam

Menurut Mas Kikiek, sebenarnya bahan-bahan yang selalu diungkap oleh koleganya di LIPI itu berasal dari dia. Malah menurut Mas Kikiek, Asvi pernah dua kali memplagiasi tulisan dia. "Suruh dia datang ke sini, kita buka-bukaan..." ujarnya ketika saya tanya untuk memastikannya. Tapi mengapa kesimpulan Mas Kikiek dan Asvi bisa berbeda, "Ya begitulah... Kalau kepingin populer ya tinggal pilih mau pro versi PKI, atau anti. Kalau jadi peneliti yang netrall dan mengungkap apa adanya kayak saya gini kan harus siap nggak populer. Sama yang pro PKI saya dimusuhi, sama yang anti PKI saya juga dimusuhi..." ujarnya.

Ketiga soal pembunuhan masal pasca PKI

Menurut Mas Kikiek, angka-angka yang muncul, termasuk angka paling kecil, 78 ribu orang terbunuh adalah angka-angka yang dibesar-besarkan. Sempat dibantah Ilham Aidit, Mas Kikik berkata, "coba mana buktinya, Paling dari Robert Cribb. Saya 20 tahun meneliti soal PKI ini, sampai saya bosen sebenarnya... nggak pernah ada data yang sebanyak itu... itu dibesar-besarkan sama komandan Banser Ansor Jawa Timur (dia menyebutkan nama tapi saya lupa, kayaknya ada di buku Mas Kikiek)."

Menurut Mas Kikiek, pembunuhan massal di Jawa Timur dan Bali lebih pada konflik horisontal antara orang-orang PKI dan simpatisannya dengan masyarakat, terutama Anshor, PNI, yang sebelumnya terus diteror PKI. "Ini semua aksi saling balas. Langkah TNI AD/RPKAD terhenti sampai di Ngawi. Kalau di Jawa Tengah dan Jawa Barat, Mas Kikiek mengakui bahwa peran TNI cukup besar untuk memberangus PKI. Kan di Jawa Tengah ada operasi militer," ujarnya. Tapi sekali lagi menurut dia angka pembunuhan besar-besaran yang biasanya mengacu Fact Finding Menteri Oey Tjoe Tat juga sudah dilebih-lebihkan. "Kata Si Komandan Ansor itu seolah-olah kalau nggak dibesar-besarkan, kurang hebat kurang pahlawan," kata Mas Kikiek.

Mas Kikiek juga mengaku ketika menyusun disertasinya itu John Rossa menelpon dan marah-marah. Padahal Mas Kikiek tak pernah mengenal dan tak pernah bertemu sama sekali. Rupanya John Rossa sedang menulis desertasinya "Pretext of the Mass Murder". Rupanya dia tahu Mas Kikiek sedang menulis Thesis juga dengan data yang pasti akan mementahkan disertasinya itu.

Yang menarik lainnya, semalam Ilham Aidit mau mengakui secara terbuka bahwa dalam hal tertentu PKI memang terlibat. Ini untuk pertama kalinya. Akhirnya Ilham dan Kivlan pun bersalaman gaya Komando dengan Mayjen Kivlan Zein.

Semuanya sepakat tentang perlunya rekonsiliasi, namun sejarah tidak bisa dilupakan. "Forgiven, But Not Forgetten...

Hanibal W Y Wijayanta

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Ekonomi Digital, Perempuan Target Global?

Ekonomi Digital, Perempuan Target Global?

Ahad, 23 Sep 2018 23:53

Deklarasi Kampanye Dicedarai, Prabwo-Sandi Komitmen tetap Damai

Deklarasi Kampanye Dicedarai, Prabwo-Sandi Komitmen tetap Damai

Ahad, 23 Sep 2018 23:23

Deklarasi Kampanye Damai Terganggu, KPU Diminta Bersikap

Deklarasi Kampanye Damai Terganggu, KPU Diminta Bersikap

Ahad, 23 Sep 2018 22:23

Deklarasi Kampanye Damai Gagal dan Melahirkan Protes

Deklarasi Kampanye Damai Gagal dan Melahirkan Protes

Ahad, 23 Sep 2018 21:23

Politisi Demokrat sebut Pendukung Jokowi Ganggu Deklarasi Damai

Politisi Demokrat sebut Pendukung Jokowi Ganggu Deklarasi Damai

Ahad, 23 Sep 2018 20:23

Otoritas Palestina Akan Hentikan Kerjasama Keamanan Jika Israel Setuju Berdamai dengan Hamas

Otoritas Palestina Akan Hentikan Kerjasama Keamanan Jika Israel Setuju Berdamai dengan Hamas

Ahad, 23 Sep 2018 20:05

Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Irak Tolak Izinkan Pasukan Turki Kembali ke Kamp Bashiqa

Ahad, 23 Sep 2018 19:45

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Penyamaan Tarif Tol, Ustaz Tengku: Penjajah Saja Terapkan Tarif sesuai Pemakaian

Ahad, 23 Sep 2018 19:23

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Pejuang Oposisi Dukungan Turki Tolak Serahkan Senjata Mereka Mengikuti Perjanjian Idlib

Ahad, 23 Sep 2018 19:16

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Cerita Jubir Prabowo-Sandi ketika Kubu Jokowi-Ma’ruf Usul Ada Nomor Urut Nol

Ahad, 23 Sep 2018 18:23

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Aksi HMI Sukoharjo Sikapi Kriminalisasi Aktivis, Termasuk Kasus Aktivis dengan PT RUM

Ahad, 23 Sep 2018 15:19

Ada Politik Dibalik Ulama

Ada Politik Dibalik Ulama

Ahad, 23 Sep 2018 15:07

Dahnil Dinilai Tepat Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Dahnil Dinilai Tepat Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Ahad, 23 Sep 2018 08:22

Mushola Pertama untuk Lombok

Mushola Pertama untuk Lombok

Ahad, 23 Sep 2018 08:20

Tim Hukum Temui Polisi, Panitia  Bertekad Tetap Laksanakan Deklarasi Kebangsaan

Tim Hukum Temui Polisi, Panitia Bertekad Tetap Laksanakan Deklarasi Kebangsaan

Ahad, 23 Sep 2018 06:28

Islamic State Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Parade Militer Syi'ah Iran di Ahvaz

Islamic State Nyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Parade Militer Syi'ah Iran di Ahvaz

Sabtu, 22 Sep 2018 23:35

Israel Beri Bukti ke Moskow Suriah Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Militer Rusia

Israel Beri Bukti ke Moskow Suriah Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat Militer Rusia

Sabtu, 22 Sep 2018 23:00

11 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Selama di Parade Militer di Ahvaz

11 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Selama di Parade Militer di Ahvaz

Sabtu, 22 Sep 2018 22:39

Untuk Indonesia Beradab, Warga Depok Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Untuk Indonesia Beradab, Warga Depok Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Sabtu, 22 Sep 2018 20:19

Polisi Desak Batalkan Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Polisi Desak Batalkan Deklarasi Kebangsaan di Tangsel

Sabtu, 22 Sep 2018 20:16


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X