Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.830 views

Ahok Menjadi Gubernur, Bukti Aqidah, Moral dan Politik Umat Islam Bangkrut?

JAKARTA (voa-islam.com) - Inilah sepanjang sejarah Jakarta, pertamakali, gubernurnya dari minoritas Kristen. Sejak Jakarta atau Jayakarta dibebaskan dari penjajah Portugis oleh Fatahillah, tahun 1527 M.

Sekarang, Ahok yang beragama Kristen menjadi gubernur DKI. Mulanya Ahok hanya dompleng Jokowi. Jokowi terpilih menjadi gubernur, dan sekarang menjadi presiden.

Dengan Jokowi menjadi presiden, maka Ahok menjadi gubernur DKI. Ahok dilantik oleh Jokowi di Istana. Ini menjadi preseden baru. Betapa sekarang Ahok mempunyai legitimasi politik, sesudah dilantik sebagai gubernur DKI.

Ahok menjadi gubernur baru di DKI ini, hanya menjadi fakta atau bukti, bahwa Muslim di DKI sudah bangkrut secara aqidah, moral dan politik. Logikanya kalau Muslim di DKI, itu aqidahnya benar, moralnya bersih, dan berpolitik benar, tidak akan lahir pemimpin di DKI model Ahok.

Ahok bukan hanya minoritas Kristen, tapi belum ada rekord (catatan) yang membuktikan tentang prestasi Ahok, selama menjadi Bupati di Belitung.

Bukti aqidah Muslim di DKI bangkrut, sejak semula, sudah bisa diprediksi, kalau Jokowi menjadi gubernur, Ahok wakilnya, dan sudah ada tanda-tanda bahwa Jokowi akan hengkang dari jabatannya sebagai gubernur.

Peristiwa itu benar terjadi. Seperti Jokowi yang menjadi walikota Solo, belum selesai masa jabatannya, dia tinggalkan jabatannya dan berebut kekuasaan di DKI.

Tak lama berselang. Jokowi yang belum genap dua tahun menjadi gubernur DKI, sudah ‘jumping’ (lompat) ikut pemilihan presiden. Jokowi menang. Sekarang Ahok menjadi gubernur DKI, menggantikan Jokowi.

Seperti main catur. Tahapan-tahapan yang dilampaui begitu jelas, dan didapatkannya dengan mudah. Sebuah skenario politik yang penuk dengan ‘trik’ (tipuan), dijalankan secara sistematis, dan berhasil membuat semua rakyat terperangah.

Semua itu,hanya berawal dari kesalahan Muslim di DKI, salah memilih. Akibat aqidah yang sudah lemah. Tidak memilik lagi sikap ‘baro’ (menolak) terhadap orang ‘kafir’ sebagai pemimpin.

Memilih Jokowi-Ahok, saat pemilihan gubernur DKI, itu artinya hanyalah menunjukan sikap ridha di pimpin oleh Ahok yang notabene yang beragama Kristen. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, dan bahkan menjadikan teman saja dilarang bagi Muslim. (QS : al-Maidah : 51).

Tapi, memang Muslim di DKI, dan bahkan di Indonesia dasar aqidahnya sudah bangkrut, akibat kampanye dan opini, media-media ‘mainstream’, terutama media liberal, sekuler, dan phalangis (Kristen), yang terus mencekokan bahwa Jokowi itu, jujur, sederhana, dan merakyat. Muslim menjadi tertipu.

Dengan gaya ‘blusukan’nya itu, dikampanyekan secara masif, bukan hanya media massa, tapi juga media sosial, dan berhasil mengubah ‘mindset’ cara pandang kalangan Muslim, sampai menjadi keyakinan, Jokowi adalah tokoh jujur, sederhana, dan merakyat. Inilah yang membuat kalangan Muslim menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi.

Tampilnya Ahok sebagai gubernur bukan hanya menjadi preseden sejarah, tapi sekaligus menjadi fakta dan bukti, bahwa aqidah, moral dan politik Muslim di DKI bangkrut. Bisa menerima dan mengakui, dan mengakomodasi tokoh semacam Ahok menjadi pemimpin.

Artinya, Muslim di DKI sudah sangat permisif, tidak peduli, siapa pemimpin mereka. Membahayakan atau tidak bagi aqidah dan keyakinan mereka, tidak lagi dipersoalkan.

Secara moral Muslim di DKI sudah sangat permisif. Tidak lagi memiliki ‘furqon’ pembeda di dalam diri mereka. Menerima pemimpin model seperti Ahok. Muslim di DKI Jakarta menjadi pragmatis.

Moralitas mereka tidak lagi bertumpu pada keyakinan agama mereka berdasar al-Qur'an dan As-Sunnah yang memberi pedoman dalam memilih pemimpin. Al-Qur'an dan As-Sunah tidak lagi menjadi dasar dan ukuran dalam menentukan dan menetapkan pemimpin.

Di DKI, bukan hanya Ahok yang mendapatkan dukungan  dari kalangan Muslim,  tapi anggota DPRD DKI, mayoritas yang mendukung Ahok, terutama dari PDIP dan Nasdem, adalah Kristen. Mengapa Muslim DKI bisa memilih pemimpin Kristen di DKI? Kemudian, PDIP mendapatkan dukungan begitu besar?

Sekarang merasakan akibatnya selama di pimpin Jokowi dan Ahok. Rakyat yang merindukan pemimpin jujur, sederhana, dan merakyat. Kemudian, rakyat justru mendapatkan malapetaka. Betapa tidak?

Misalnya, kasus korupsi Trans Jakarta, yang hampir mencapai Rp 5 triliun, sudah menjadi bukti, Jokowi-Ahok tidak bisa mengelola pemerintahan DKI secara bersih.

Belum lagi, para jembel, gelandangan, pedagang kaki lima, orang-orang yang tinggal dipinggiran kali dan rel kereta api,  bahkan mereka yang hidup di sektor informal habis, semuanya digusur.

Masih ditambah kebijakan Jokowi yang katanya pro-rakyat dengan menaikan BBM, di tengah harga minyak dunia turun tinggal $ 74 dollar/perbarel. Jokowi dan Ahok yang diimpikan rakyat hanya membuat musibah bagi rakyat.

Sejarahnya,  Jakarta atau Jayakarta itu, dibebaskan oleh seorang mujahid bernaman Fatahillah dengan tetesan darah dari tangan penjajah Salibis Eropa, Portugis. Jakarta atau Jayakarta menjadi hunian beranak-pinak keluarga Muslim. Sepanjang sejarah. Dengan budaya Islamnya.

Tapi, tanah tumpah darah yang diperjuangkan Fatahillah itu, sekarang berada di tangan Ahok,yang tidak pernah ikut memperjuangkan pembebasan Jakarta atau Jayakarta dari penjajah Eropa.

Sekarang di DKI Jakarta, Muslim terus tergerogoti masa depannya, dan secara demografis (kependudukan), sudah mulai tergeser. Mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, sampai Tengerang, penduduknya sudah berubah komposisinya. Bukan lagi mayoritas Muslim, tapi golongan Cina.

Mereka menggeser kaum pribumi dan Muslim. Mereka menguasai daerah-daerah yang sangat strategis,dan membangun ‘enclave’ (kantong) yang diperuntukan bagi golongan Cina.

Bayangkan, tujuh bank terbesar di Indonesia membiayai bisnis properti miliki konglomerat Cina. Lihat daerah Utara, semisal mulai dari Kelapa Gading, Pantai Indah Kapok, Bumi Serpong Damai (BSD), dan lainnya, sudah menjadi sebuah ‘enclave’ Pencinan.

Kaum pribumi terusir dari kampung halaman mereka, dan pergi ke wilayah pinggiran kota.

Namun, mereka bukan hanya menguasai politik (kekuasaan) semacam Ahok, tapi mereka merambah ke wilayah lainnya, seperti ekonomi. Dengan menguasai ekonomi DKI Jakarta, dan Indonesia mereka menjadi penguasa yang sejati atas Indonesia.

Ahok hanyalah sebuah fenomena yang nampak di permukaan. Sejatinya jaringan ‘Chinese overseas’ (China perantauan) sudah sangat jauh. Mereka juga menguasai supra struktur negara. Tidak ada pejabat Indonesia yang tidak ‘netek’ (menyusu) kepada ‘taoke’ China.

Muslim Indonesia bukan hanya bangkrut secara aqidah, moral, dan poliitk, tapi juga sudah kehilangan nasionalisme mereka. Mereka hanya diberi uang ‘sogokan’ yang jumlahnya tidak seberapa jumlahnya, tapi sudah merelakan aqidah, moral, dan politik mereka di jajah.

Ini semua mengakibatkan bangkrutnya negara. Jika kesadaran Muslim sudah tidak ada, hanya menunggu waktu Indonesia dijajah secara permanen.

Mereka hanya bermodal dengan opini media-media ‘mainstream’ yang selalu menggambarkan mereka itu, sebagai tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat.Tidak korup.

Tokoh yang menjadi antitesa dari rezim sebelumnya. Apalagi, sekarang berhasil digambarkan bahwa tokoh-tokoh Islam itu,sangat korup, dan bersamaaan dengan pimpinan Partai Islam yang dijebloskan ke dalam penjara oleh KPK, akibat skandal korupsi.

Bangsa ini lupa, betapa konglomerat China menghabiskan uang rakyat, tak tanggung-tanggung jumlahnya Rp 650 tiliun.Dana BLBI yang sangat besar itu, hampir sebagian besar jatuh ke tangan konglomerat China. Sekarang Indonesia harus menanggung utang, yang menggerogoti kehidupan rakyat, akibat BLBI. Termasuk kasus Bank Century Rp 6,7 triliun.

Hanya sekarang yang terus ditonjolkan korupsi ‘recehan’ dari para politisi Islam. Sehingga, akhirnya Muslim bisa toleran terhadap orang seperti Ahok. Karena dianggap bersih.

Sebuah kesalahan sejarah yang sangat luar biasa, ini sebuah bencana bagi Muslim, dan  akan berakibat buruk bagi masa depan mereka di Indonesia. Karena Muslim sudah kehilangan keyakinan agamanya (al-Islam), akibat gempuran opini yang terus-menerus oleh media ‘mainstream’ setiap hari, dan keyakinan Islam mereka menjadi  hancur.

Dapatkah Muslim di DKI Jakarta bangkit dan menyelamatkan hari depan mereka, dibawah kekuasaan Ahok? Wallahu’alam.

[email protected]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Memasuki Tahun Politik, KH Aceng Tegaskan Persis Konsisten dalam Pendidikan dan Dakwah Islam

Senin, 10 Dec 2018 19:06

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

SIPRI: AS Kuasai 57 Persen Penjualan Senjata Dunia Tahun Lalu, Rusia No 2

Senin, 10 Dec 2018 18:45

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Terkait Islamic State dan Abu Sayyaf

Senin, 10 Dec 2018 17:30

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Persis Komitmen untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

Senin, 10 Dec 2018 15:10

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

2 Senapan Mesin Milik Israel Hilang di Perbatasan dengan Libanon

Senin, 10 Dec 2018 14:05

Menlu Saudi Tegaskan Tidak Akan Ekstradisi Para Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi

Menlu Saudi Tegaskan Tidak Akan Ekstradisi Para Tersangka Pembunuh Jamal Khashoggi

Senin, 10 Dec 2018 10:00

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Senin, 10 Dec 2018 00:27

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Ahad, 09 Dec 2018 21:15

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Ahad, 09 Dec 2018 20:45

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Ahad, 09 Dec 2018 20:09

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

Ahad, 09 Dec 2018 07:53

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Sabtu, 08 Dec 2018 20:57

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Sabtu, 08 Dec 2018 19:29

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 18:47

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

Sabtu, 08 Dec 2018 16:53

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 15:53

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Sabtu, 08 Dec 2018 14:53


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X