Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
16.860 views

Musdah Mulia, Lukman Hakim, dan Ahok Soal Kolom Agama di KTP

JAKARTA (voa-islam.com) - Dari mana lahirnya ‘huru-hara’ di masyarakat soal polemik penghapusan kolom agama di KTP? Semua bermula dari anggota tim pemenangan calon presiden Jokowi-JK, Dr Siti Musdah Mulia.

Tim Sukses Jokowi-JK, Musdah Mulia mengatakan, pihaknya menjanjikan penghapusan kolom agama pada kartu tanda penduduk (KTP), jika pasangan Jokowi-JK terpilih. Sebab, keterangan agama pada kartu identitas dinilai justru dapat disalahgunakan.

“Saya setuju kalau kolom agama dihapuskan saja di KTP, dan Jokowi sudah mengatakan pada saya bahwa dia setuju kalau memang itu untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Musdah pada diskusi mengenai visi dan misi capres, bertajuk Masa Depan Kebebasan Beragama dan Kelompok Minor di Indonesia”, di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/06/2014).

Menurut Musdah dalam sejumlah diskusi dengan Jokowi, ia mengatakan, capres itu menyetujui penilaian kolom agama dalam KTP lebih banyak memberi kerugian bagi warga. Menurut Musdah, kolom agama di KTP dapat disalahgunakan, antara lain ketika konflik terjadi di suatu daerah.

Dengan menghapus kolom agama, hal ini menurut dia dapat meminimalkan aksi penyisiran terkait agama yang kemudian dijadikan dasar oleh warga lain untuk melawan warga yang berlawanan dengannya.

“Contoh lain lagi, kalau melamar pekerjaan, karena di KTP pelamar pekerjaan agamanya tidak sama dengan agama bosnya, maka tidak akan diterima. Itu diskriminasi,” kata tim sukses (Timses) pasangan Jokowi-JK ini.

Namun, penghapusan kolom agama di KTP dikhawatirkan akan semakin melegalkan sekularisme dan atheisme. Rakyat Indonesia akan menjadi athies, dan kehilangan identitas. 

Sebelumnya,  dikutip Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/03/2008), Musdah Mulia sebagai Sekretaris Jendral ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) ini pernah membolehkan pernikahan sesama jenis.

Tak kurang sekarang ini, berbagai tokoh dan LSM, berkampanye mendukung penghapusan kolom agama di KTP. Kalangan Kristen dan Katolik, sangat setuju dengan penghapusan kolom agama di KTP. Sehingga tidak ada dikotomi mayoritas dan minoritas.

Bagi kalangan Kristen gagasan  menghapus kolom agama, seperti yang dikemukakan oleh Menteri Dalam Negeri,Tjahjo Kumolo, ditanggapi oleh kalangan Kristen dan Katolik, dan sejumlah tokoh LSM, seperti turunnya berkah dari langit.

Seluruh kalangan liberal, sekuler, dan anti Islam, mereka ramai-rami menyambut baik usulan Tjahjo Kumolo. Tak kurang-kurang Ahok yang sekarang menjadi ‘tokoh’ paling kontroversial itu, mengatakan tikak perlu adanya kolom  agama di KTP. Tidak beda jauh dengan Musda Mulia.

Namun,  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menolak rencana Kemendagri yang akan menghapus kolom agama di e-KTP. Menurut Lukman, agama merupakan identitas setiap warga negara.

"Bagaimanapun juga agama sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam realitas kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan pemerintah," tegas Lukman di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Jumat (7/11/2014). Bahkan, Lukman mengatakan Indonesia bukan negara athies.

Kementerian Agama, kata Lukman, akan menyiapkan draft RUU Umat Beragama untuk masyarakat yang agamanya tidak terdaftar.

"Jadi pengisian kolom agama bagi penganut agama di luar yang enam agama nanti akan dimatangkan dalam RUU. Tidak hanya KTP tapi juga terkait akte, pernikahan dan banyak persoalan administrasi kependudukan," tambahnya.

Saat ini, kata dia, Kemenag juga menyerap aspirasi dari masyarakat dan ormas Islam terkait RUU tersebut sebelum dibawa ke DPR.

"Kemenag juga sedang menyerap aspirasi dari masyarakat, ormas, tokoh agama, LSM. RUU itu juga akan dibahas bersama DPR. Kami pemerintah tinggal melaksanakan apa yang menjadi perintah UU," tukasnya.

Dibagian lain,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tiga sikap terkait polemik pengosongan kolom agama di KTP. Wakil ketua umum MUI, KH Ma'aruf Amin mengatakan MUI dan ormas islam menolak secara tegas pengosongan kolom agama di KTP. 

Hal tersebut dikarenakan, kolom agama merupakan hal penting karena berkaitan dengan banyak hal seperti urusan kematian, ahli waris dan menikah. Selain itu, MUI juga menolak penambahan agama baru selain enam agama yang sudah ada. Hal tersebut dikarenakan untuk menambah agama diperlukan pembahasan dan pengkajian yang panjang.

Indonesia di bawah Jokowi berada di antara persimpangan jalan, di mana tuntutan kaum neo-liberal yang menjadi pendukung Jokowi akan berjuang dengna segala cara, menjadikan Indonesia sebagai negara sekuler.

Sekarang momentumnya. Di mana Jokowi berkuasa, dan mendapatkan dukungan Barat dan dunia internaisonal. Maka ini jalan yang paling pendek menjadi Indonesia sebagai negara sekuler secara total.

Rakyat dan bangsa Indonesia akan kehilangan identitas, dan semakin melemah di tengah-tengah penetrasi dan ancaman global terhadap Indonesia.

Tahun 2015 akan berlangsung pelaksanaan globalisasi melalui AFTA (Asia Free Trade Area), dan itu diperlukan kondisi masyarakat Indonesia yang mendukungnya, yaitu bangsa yang tanpa identitas. Wallahu'alam.

[email protected]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Selasa, 11 Dec 2018 22:22

Reuni 212 dan Tsunami Media

Reuni 212 dan Tsunami Media

Selasa, 11 Dec 2018 22:21

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Selasa, 11 Dec 2018 22:15

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

Selasa, 11 Dec 2018 21:29

Enough Pak Jokowi!

Enough Pak Jokowi!

Selasa, 11 Dec 2018 21:20

Toleransi Salah Kaprah

Toleransi Salah Kaprah

Selasa, 11 Dec 2018 20:18

Raja Kodok dan Ular

Raja Kodok dan Ular

Selasa, 11 Dec 2018 19:17

Tahun Kegelapan Media

Tahun Kegelapan Media

Selasa, 11 Dec 2018 18:49

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

Selasa, 11 Dec 2018 17:18

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Selasa, 11 Dec 2018 16:15

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Selasa, 11 Dec 2018 14:17

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Selasa, 11 Dec 2018 14:12

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Selasa, 11 Dec 2018 14:01

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Selasa, 11 Dec 2018 13:27

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Selasa, 11 Dec 2018 12:27

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

Selasa, 11 Dec 2018 11:35

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

Selasa, 11 Dec 2018 11:27

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X