Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.334 views

Corona, antara Khayalan dan Kenyataan

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE

 

Pagi hari, di sebuah warung kopi sedang terjadi pembicaraan seru.

"Biar tidak kena corona, jangan beli kuota!" ucap seseorang pada temannya.

"Iya, corona itu cuma konspirasi," timpal temannya.

"Mana orang yang katanya kena corona, itu? Nggak ada tetangga kita, semua tahunya cuma dari berita." Yang lain ikut menyahuti.

"Yang mati-mati itu, bukan karena corona. Ada yang karena sakit jantung, diabetes, tapi diberitakan mati karena corona." Perbincangan makin seru.

"Halah, ada atau nggak ada corona, kalau sudah waktunya mati ya mati. Kalau belum waktunya mati ya nggak mati," seru seseorang yang dijawab dengan anggukan teman-temannya.

"Kita itu jangan takut sama corona, takut itu sama Allah!" Obrolan tentang corona pun selesai, berlanjut dengan topik lainnya. Matahari kian meninggi dan kerumunan pun tak kunjung usai. Aneka topik dikritisi hingga lupa ada bahaya corona mengintai.

Perbincangan di atas adalah fiksi, tapi persepsi-persepsi tentang corona tersebut nyata adanya. Simpang siurnya informasi yang beredar di media sosial membuat masyarakat bingung mana informasi yang valid dan mana yang hoaks. Apalagi jika hoaks tersebut sudah dibungkus dengan khatimah, "Ini info dari dokter A.", "Ini info dari profesor B." dan seterusnya.

Ketidakjelasan informasi ini makin parah ketika pernyataan dan kebijakan pemerintah berubah-ubah alias plin-plan. Mulai dari metamorfosis diksi perang terhadap corona, berdamai dengan corona, bersatu melawan corona hingga berdansa dengan corona. Juga banting setir kebijakan mulai dari dilarang mudik tapi boleh pulang kampung, PSBB tapi direlaksasi, hidup new normal tapi kurva tak kunjung melandai, hingga konser melawan corona tapi mengabaikan physical distancing.

Aksi banting-banting setir oleh sopir negara ini membuat rakyat sebagai penumpang mabuk perjalanan. Pusing bukan cuma karena dampak corona, tapi juga karena bingung harus percaya siapa dan bersikap bagaimana. Kondisi serba entah ini akhirnya menjatuhkan rakyat pada fatalisme. Kalau waktunya mati ya mati, itu kata mereka. Sehingga masyarakat tak sekadar berdamai dengan corona, tapi tak peduli pada corona dan bahkan ragu-ragu corona itu ada. Inilah yang menjawab pertanyaan mengapa PSBB gagal menurunkan angka kasus corona. Ini juga alasan mengapa warga masih ngotot silaturahim meski sedang PSBB. Angka kasus dan kematian akibat corona yang disiarkan di televisi kian hari seperti angka mati yang tak bernilai. Terjalinlah trilogi yang membuat miris yaitu rakyat cuek, penguasa lembek, akhirnya nakes mewek.

Berpikir Benar tentang Corona

Berbagai keraguan tentang corona tersebut akan sirna jika kita mau membuka mata dan berpikir benar. Corona itu memang tak bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi bisa dilihat dengan alat. Di rumah sakit, begitu banyak pasien corona. Jika mau menonton berita luar negeri akan diketahui bahwa corona menyerang hampir seluruh negara di dunia.

China dan Amerika Serikat, dua negara yang sedang "perang" dan paling berkepentingan untuk membuat konspirasi, juga terpukul karena corona, bahkan lebih parah dari Indonesia. The New York Times sampai perlu melakukan aksi protes dengan mengisi halaman depannya dengan nama-nama 100.000 korban yang meninggal akibat corona di Amerika Serikat. Perlu data seperti apa lagi untuk meyakinkan corona itu nyata?

Apa harus tetangga dan keluarga yang menjadi korban corona, baru kita percaya corona ada? Semoga tidak menunggu diri kita yang kena baru menyesal karena pernah mengabaikan. Toh, untuk meyakini adanya sesuatu tak harus melihat zatnya secara langsung. Keimanan pada Allah SWT dan hal yang ghaib seperti malaikat cukuplah dengan bukti yang pasti. Bukan dengan melihatnya langsung.

Terkait dengan kematian, memang betul ajal adalah di tangan Allah SWT. Namun kita bisa memilih untuk mati konyol karena meremehkan bahaya corona atau mati mulia saat berjuang menyelamatkan nyawa. Meski endingnya semua bakal mati, tapi pilihan kita menentukan nasib kita di akhirat karena akan dihisab oleh Allah SWT.

Kolaborasi Rakyat dan Penguasa

Kita bisa mengambil pelajaran dari pernyataan Umar bin Khaththab ra ketika ada wabah tha'un di wilayah Syam. Sang Amirul Mukminin berdiskusi dengan tokoh-tokoh senior Muhajirin, Anshar dan Quraisy. Akhirnya Umar ra memutuskan kembali ke Madinah. Gubernur Syam, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah tak sepakat dengan keputusan Umar tersebut. "Apakah Engkau ingin lari dari takdir wahai Amirul Mukminin?" kata Abu Ubaidah.

Umar pun menjawab, "Ya, kita akan lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lainnya." Abdurrahman bin Auf kemudian menjelaskan bahwa apa yang akan dilakukan Umar, persis dengan sabda Rasulullah SAW:

"Apabila kalian mendengar ada suatu wabah di suatu daerah, maka janganlah kalian mendatanginya. Sebaliknya kalau wabah tersebut berjangkit di suatu daerah sedangkan kalian berada di sana, maka janganlah kalian keluar melarikan diri darinya."

Umar bin Khattab kemudian meminta Abu Ubaidah untuk meninggalkan Syam. Namun Abu Ubaidah menolak dan tetap tinggal di Syam. Dia kemudian terkena wabah dan meninggal dunia. Muaz bin Jabal yang menggantikan Abu Ubaidah sebagai Gubernur Syam juga meninggal dunia terkena wabah. Wabah penyakin di Syam baru mereda setelah Amr bin Ash menjabat gubernur dan melakukan isolasi, yakni memisahkan orang yang sakit dan sehat Wabah di Syam pun perlahan menghilang.

Sikap Umar bin Khaththab tersebut merupakan teladan, bahwa di tengah kebingungan massal menghadapi wabah, informasi yang benar itu sangat penting. Penguasa bertugas memvalidasi informasi dan menyampaikan informasi yang benar pada rakyat. Lalu dilanjutkan dengan kebijakan yang tepat. Negara tak boleh membiarkan hoaks beredar di masyarakat hingga menjadi viral dan merasuki pemikiran rakyat.

Rakyat juga harus terbiasa berpikir benar. Yaitu memilah mana fakta dan mana hoaks. Menggunakan nalar rasional dalam memahami fakta. Juga mengkaji Islam dengan sabar hingga memiliki pemahaman yang benar tentang taqdir dan ajal. Jika penguasa dan rakyat bersikap tepat, tenaga kesehatan akan bisa fokus "bertempur" melawan pandemi. Namun, jika berbagai persepsi keliru tentang corona ini dibiarkan berlarut-larut, bisa-bisa Si Corona makin betah di negeri kita dan tak kunjung "pergi".

Bukankah kita ingin hidup normal yang benar-benar normal dan bukan new normal? Tidakkah kita rindu menghirup udara segar tanpa terhalang masker? Tidakkah kita rindu bersilaturahim dengan keluarga dan teman? Atau mungkin wisata kuliner di warung langganan? Kita semua ingin wabah ini segera enyah. Untuk itu butuh pemahaman yang benar tentang corona pada rakyat, dan kebijakan yang benar dari penguasa juga tentunya. Wallahu a'lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

*)Pengisi MT Lubna Cordova

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Selasa, 20 Oct 2020 17:26

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 19/10/2020 20:05

Falsafah: Hikmah yang Terbatas