Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.481 views

Tjahjo Kumolo, Kolom Agama KTP, dan Kematian

JAKARTA (voa-islam.com) – Sebagai salah satu tokoh Partai PDIP yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, sangat berkepentingan menciptakan situasi atau kondisi politik yang lebih nyaman dan tenang bagi rakyat. Justru tidak membuat situasi ‘gaduh’ dan polemik, yang dapat menganggu kenyamanan dan ketenangan bagi rakyat.

Setidaknya awal pemerintah Jokowi harus diciptakan suasana yang tenang. Tidak ada kontroversi yang dapat mengganggu stabilitas politik. Sebagai pejabat yang bertanggungjawab masalah internal atau dalam negeri, mengarahkan seluruh rakyat bersatu dalam satu sarah menuju kepada integrasi, tanpa membuat kebijakan yang merugikan pemerintahan Jokowi.

Usai dilantik Tjahjo, hanya berselang dalam waktu singkat, mengangkat masalah yang sangat peka, yaitu pengosongan kolom agama di KTP. Tjahjo beragumen pengosongan kolom agama, diperuntukan bagi rakyat, yang tidak memilih enam agama, yang sudah ada  dalam undang-undang, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Kong Ho Chu.

Mestinya, Tjahjo sebagai penjabat yang diangkat oleh Presiden Jokowi, tetap berpegang kepada undang-undang. Jika ada aliran kepercayaan atau lainnya, yang tidak memilih salah satu dari enam agama yang sudah disyahkan oleh undang-undang, maka solusinya bukan dengan mengosongkan kolom agama di KTP.

Mungkin pemerintah bisa melakukan revisi undang-undang dengan mengakui aliran kepercayaan menjadi agama.

Di zaman Soeharto yang ingin menjadikan aliran kepercayaan sebagai agama, sudah menimbulkan penolakan yang sangat luas. Golongan Islam sudah melihat ada usaha-usaha yang dijalankan oleh Soeharto ingin mereduksi Islam, bukan hanya pengakuan terhadap aliran kepercayaan sebagai sebuah agama baru.

Bahkan, saat aliran kepercayaan akan disyahkan eksistensinya sebagai agama, menimbulkan gejolak politik.  Soeharto harus melakukan tindakan repressif terhadap golongan Islam yang menolak rencana itu. Tahun l978, lahir gerakan yang menolak P4, yang dikenal 'Gerakan 21 Maret'.

Sebelumnya, saat sebelum pilpres, sudah keluar isu yang akan menghapus kolom agama di KTP. Kalau tidak salah gagasan pengosongan kolom agama itu, dilansir dari kalangan pendukung Jokowi, yaitu Prof.Musdah Mulia.

Segungguhnya golongan Islam, masih meraba-raba, apa sejatinya tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan kebijakan mengosongkan kolom agama di KTP?

Seperti dikemukakan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, bahwa Indonesia menganut  falsafah Pancasila. Di mana sila pertama, adalah ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Artinya, Indonesia bukan negara komunis yang menganut falsafah atheisme.

Betapapun 250 juta penduduknya beragama. Dengan rencana  pengosongan kolom agama di KTP, yang menjadi sebuah identitas rakyat Indonesia, itu berarti seluruh rakyat Indonesia menjadi ‘la diniyah’ (sekuler-tanpa agama).

Apakah ada ‘grand design’ yang mengarah kepada masa depan Indonesia menjadi sebuah negara ‘la diniyah’  atau negara ‘atheis’, tanpa ada lagi agama? Mungkinkah juga memudahkan berlangsungnya pemurtadan? Sehingga, Muslim di Indonesia tidak lagi menjadi golongan mayoritas?

Ini menjadi persoalan yang serius, jika memang tujuannya ke sana. Berarti harus melikwidasi agama-agama yang ada di Indonesia. Sehingga, rakyat Indonesia menjadi bangsa yang ‘la diniyah’.

Jika rakyat Indonesia sudah menjadi ‘la diniyah’, apa yang ingin dicapai? Apakah dengan bangsa yang ‘la diniyah’, Indonesia akan menjadi bangsa yang tangguh dalam menghadapi persaingan global. Memiliki daya saing dan etos kerja yang tinggi? Indonesia bisa mengalahkan bangsa-bangsa lainnya di dunia dengan tanpa agama?

Bukankah almarhum Taufik Kemas, menegaskan tentang empat pilar negara, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Pernyataan Taufik Kemas itu, menempatkan Pancasila sebagai pilar pertama dalam bangunan negara. Tapi, rencana penghapusan kolom agama di KTP itu, sama dengan menghapus salah satu pilar negara.

Tjahjo Kumolo, perlu mengingat kalau ada orang yang mati, terutama kecelakaan, lalu bagimana memperlakukan jenazahnya? Jika seorang korban kecelakaan dengan identitas KTP, dan disitu tertera dalam KTP nya, beragama Islam, maka jenazahnya akan diperlakukan sesuai dengan aturan atau syariah.

Bagi Muslim yang mati, maka harus dimandikan, dikafani, di shalatkan, dan dikuburkan. Sebagai fardhu kifayah. Bagaimana jika korban tanpa identitas yang jelas tentang status agamanya?

Semua manusia akan mati. Tidak ada yang kekal di dunia. Presiden, menteri, pejabat, orang berharta, orang miskin, semua pasti akan mati. Bentuk atau cara menghadapi kematian berbeda-beda. Ada karena sakit, ada karena kecelakaan, dan lainnya.

Persoalan yang akan dihadapi, bagaimana memperlakukan jenazah atau mayit, ketika ia mati? Akankah dibiarkan begitu saja, dan langsung dikuburkan seperti binatang?  Tanpa ada kewajiban apapun terhadap jenazah itu? Karena tidak ada lagi kolom agama di KTP? Wallahu’alam.

mashadi1211@gmail.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
PKS: RUU Minerba Harus Memihak Rakyat

PKS: RUU Minerba Harus Memihak Rakyat

Senin, 24 Feb 2020 06:30

Seluruh Korban Hanyut Susur Sungai Sempor Telah Ditemukan

Seluruh Korban Hanyut Susur Sungai Sempor Telah Ditemukan

Senin, 24 Feb 2020 06:28

Kritik untuk Menteri Nadiem: Merdekakan Kampus dari Korporasi!

Kritik untuk Menteri Nadiem: Merdekakan Kampus dari Korporasi!

Ahad, 23 Feb 2020 22:33

Ucapan Salam Keselamatan, Ada yang Alergi?

Ucapan Salam Keselamatan, Ada yang Alergi?

Ahad, 23 Feb 2020 22:05

Mengerikan, Pasukan Israel Seret Jenazah Warga Palestina di Perbatasan Gaza Menggunakan Buldoser

Mengerikan, Pasukan Israel Seret Jenazah Warga Palestina di Perbatasan Gaza Menggunakan Buldoser

Ahad, 23 Feb 2020 21:00

Muadzin Masjid Raya London yang Ditikam Saat Kumandangkan Adzan Maafkan Pelaku Penusukan

Muadzin Masjid Raya London yang Ditikam Saat Kumandangkan Adzan Maafkan Pelaku Penusukan

Ahad, 23 Feb 2020 19:55

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Ahad, 23 Feb 2020 18:18

Tabligh Akbar di Gowa, Direktur Pristac: Anak adalah Aset Peradaban

Tabligh Akbar di Gowa, Direktur Pristac: Anak adalah Aset Peradaban

Ahad, 23 Feb 2020 17:50

Lebih Dari 10.000 Warga Sipil Terbunuh atau Terluka Dalam Perang Afghanistan pada 2019

Lebih Dari 10.000 Warga Sipil Terbunuh atau Terluka Dalam Perang Afghanistan pada 2019

Ahad, 23 Feb 2020 17:48

Olok-olok Salam Pancasila

Olok-olok Salam Pancasila

Ahad, 23 Feb 2020 16:07

Berkaca pada Pemindahan Ibukota Turki

Berkaca pada Pemindahan Ibukota Turki

Ahad, 23 Feb 2020 13:59

FOL-PIP Dideklarasikan Bersamaan dengan Milad ke 12 Adara Relief International

FOL-PIP Dideklarasikan Bersamaan dengan Milad ke 12 Adara Relief International

Ahad, 23 Feb 2020 12:58

Iran Tutup Sekolah, Universitas dan Pusat Budaya Setelah 6 Orang Tewas Akibat Virus Corona

Iran Tutup Sekolah, Universitas dan Pusat Budaya Setelah 6 Orang Tewas Akibat Virus Corona

Ahad, 23 Feb 2020 11:30

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Tampil Sebagai Pembicara di Dialog Kebangsaan Muktamar III LIDMI

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Tampil Sebagai Pembicara di Dialog Kebangsaan Muktamar III LIDMI

Sabtu, 22 Feb 2020 23:42

Naftali Bennet: Israel Tidak Akan Pernah Menyerahkan Satu Inci Pun Tanahnya pada Orang Arab

Naftali Bennet: Israel Tidak Akan Pernah Menyerahkan Satu Inci Pun Tanahnya pada Orang Arab

Sabtu, 22 Feb 2020 22:30

Panggilan Jiwa Kaum Jurnalis

Panggilan Jiwa Kaum Jurnalis

Sabtu, 22 Feb 2020 22:27

Dubes Negara Sahabat Diundang Pembukaan KUII Termasuk Dubes AS

Dubes Negara Sahabat Diundang Pembukaan KUII Termasuk Dubes AS

Sabtu, 22 Feb 2020 21:22

Keinginan Seorang Wanita Saat Menanti Jodoh

Keinginan Seorang Wanita Saat Menanti Jodoh

Sabtu, 22 Feb 2020 21:20

AS-Taliban Akan Tandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Sebagaian pada 29 Februari

AS-Taliban Akan Tandatangani Perjanjian Gencatan Senjata Sebagaian pada 29 Februari

Sabtu, 22 Feb 2020 21:15

5000 Pabrik di Gaza Tutup Akibat 14 Tahun Pengepungan Zionis Israel

5000 Pabrik di Gaza Tutup Akibat 14 Tahun Pengepungan Zionis Israel

Sabtu, 22 Feb 2020 21:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Sabtu, 22/02/2020 17:03

Relevansi Quran dan Akhlak Rasulullah