Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.094 views

Corona, antara Khayalan dan Kenyataan

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

 

Pagi hari, di sebuah warung kopi sedang terjadi pembicaraan seru.

"Biar tidak kena corona, jangan beli kuota!" ucap seseorang pada temannya.

"Iya, corona itu cuma konspirasi," timpal temannya.

"Mana orang yang katanya kena corona, itu? Nggak ada tetangga kita, semua tahunya cuma dari berita." Yang lain ikut menyahuti.

"Yang mati-mati itu, bukan karena corona. Ada yang karena sakit jantung, diabetes, tapi diberitakan mati karena corona." Perbincangan makin seru.

"Halah, ada atau nggak ada corona, kalau sudah waktunya mati ya mati. Kalau belum waktunya mati ya nggak mati," seru seseorang yang dijawab dengan anggukan teman-temannya.

"Kita itu jangan takut sama corona, takut itu sama Allah!" Obrolan tentang corona pun selesai, berlanjut dengan topik lainnya. Matahari kian meninggi dan kerumunan pun tak kunjung usai. Aneka topik dikritisi hingga lupa ada bahaya corona mengintai.

Perbincangan di atas adalah fiksi, tapi persepsi-persepsi tentang corona tersebut nyata adanya. Simpang siurnya informasi yang beredar di media sosial membuat masyarakat bingung mana informasi yang valid dan mana yang hoaks. Apalagi jika hoaks tersebut sudah dibungkus dengan khatimah, "Ini info dari dokter A.", "Ini info dari profesor B." dan seterusnya.

Ketidakjelasan informasi ini makin parah ketika pernyataan dan kebijakan pemerintah berubah-ubah alias plin-plan. Mulai dari metamorfosis diksi perang terhadap corona, berdamai dengan corona, bersatu melawan corona hingga berdansa dengan corona. Juga banting setir kebijakan mulai dari dilarang mudik tapi boleh pulang kampung, PSBB tapi direlaksasi, hidup new normal tapi kurva tak kunjung melandai, hingga konser melawan corona tapi mengabaikan physical distancing.

Aksi banting-banting setir oleh sopir negara ini membuat rakyat sebagai penumpang mabuk perjalanan. Pusing bukan cuma karena dampak corona, tapi juga karena bingung harus percaya siapa dan bersikap bagaimana. Kondisi serba entah ini akhirnya menjatuhkan rakyat pada fatalisme. Kalau waktunya mati ya mati, itu kata mereka. Sehingga masyarakat tak sekadar berdamai dengan corona, tapi tak peduli pada corona dan bahkan ragu-ragu corona itu ada. Inilah yang menjawab pertanyaan mengapa PSBB gagal menurunkan angka kasus corona. Ini juga alasan mengapa warga masih ngotot silaturahim meski sedang PSBB. Angka kasus dan kematian akibat corona yang disiarkan di televisi kian hari seperti angka mati yang tak bernilai. Terjalinlah trilogi yang membuat miris yaitu rakyat cuek, penguasa lembek, akhirnya nakes mewek.

Berpikir Benar tentang Corona

Berbagai keraguan tentang corona tersebut akan sirna jika kita mau membuka mata dan berpikir benar. Corona itu memang tak bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi bisa dilihat dengan alat. Di rumah sakit, begitu banyak pasien corona. Jika mau menonton berita luar negeri akan diketahui bahwa corona menyerang hampir seluruh negara di dunia.

China dan Amerika Serikat, dua negara yang sedang "perang" dan paling berkepentingan untuk membuat konspirasi, juga terpukul karena corona, bahkan lebih parah dari Indonesia. The New York Times sampai perlu melakukan aksi protes dengan mengisi halaman depannya dengan nama-nama 100.000 korban yang meninggal akibat corona di Amerika Serikat. Perlu data seperti apa lagi untuk meyakinkan corona itu nyata?

Apa harus tetangga dan keluarga yang menjadi korban corona, baru kita percaya corona ada? Semoga tidak menunggu diri kita yang kena baru menyesal karena pernah mengabaikan. Toh, untuk meyakini adanya sesuatu tak harus melihat zatnya secara langsung. Keimanan pada Allah SWT dan hal yang ghaib seperti malaikat cukuplah dengan bukti yang pasti. Bukan dengan melihatnya langsung.

Terkait dengan kematian, memang betul ajal adalah di tangan Allah SWT. Namun kita bisa memilih untuk mati konyol karena meremehkan bahaya corona atau mati mulia saat berjuang menyelamatkan nyawa. Meski endingnya semua bakal mati, tapi pilihan kita menentukan nasib kita di akhirat karena akan dihisab oleh Allah SWT.

Kolaborasi Rakyat dan Penguasa

Kita bisa mengambil pelajaran dari pernyataan Umar bin Khaththab ra ketika ada wabah tha'un di wilayah Syam. Sang Amirul Mukminin berdiskusi dengan tokoh-tokoh senior Muhajirin, Anshar dan Quraisy. Akhirnya Umar ra memutuskan kembali ke Madinah. Gubernur Syam, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah tak sepakat dengan keputusan Umar tersebut. "Apakah Engkau ingin lari dari takdir wahai Amirul Mukminin?" kata Abu Ubaidah.

Umar pun menjawab, "Ya, kita akan lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lainnya." Abdurrahman bin Auf kemudian menjelaskan bahwa apa yang akan dilakukan Umar, persis dengan sabda Rasulullah SAW:

"Apabila kalian mendengar ada suatu wabah di suatu daerah, maka janganlah kalian mendatanginya. Sebaliknya kalau wabah tersebut berjangkit di suatu daerah sedangkan kalian berada di sana, maka janganlah kalian keluar melarikan diri darinya."

Umar bin Khattab kemudian meminta Abu Ubaidah untuk meninggalkan Syam. Namun Abu Ubaidah menolak dan tetap tinggal di Syam. Dia kemudian terkena wabah dan meninggal dunia. Muaz bin Jabal yang menggantikan Abu Ubaidah sebagai Gubernur Syam juga meninggal dunia terkena wabah. Wabah penyakin di Syam baru mereda setelah Amr bin Ash menjabat gubernur dan melakukan isolasi, yakni memisahkan orang yang sakit dan sehat Wabah di Syam pun perlahan menghilang.

Sikap Umar bin Khaththab tersebut merupakan teladan, bahwa di tengah kebingungan massal menghadapi wabah, informasi yang benar itu sangat penting. Penguasa bertugas memvalidasi informasi dan menyampaikan informasi yang benar pada rakyat. Lalu dilanjutkan dengan kebijakan yang tepat. Negara tak boleh membiarkan hoaks beredar di masyarakat hingga menjadi viral dan merasuki pemikiran rakyat.

Rakyat juga harus terbiasa berpikir benar. Yaitu memilah mana fakta dan mana hoaks. Menggunakan nalar rasional dalam memahami fakta. Juga mengkaji Islam dengan sabar hingga memiliki pemahaman yang benar tentang taqdir dan ajal. Jika penguasa dan rakyat bersikap tepat, tenaga kesehatan akan bisa fokus "bertempur" melawan pandemi. Namun, jika berbagai persepsi keliru tentang corona ini dibiarkan berlarut-larut, bisa-bisa Si Corona makin betah di negeri kita dan tak kunjung "pergi".

Bukankah kita ingin hidup normal yang benar-benar normal dan bukan new normal? Tidakkah kita rindu menghirup udara segar tanpa terhalang masker? Tidakkah kita rindu bersilaturahim dengan keluarga dan teman? Atau mungkin wisata kuliner di warung langganan? Kita semua ingin wabah ini segera enyah. Untuk itu butuh pemahaman yang benar tentang corona pada rakyat, dan kebijakan yang benar dari penguasa juga tentunya. Wallahu a'lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

*)Pengisi MT Lubna Cordova

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Investasi Bodong, Berharap Untung Malah Buntung

Senin, 03 Aug 2020 19:49

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Setelah 9 Tokoh Oposisi, Kini Lahir Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Senin, 03 Aug 2020 19:36

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Izinkan Aku menjadi Sahabat Jannahmu

Senin, 03 Aug 2020 19:26

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Sejumlah Pria Bersenjata Bersenjata Serang Penjara di Jalalabad Afghanistan Timur

Senin, 03 Aug 2020 16:00

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Jet-jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Senin, 03 Aug 2020 15:15

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Kuwait Larang Penerbangan dari 31 Negara Yang Dianggap 'Berisiko Tinggi' Virus Corona

Senin, 03 Aug 2020 14:28

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Pengangguran 10 Juta! Ikuti Training & Praktek 5 hari di RM Padang Express

Senin, 03 Aug 2020 09:46

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Djoko S Tjandra Tertangkap Setelah 3 Jenderal Dicopot

Senin, 03 Aug 2020 08:32

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

AS Usulkan Agar Para Pejuang Taliban Berbahaya Ditempatkan Dalam Tahanan Rumah

Ahad, 02 Aug 2020 23:15

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Warga Israel Lakukan Demonstrasi Anti-Netanyahu Terbesar di Al-Quds Yerusalem

Ahad, 02 Aug 2020 22:55

Arti Cinta

Arti Cinta

Ahad, 02 Aug 2020 21:52

Menjaga yang Berharga

Menjaga yang Berharga

Ahad, 02 Aug 2020 21:46

Bumi Pertiwi Disapa Resesi

Bumi Pertiwi Disapa Resesi

Ahad, 02 Aug 2020 21:46

7 Tentara Suriah Tewas 9 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Oposisi Suriah di Idlib

7 Tentara Suriah Tewas 9 Lainnya Terluka Dalam Bentrokan Dengan Pejuang Oposisi Suriah di Idlib

Ahad, 02 Aug 2020 21:44

Terimakasih Nak, Kau Ajarkan Ibumu Beretika

Terimakasih Nak, Kau Ajarkan Ibumu Beretika

Ahad, 02 Aug 2020 21:39

Idul Adha: Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Berbuah Keridhaan

Idul Adha: Refleksi Pengorbanan dan Ketaatan Berbuah Keridhaan

Ahad, 02 Aug 2020 21:32

Badan Intelijen Afghanistan Klaim Tewaskan Seorang Pemimpin Senior Islamic State

Badan Intelijen Afghanistan Klaim Tewaskan Seorang Pemimpin Senior Islamic State

Ahad, 02 Aug 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X