Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.888 views

Kolaborasi Kaum Nasionalis, NU, dan Profesional Muslim di Pemerintahan Jokowi

JAKARTA (voa-islam.com) - Benarkah zaman kabinet ‘kaki empat’ Soekarno di masa lalu, kini berulang kembali di era Jokowi? Soekarno di zaman NASAKOM (Nasionalis, agama, dan komunis),membentuk apa yang disebut kabinet ‘kaki empat’, yang mencerminkan kekuatan riil politik yang berdasar ideologi waktu itu.

Kabinet yang mencerminkan mewakili aliran ideologi yang ada, seperti ‘nasionalis, agama dan komunis’. Soekarno berobsesi ingin membangun pemerintahan yang berdasar diatas realitas politik, sesuai dengan basis ideologi yang ada.

Hanya waktu itu, Partai Masyumi yang mewakili kalangan Islam, menolak. Posisi Masyumi itu digantikan oleh NU, yang diwakili oleh Idham Chalid.

Ada cerita menarik dari Kiai Idham Chalid saat memanasnya stuasi politik, yaitu ketika Bung Karno membuat kebijakan yang mengejutkan, NASAKOM (nasional, agama, dan komunis).

Kemudian untuk mendinginkan suasana yang tegang, tiba-tiba dia melontarkan pendapat, ”Kita menerima ide NASAKOM, karena NASAKOM juga ada dalam Alquran", ujarnya. Kiai Idham Chalid, menambahkannya, bahwa iblis juga ada dalam al-Qur'an.

Partai Masyumi yang mewakili dari golongan Islam modernis, sejak awal bersikap tegas terhadap Presiden Soekarno, dan tidak mau mendukung kebijakannya, yang ingin menyatukan berbagai kepentingan ideologi, terutama komunis, yang dikenal dengan NASAKOM.

Kalangan para pemim Partai Masyumi menolak Kabinet ‘kaki empat’, karena tidak suka tehadap PKI, yang berhaluan komunis-atheis.

Sekalipun demikian, obsesi Soekarno tetap dapat diwujudkan dengan dukungan dari kalangan NU, yang diwakili oleh Idham Chalid. Sikap moderasi kalangan NU itu, selanjutnya menjadi bagian dari sebuah kekuasaan Soekarno.

NU tidak menunjukan sikap konfrontatifnya terhadap Soekarno. Ini menggambarkan bagaimana kalangan nasionalis tetap dapat ‘bersahabat’ dengan kalangan Islam yang diwakili oleh NU.

Sejarah hububungan antara golongan Nasionalis yang dipimpin oleh Soekarno dengan kalangan NU yang dipimpin oleh Idham Chalid, terus berlanjut sampai hari ini.

Hal ini nampak sekali dalam hubungan antara Mega dengan Abdurrahman Wahid. Abdurrahman Wahid menjadi presiden dan Megawati menjadi wakil presiden.

Mungkin ada ‘kekecewaan’ antara Mega terhadap Abdurrahman Wahid, tapi bukan terhadap Abdurrahman Wahid, tidak sampai menjadi sebuah ledakan politik. Hubungan antara Mega dan Abdurrahman Wahid dengan tetap berlangsung. Mega menyapa akrab terhadap Abdurrrahman Wahid dengan panggilan ‘Mas Dur’.

Sekarang di era pemerintahan Jokowi, kalangan NU lebih percaya kepada Mega dan PDIP, ketimbang kepada Koalisi Merah Putih. Kalangan NU benar-benar mendapatkan posisi yang diinginkan, dan dihormati oleh Mega dan Jokowi.

Ini tergambar dengan representasi tokoh-tokoh NU,  di PKB dan PPP, dan masuk dalam kabinet Jokowi.

Sekalipun, sang ‘maestro’ PKB, yaitu Muhaimin Iskandar tidak masuk kabinet, karena ada berbagai pertimbangan. Tapi ada empat orang tokoh NU, yang masuk didalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi.

Seperti Chofifah, Imam Nachrowi, Dhakiri, Warwan Ja’far, dan Lukman Saefuddin. Lukman Saefuddin yang mewakili PPP, ‘social originnya’ juga berasal dari NU.

Mungkin akan menjadi lengkap, jika nantinya Jokowi memilih Wakil Ketua Umum PKB, yaitu As’ad Said Ali, menjadi Kepala BIN (Badan Intelijen Negara). Sekarang, As’at adalah tokoh NU, berkarir di lembaga intelijen, dan di masa Jendral Hendropriyono menjadi Kepala BIN, As’at menjadi wakilnya.

Hubungan antara Hendropriyono dengan As’at boleh dibilang ‘very close’. Karena, keduanya menjadi tokoh penting di dunia intelijen di Indonesia. Menjadi kepala dan wakil BIN (Badan Intelijen Negara).

Termasuk masuknya As’at menjadi Wakil Ketua Umum PB NU merupakan ‘nasehat’ dari Hendropriyono. Dengan misi menangkal pengaruh ‘Wahabi’ di Indonesia.

NU dan tokoh-tokohnya menjadi ‘pilar’ kekuasaan Presiden Jokowi, termasuk mereka memiliki hubungan yang dekat Mega. Barangkali baru pertamakali ini, NU memiliki peran politik yang penting dalam kekuasaan atau pemerintahan. Sepanjang sejarah, termasuk di era Soeharto.

Selama ini, kalangan NU hanya menjadi ‘pelengkap’ setiap kekuasaan. Tapi, sekarang generasi baru NU, berada di tengah pusat kekuasaan, dan berperan.

Sementara itu, Jusuf Kalla, yang pernah berkecimpung di HMI, dan berlatar belakang NU, pernah menjadi Ketua Umum Golkar, dan wakil presiden  tetap menjadi ‘play maker’ yang sangat penting. Jusuf Kalla mempunyai hubungan yang dekat dengan Mega.

Ini terbukti Mega memilih Jusuf Kalla menjadi wakil Jokowi, bukan tokoh lain. ‘Trio’ kekuasaan yang ada sekarang ini, yaitu Mega, Jokowi dan Jusuf Kalla, adalah sebuah ‘power center’, yang akan terus mengendalikan kekuasaan di Indonesia, setidaknya lima tahun ke depan.

Jusuf Kalla, berlatar belakang di HMI, dan beristrikan orang ‘Minang’, lebih dekat dengan Muhammadiyah, sekalipun, Jusuf Kalla tetap memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh NU. Disini Jusuf Kalla memilih tim ekonomi tokoh-tokoh yang berlatar belakang dari kalangan akademisi dan aktifis Islam.

Seperti Sofyan Djalil yang berasal dari Aceh dan pernah aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia) yang diangkat menjadi Menko Ekuin. Masuknya mantan Direktur PINDAD, Sudirman Said, yang sekarang ramai menjadi perdebatan, sejatinya sudah melalui ‘clearence’ dari Jendral Hendropriyono kepada Mega, bahwa Sudirman Said, sudah keluar dari PKS.

Banyak tokoh yang mewakili dari kalangan Muslim yang profesional masuk dalam kabinet Jokowi, termasuk Menteri Pendidikan,  Menteri Pertanian, dan sejumlah menteri lainnya. Ini tak terlepas dari pengaruh dari Jusuf Kalla.

Setidaknya, menurut dari berbagai sumber yang menganalisa tokoh-tokoh yang masuk dalam gerbong Kabinet Kerja Jokowi itu, ada 40 persen dari kalangan Muslim. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah sebelumnya.

Inilah barangkali yang membuat ‘oppose’ dari sebagian kalangan kader-kader PDIP, dan relawan yang menjadi pendukung Jokowi. Karena itu, ketika Jokowi mengumumkan Kabinet Kerja, langsung reaksi pasar, termasuk bursa saham, negatif terhadap kabinet baru Jokowi.

Dari kalangan kader-kader PDIP yang mewakili kalangan nasionalis setidaknya ada tokoh-tokoh muda, seperti Puan Maharani, yang akan menjadi ‘sucsessor’  Mega, diberi pos yang sangat strategis, sebagai Menko. Ada Tjahjo Kumolo sebagai Mendagri, yang akan mengendalikan politik dalam negeri.

Di masa depan, nampaknya model kolaborasi antara kaum Nasionalis, Islam (NU), dan profesional Muslim, yang memiliki integritas, terus berlangsung. Tidak dapat dipungkiri, Islam politik yang sekarang tumbuh, bersamaan datangnya generasi baru, terus akan mengalmi proses mobilitas vertikal, tanpa bisa dibendung oleh siapapun.

Namun, keterlibatan mereka dalam kekuasaan di pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla ini, bukan hanya 'spekulasi' politik, tapi benar-benar batu ujian. Dapatkan mereka itu melaksanakan amanah yang mereka pikul? Jika gagal eksperiman kolaborasi kaum Nasionalis, NU, dan profesional Muslim, pasti akan lahir kekecewaan baru.

Karena, seperti sudah menjadi kehendak sejarah, dan akan terus muncul generasi baru Muslim. Akumulasi generasi baru yang sekarang ini, tumbuh bersamaan dengan pendidikan yang mereka peroleh, dan banyaknya kalangan Muslim yang secara ekonomi baik.

Mereka kalangan Muslim terdidik yang pulang dari Eropa, Amerika, Jepang, dan Timur Tengah, nantinya akan mengisi seluruh pos penting dalam kehidupan nasional Indonesia. Suka atau tidak suka.

Begitu banyak jumlahnya mereka para profesional Muslim yang sekarang  ‘mudik’ ke Indonesia. Mereka sudah berada di eselon dua dan tiga, dan bahkan di eselon satu.

Sejatinya nasib Islam bukan ditentukan oleh banyaknya tokoh yang masuk dalam pemerintahan atau berada dalam kekuasaan.

Nasib Islam sangat ditentukan oleh komitmen dan usaha-usaha Muslimin dalam mendakwahkan Islam ini kepada seluruh manusia. Sampai semua manusia menerima Islam sebagai sistem hildup.

Kemudian manusia hidup secara total dibawah naungan al-Qur’an, dan hanya beribadah kepada Allah semata. Itulah yang pasti. Wallahu’alam.

mashadi1211@gmail.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Kamis, 02 Apr 2020 23:59

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negri?

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negri?

Kamis, 02 Apr 2020 23:50

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Kamis, 02 Apr 2020 23:28

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Kamis, 02 Apr 2020 23:27

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Kamis, 02 Apr 2020 23:00

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Kamis, 02 Apr 2020 22:26

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Kamis, 02 Apr 2020 22:19

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Kamis, 02 Apr 2020 22:17

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Kamis, 02 Apr 2020 21:45

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

Kamis, 02 Apr 2020 21:15

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 20:59

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Kamis, 02 Apr 2020 20:48

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kamis, 02 Apr 2020 20:38

Pakistan Batalkan Hukuman Mati Jihadis Pembunuh Wartawan AS Daniel Pearl

Pakistan Batalkan Hukuman Mati Jihadis Pembunuh Wartawan AS Daniel Pearl

Kamis, 02 Apr 2020 20:30

Menteri Kesehatan Israel Positif Terinfeksi COVID-19

Menteri Kesehatan Israel Positif Terinfeksi COVID-19

Kamis, 02 Apr 2020 20:00

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Pemerintah Afghanistan Adakan Pembicaraan Pertukaran Tahanan dengan Delegasi Taliban di Kabul

Kamis, 02 Apr 2020 18:51

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Update 2 April 2020 Infografik Covid-19: 1790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal

Kamis, 02 Apr 2020 18:40

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Interupsi Paripurna DPR, Mardani Minta Warteg, Ojol, Sopir, hingga Asongan Didahulukan Bantuan

Kamis, 02 Apr 2020 18:08

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Gelar Ujian Komprehensif Daring

Kamis, 02 Apr 2020 17:44

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Pasukan Israel Curi Bantuan Makanan dan Medis untuk Warga Palestina Terdampak Wabah Virus Corona

Kamis, 02 Apr 2020 16:35


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X