Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.503 views

Hanibal : G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi dan Cornell Paper

Penulis: Hanibal Wijayanta, Wartawan Senior

Sumber FB Hanibal Wijayanta : disini

Diskusi Dua Sisi semalam (22 September 2017) berlangsung seru. Diskusi bertajuk "G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi" ini menghadirkan narasumber Ilham Aidit, anak Ketua CC PKI DN Aidit; Mayjen Purn. Kivlan Zein, mantan Kepala Staf Kostrad, Rusdi Husein, sejarawan dari Yayasan Bung Karno, dan Prof. Hermawan Sulistyo, MA, PhD...

Bintang Dua Sisi semalam, menurut pendapat saya adalah Mas Prof Hermawan Sulistyo... Sebab, dia membuka beberapa informasi yang selama ini belum pernah dibuka. 

Yang Utama soal Cornell Paper.

Cornell Paper adalah sebuah kumpulan makalah tentang peristiwa G-30-S/PKI yang ditulis oleh para peneliti dari Cornell University, Benedict R O’G Anderson dan Ruth McVey, serta dibantu oleh Frederick Bunnel. Kumpulan makalah berjudul The Coup of October 1 1965 itu diterbitkan setahun setelah peristiwa G-30-S/PKI.

Cornell Paper adalah sebuah kumpulan makalah tentang peristiwa G-30-S/PKI yang ditulis oleh para peneliti dari Cornell University

Kesimpulan Cornell Paper adalah, peristiwa G-30-S/PKI adalah sebuah persoalan internal di kalangan TNI AD. Menurut mereka, ada sejumlah kolonel pembangkang yang frustrasi dari Divisi Diponegoro, Jawa Tengah, yang memberontak terhadap para Jenderal Angkatan Darat yang bergelimang kemewahan di Jakarta. Namun pada saat-saat terakhir ada pihak yang memancing supaya PKI terseret.

Kesimpulan Cornell Paper adalah, peristiwa G-30-S/PKI adalah sebuah persoalan internal di kalangan TNI AD

Menurut mereka, PKI tidak punya motif untuk terlibat dalam upaya kudeta. Sebab, PKI mendapat keuntungan besar di bawah sistem politik Presiden Soekarno yang condong ke kiri. Jadi, strategi terbaik bagi mereka adalah mempertahankan status quo, dari pada merusaknya dengan mendukung kudeta. Karena itu, menurut Cornell Paper, keterlibatan PKI hanya kebetulan belaka.

Analisa Cornell Paper hampir sama dengan penjelasan versi PKI, dan agak sejalan dengan suara-suara dari kelompok-kelompok kiri di Eropa. Kemiripan versi itu dapat dimaklumi karena baik Anderson maupun McVey memang dekat dengan kalangan kiri. Ruth McVey bahkan sempat mengajar di Akademi Ilmu Sosial Aliarcham milik PKI di Jakarta. Dalam Kata Pengantar untuk buku Victor M. Fic, Kudeta 1 Oktober 1965, John O. Sutter menceritakan tentang pertemuannya dengan Ruth T. Mc.Vey di Manila sebelum peristiwa G 30 S. Saat itu, McVey menceritakan kegembiraannya mengajar di Akademi Ilmu Sosial Ali Archam milik PKI di Jakarta, di mana kadernya sedang dilatih dalam administrasi pemerintahan sebagai persiapan untuk menjalankan pemerintahan setelah PKI merebut kekuasaan.

Salim Said dalam bukunya, dari Gestapu ke Reformasi, juga mengatakan bahwa Ben Anderson punya hubungan baik dengan sejumlah tokoh Pemuda Rakyat dan CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia), dua organisasi pemuda dan mahasiswa onderbouw PKI. Hubungan mereka terbina ketika Ben Anderson mulai menyusun disertasi dan meneliti gerakan pemuda Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Kehadiran di Indonesia serta penelitiannya itu membawa Anderson pada kesimpulan tentang adanya kesamaan aktivitas para pemuda komunis pada masa itu dengan kegiatan pemuda kiri pada masa Revolusi. Kesimpulannya itulah yang mendorong Ben Anderson bersimpati kepada para pemuda Komunis di masa Demokrasi Terpimpin, sebagaimana dia bersimpati kepada para pemuda kiri di masa Revolusi. Ben Anderson pun mengaku sedih atas terbantainya banyak temannya di kalangan muda PKI pada masa pasca Gestapu.

Tapi entah mengapa, Cornell Paper ini kemudian seolah menjadi sebuah dokumen rahasia milik pemerintah Amerika Serikat. Kumpulan makalah itu kemudian mendapat stempel Strictly Confidential. Masing-masing copy hanya untuk dibaca oleh para penerima yang telah dipilih secara teliti, dengan memberikan nomor kode tersendiri. Tapi anehnya –tapi sekaligus juga sangat menarik— pada awalnya para penulis Cornell Paper mendorong para pembaca untuk menggunakan informasi yang mereka muat di dalam paper itu seluas-luasnya, tapi juga memperingatkan para pembaca untuk tidak mengutip sumber atau merujuk alam bentuk apapaun juga kepada paper itu.

Bagi orang awam (termasuk para pakar) yang tidak mempelajari masalah G-30-S secara mendalam, namun mungkin perlu memberikan kuliah atau menulis tentang masalah-masalah Indonesia, maka sebuah versi yang lebih pendek dari Cornell Paper kemudian diterbitkan. Banyak orang mengira bahwa makalah versi pendek berjudul A Preliminary Analysis of the September Movement adalah versi awal dari buku The Coup of October 1, 1965. Namun, menurut John O. Sutter, pada kenyataannya versi yang lebih pendek ini berfungsi lebih jauh untuk mengaburkan fakta bahwa PKI-lah yang telah menjadi dalang percobaan kudeta 1 Oktober 1965 itu.

Secara berangsur-angsur keberadaan Cornell Paper mulai bocor. Pada tahun 1967, Profesor George McTurnan Kahin datang ke Indonesia dan menemui Nugroho Notosusanto yang pernah menyebut bahwa Cornell Paper telah didanai Modern Indonesia Project kepunyaan Kahin. Namun, Kahin mengatakan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan buku itu. Sambil tertawa-tawa Kahin mengatakan kepada Nugroho Notosusanto bahwa hal itu hanyalah sebuah kinderachtigheid (kekanak-kanakan atau sophomoric). Meskipun demikian, Kahin menolak permintaan Nugroho untuk membuat sebuah pernyataan pers guna mengklarifikasi masalah itu.

Semalam Mas Kikik bercerita, bahwa Ben Anderson pernah mengatakan kepada Nugroho Notosusanto bahwa ia akan mengubah kesimpulan Cornell Paper jika ada data yang dapat meyakinkan dia. Maka, pasca Mahmillub terhadap para tokoh PKI, sekitar tahun 1970-an awal, Nugroho Notosususnto, Ali Moertopo dan LB Moerdani kemudian membawa empat koper besar berisi dokumen, bahan-bahan interograsi, risalah sidang Mahmillub dan pengakuan para tokoh PKI ke Cornell untuk dibaca dan diteliti Ben Anderson dan kawan-kawan.

Dari korespondensi Mas Kikiek --begitu Mas Hermawan Sulistyo biasa dipanggil-- dengan Ben Anderson, terungkap bahwa setelah membaca semua data yang detail dan terbuka itu, Ben mengakui bahwa kesimpulan awal Cornell Paper bahwa G-30-S/PKI adalah persoalan internal TNI AD adalah salah. Dia akhirnya bisa menyimpulkan bahwa PKI memang benar-benar terlibat dan memakai Biro Chusus yang telah membina para perwira revolusioner untuk melancarkan G-30-S/PKI.

Namun, kata Mas Kikiek, setelah membaca semua data dan mendapatkan kesimpulan baru itu, Ben dan kawan-kawan justru menutup semua data itu dan tak pernah merevisi Cornell Paper dengan data baru itu. Mas Kikieklah orang pertama yang membaca kembali data-data itu di Universitas Cornell. Mas Kikiek memang melakukan riset di universitas itu. Tadinya, Mas Kikiek akan mencantumkan korespondensinya dengan Ben Anderson di buku hasil disertasinya "Palu Arit di ladang Tebu" tapi dilarang Ben. Semalam Mas Kikiek membongkar cerita ini dan membolehkan saya mengutipnya, karena menurut dia "Sekarang kan Ben sudah meninggal."

Kedua, soal versi Sejarawan Asvi Warman Adam

Menurut Mas Kikiek, sebenarnya bahan-bahan yang selalu diungkap oleh koleganya di LIPI itu berasal dari dia. Malah menurut Mas Kikiek, Asvi pernah dua kali memplagiasi tulisan dia. "Suruh dia datang ke sini, kita buka-bukaan..." ujarnya ketika saya tanya untuk memastikannya. Tapi mengapa kesimpulan Mas Kikiek dan Asvi bisa berbeda, "Ya begitulah... Kalau kepingin populer ya tinggal pilih mau pro versi PKI, atau anti. Kalau jadi peneliti yang netrall dan mengungkap apa adanya kayak saya gini kan harus siap nggak populer. Sama yang pro PKI saya dimusuhi, sama yang anti PKI saya juga dimusuhi..." ujarnya.

Ketiga soal pembunuhan masal pasca PKI

Menurut Mas Kikiek, angka-angka yang muncul, termasuk angka paling kecil, 78 ribu orang terbunuh adalah angka-angka yang dibesar-besarkan. Sempat dibantah Ilham Aidit, Mas Kikik berkata, "coba mana buktinya, Paling dari Robert Cribb. Saya 20 tahun meneliti soal PKI ini, sampai saya bosen sebenarnya... nggak pernah ada data yang sebanyak itu... itu dibesar-besarkan sama komandan Banser Ansor Jawa Timur (dia menyebutkan nama tapi saya lupa, kayaknya ada di buku Mas Kikiek)."

Menurut Mas Kikiek, pembunuhan massal di Jawa Timur dan Bali lebih pada konflik horisontal antara orang-orang PKI dan simpatisannya dengan masyarakat, terutama Anshor, PNI, yang sebelumnya terus diteror PKI. "Ini semua aksi saling balas. Langkah TNI AD/RPKAD terhenti sampai di Ngawi. Kalau di Jawa Tengah dan Jawa Barat, Mas Kikiek mengakui bahwa peran TNI cukup besar untuk memberangus PKI. Kan di Jawa Tengah ada operasi militer," ujarnya. Tapi sekali lagi menurut dia angka pembunuhan besar-besaran yang biasanya mengacu Fact Finding Menteri Oey Tjoe Tat juga sudah dilebih-lebihkan. "Kata Si Komandan Ansor itu seolah-olah kalau nggak dibesar-besarkan, kurang hebat kurang pahlawan," kata Mas Kikiek.

Mas Kikiek juga mengaku ketika menyusun disertasinya itu John Rossa menelpon dan marah-marah. Padahal Mas Kikiek tak pernah mengenal dan tak pernah bertemu sama sekali. Rupanya John Rossa sedang menulis desertasinya "Pretext of the Mass Murder". Rupanya dia tahu Mas Kikiek sedang menulis Thesis juga dengan data yang pasti akan mementahkan disertasinya itu.

Yang menarik lainnya, semalam Ilham Aidit mau mengakui secara terbuka bahwa dalam hal tertentu PKI memang terlibat. Ini untuk pertama kalinya. Akhirnya Ilham dan Kivlan pun bersalaman gaya Komando dengan Mayjen Kivlan Zein.

Semuanya sepakat tentang perlunya rekonsiliasi, namun sejarah tidak bisa dilupakan. "Forgiven, But Not Forgetten...

Hanibal W Y Wijayanta

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Latest News
Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Ajak Sinergi dan Kolaborasi, Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Berkontribusi untuk Indonesia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:45

 Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

Jum'at, 22 Oct 2021 22:31

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

ACN Membentangkan Spanduk Protes Kebebasan Seksual di Pancoran

Jum'at, 22 Oct 2021 21:36

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

43 Negara PBB Serukan Cina Buka Akses 'Segera' Ke Xinjiang Untuk Para Pengamat

Jum'at, 22 Oct 2021 17:35

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Laporan: Hampir Setengah Dari Seluruh Pengungsi Afghanistan Di AS Anak-anak

Jum'at, 22 Oct 2021 16:45

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Pihak Berwenang Filipina Klaim Tangkap Anggota Abu Sayyaf Yang Terlibat Penculikan 2 Warga Kanada

Jum'at, 22 Oct 2021 15:45

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

DDII: Hari Santri Momentum Kebangkitan Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik

Jum'at, 22 Oct 2021 15:34

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Laporan: Apple Akan Mulai Paksa Karyawan Yang Tidak Divaksin Untuk Tes COVID-19 Setiap Masuk Kantor

Jum'at, 22 Oct 2021 14:50

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Murid Kiai Ahmad Dahlan Jelaskan Bahwa Maulid Nabi Adalah Hal yang Baik

Kamis, 21 Oct 2021 16:35

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

2 Mantan Tentara Jerman Ditangkap Karena Berusaha Bentuk Unit Paramiliter Untuk Bertempur Di Yaman

Kamis, 21 Oct 2021 15:12

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Mulianya Nabi Hinanya Kita

Kamis, 21 Oct 2021 14:14

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Maraknya Pinjaman Online Ilegal, Waketum PERSIS: Dampak Krisis Ekonomi dan Perilaku Konsumtif

Kamis, 21 Oct 2021 13:14

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Ketua Bidgar Ekonomi PP PERSIS: Semua Pihak Harus Bersatu Berantas Pinjol Ilegal

Kamis, 21 Oct 2021 13:02

Hanya Satu: Islam

Hanya Satu: Islam

Kamis, 21 Oct 2021 12:55

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Rizal Ramli: Kereta Cepat dan Ibu Kota Baru Bukan Prioritas

Kamis, 21 Oct 2021 09:27

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak  Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

HNW Dukung Perkuat Hubungan Indonesia-Turki tapi Tolak Attaturk Dijadikan Nama Jalan di Jakarta

Rabu, 20 Oct 2021 22:58

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Mungkinkah, Nama Jalan Mustafa Kemal Atuturk Diganti dengan Osman Bey?

Rabu, 20 Oct 2021 22:05

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Laporan: Facebook Berencana Ubah Nama Untuk Fokus Pada Metaverse

Rabu, 20 Oct 2021 21:30

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rezim Teroris Assad Bombardir Pasar di Kota Ariha Idlib, 11 Warga Sipil Tewas 35 Lainnya Terluka

Rabu, 20 Oct 2021 21:20

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Menkes: Vaksinasi di Indonesia Capai 171,9 Juta Dosis

Rabu, 20 Oct 2021 21:07


MUI

Must Read!
X