Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
18.801 views

Selenggarakan Bedah Tesis Edisi Ketujuh, HMPP Bahas Dakwah Kaum Muda PERSIS di Medsos

BANDUNG (voa-islam.com) - Dilakukan secara online, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Perstauan Islam (HMPP) kembali selenggarakan Bedah Tesis edisi ketujuh.

Judul tesis yang dibedah adalah "Transformasi, Representasi, dan Pergeseran Otoritas Dakwah PERSIS: Studi Atas Gerakan Dakwah Pemuda PERSIS di Media Sosial" karya Hilman Fauzi Patahilah S.Sos.I., M.A.

Adapun yang menjadi pembedah diskusi adalah Nizar Ahmad Saputra, M.I.Kom. selaku Tim Staf Khusus Presiden RI; M. Ersyad Muttaqien, S.Kom.I., M.I.Kom. selaku Dosen FISIP Universitas Pasundan & Dir. Eksekutif Muttaqien Institute Research and Social Movement. Sedangkan Atropal Asparina, S.Th.I, Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga & Alumni PPI 76 Tarogong, Garut, bertindak sebagai moderator.

Bedah tesis yang dipertahankan di Magister Islamic Studies, UIN Yogyakarta, ini dihadiri pula Sekretaris Majelis Penasihat PP PERSIS, Prof. Dr. H. Dadan Wildan Anas, M.Hum.

Dalam sambutannya, Dadan Wildan menyambut gembira gagasan dan kegiatan yang diadakan oleh HMPP. Hal ini menunjukan geliat intelektual yang kentara pada mahasiswa pascasarjana PERSIS di Jogja.

Menurut Dadan, PERSIS ketinggalan dalam ranah dakwah. Sehingga, PERSIS kurang dikenal di masyarakat. Dakwah PERSIS cenderung tidak berubah, masih berkutat dalam dakwah dari mimbar ke mimbar, serta merasa besar dengan diri yang kecil.

Padahal secara historis, PERSIS memberikan terobosan baru dalam dunia dakwah, yaitu dengan dakwah bil kitabah yang saat itu masih dianggap asing.

Dadan menambahkan, M. Natsir, A. Hassan, dan Fakhrudin Al-Kahiri adalah tokoh aktivis dakwah dan intelektual yang bisa membangun dinamika dakwah di tengah-tengah kaum tradisionalis.

Tulisan-tulisan tokoh PERSIS banyak diperhitungkan, dan banyak mengubah pemikiran keislaman di Indonesia. Namun, saat ini tulisan-tulisan PERSIS tidak banyak dijadikan rujukan.

Dadan berharap generasi muda PERSIS bisa membawa PERSIS ke arah yang lebih baik dan kekinian, loncatan jauh ke depan dengan memberikan gebrakan baru. 

“Sebagai kelompok pemikir, PERSIS jangan sampai terbelakang dalam pemikiran. Kader-kader muda PERSIS harus bisa dakwah ke berbagai aspek,” ungkapnya.

Di awal penyampaiannya, Hilman menjelaskan problem riset dalam tesis ini berasal dari intern PERSIS yang kurang menguasai media, padahal medsos bisa memperluas jaringan.

“Saya tidak tertarik kepada Pemuda PERSIS struktural, tetapi tertarik untuk meneliti Pemuda nonstruktural,” ungkapnya lansir persis.or.id.

Ia menilai, kader-kader Pemuda PERSIS nonstrukturral lebih bisa melakukan perkembangan prilaku keagamaan, walaupun terjadi pergeseran otoritas serta tidak menginduk ajaran PERSIS. 

Dalam beberapa sampel yang disajikan, Hilman menunjukan bahwa kader-kader Pemuda PERSIS nonstruktural tidak menunjukan identitas kepersisannya dalam konten-konten medsos, serta mencari dan mengunggah konten yang sesuai dengan apa yang disukainya.

M. Ersyad Muttaqien, Dosen FISIP Universitas Pasundan & Direktur Eksekutif Muttaqien Institute Research and Social Movement, selaku pembedah pertama memberikan pernyataan bahwa tesis cenderung diinspirasi oleh dua tokoh PERSIS, yaitu Prof. Dadan dan Prof. Atip. Ia membagi dakwah menjadi beberapa hal, seperti dakwah historis, doktrinis, dan sosial budaya. Maka, kajian dalam tesis ini lebih kepada dakwah sosial-budaya.

Menurut Ersyad, dalam tesis ini terdapat samar kualifikasi pemuda sebagai objek penelitian. Namun, ia menemukan beberapa informasi seperti terjadinya transformasi dakwah dengan semangat mad’u independen. Artinya terjadi perubahan dari dakwah retoris ke semiotis atau fenomenologis, dari dakwah reflektif ke dakwah analitik untuk hari ini.

“Lembaga keagamaan hari ini ada otoritas yang tidak memiliki kekuatan di masyarakat. Karena terjadi pergeseran dari fatwa institut ke fatwa individual. Masyarakat lebih banyak menerima fatwa individual,” pungkasnya. 

Pada sesi selanjutnya, Nizar selaku pembedah kedua melakukan Refleksi dakwah PERSIS yang dilakukan oleh para pendahulu; A. Hassan, M. Natsir, dan Isa Anshari. 

“Dengan melihat sebagai seorang cendekiawan bukan ahli fuqaha maka dakwah yang dihasilkan lebih komprehensif dan substansif, serta memenuhi hajat orang banyak,” ujarnya.

Menurut Nizar, Transformasi dakwah PERSIS baru bersifat individual bukan secara institusional.

“Kemudian, dakwah politik PERSIS tidak memiliki desain dan bersifat insidental. Dakwah politik PERSIS hanya bertujuan untuk menjaga umat supaya tidak terpecah, bukan mengarahkan kader PERSIS untuk duduk di kursi pemerintahan.” pungkas Nizar mengkritisi. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, dakwah dengan riset dan sains adalah ciri PERSIS berkemajuan. Mengutip ungkapan Kuntowijoyo bahwa Islam terbagi menjadi mitos, ideologis dan sains. 

“PR besarnya adalah bagaimana transformasi dakwah PERSIS. Membuat grand desain, grand teori, middle teori, dan aplikasi teori itu. Kunci pembaharuan PERSIS itu ada pada bentuk dakwah pemuda PERSIS.” demikian Nizar mengakhiri pemaparannya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Innalillahi..!! Ustadzah Pesantren Tahfizh Kecelakaan, Kepala Gegar Otak Koma 5 Hari

Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Tutup Tahun Dengan Bakti Sosial Kesehatan di Pelosok Negeri

Diawali dengan berniat karena Allah, berperan aktif menebarkan amal sholeh dan turut serta membantu pemerintah memberikan kemudahan kepada umat mendapatkan pelayanan kesehatan, maka Ulurtangan...

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Ayah Wafat, Ibu Cacat, Bayu Anak Yatim Ingin Terus Bersekolah

Rafli Bayu Aryanto (11) anak yatim asal Weru, Sukoharjo ini membutuhkan biaya masuk sekolah tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun kondisi ibu Wiyati (44) yang cacat kaki tak mampu untuk...

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Program Sedekah Barang Ulurtangan Sukses Menyebarkan Kasih dan Berkah Bagi Muallaf di Kampung Pupunjul

Alhamdulillah, pada Sabtu, (18/11/2023), Yayasan Ulurtangan.com dengan penuh rasa syukur berhasil melaksanakan program Sedekah Barangku sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama umat Islam....

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Merengek Kesakitan, Bayi Arga Muhammad Tak Kuat Perutnya Terus Membesar. Yuk Bantu..!!

Sungguh miris kondisi Arga Muhammad Akbar (2) anak kedua pasangan Misran dan Sudarti ini, sudah sebulan ini perutnya terus membesar bagai balon yang mau meletus. Keluarganya butuh biaya berobat...

Latest News

MUI

Sedekah Al Quran

Sedekah Air untuk Pondok Pesantren

Must Read!
X