Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.113 views

Ahok Menjadi Gubernur, Bukti Aqidah, Moral dan Politik Umat Islam Bangkrut?

JAKARTA (voa-islam.com) - Inilah sepanjang sejarah Jakarta, pertamakali, gubernurnya dari minoritas Kristen. Sejak Jakarta atau Jayakarta dibebaskan dari penjajah Portugis oleh Fatahillah, tahun 1527 M.

Sekarang, Ahok yang beragama Kristen menjadi gubernur DKI. Mulanya Ahok hanya dompleng Jokowi. Jokowi terpilih menjadi gubernur, dan sekarang menjadi presiden.

Dengan Jokowi menjadi presiden, maka Ahok menjadi gubernur DKI. Ahok dilantik oleh Jokowi di Istana. Ini menjadi preseden baru. Betapa sekarang Ahok mempunyai legitimasi politik, sesudah dilantik sebagai gubernur DKI.

Ahok menjadi gubernur baru di DKI ini, hanya menjadi fakta atau bukti, bahwa Muslim di DKI sudah bangkrut secara aqidah, moral dan politik. Logikanya kalau Muslim di DKI, itu aqidahnya benar, moralnya bersih, dan berpolitik benar, tidak akan lahir pemimpin di DKI model Ahok.

Ahok bukan hanya minoritas Kristen, tapi belum ada rekord (catatan) yang membuktikan tentang prestasi Ahok, selama menjadi Bupati di Belitung.

Bukti aqidah Muslim di DKI bangkrut, sejak semula, sudah bisa diprediksi, kalau Jokowi menjadi gubernur, Ahok wakilnya, dan sudah ada tanda-tanda bahwa Jokowi akan hengkang dari jabatannya sebagai gubernur.

Peristiwa itu benar terjadi. Seperti Jokowi yang menjadi walikota Solo, belum selesai masa jabatannya, dia tinggalkan jabatannya dan berebut kekuasaan di DKI.

Tak lama berselang. Jokowi yang belum genap dua tahun menjadi gubernur DKI, sudah ‘jumping’ (lompat) ikut pemilihan presiden. Jokowi menang. Sekarang Ahok menjadi gubernur DKI, menggantikan Jokowi.

Seperti main catur. Tahapan-tahapan yang dilampaui begitu jelas, dan didapatkannya dengan mudah. Sebuah skenario politik yang penuk dengan ‘trik’ (tipuan), dijalankan secara sistematis, dan berhasil membuat semua rakyat terperangah.

Semua itu,hanya berawal dari kesalahan Muslim di DKI, salah memilih. Akibat aqidah yang sudah lemah. Tidak memilik lagi sikap ‘baro’ (menolak) terhadap orang ‘kafir’ sebagai pemimpin.

Memilih Jokowi-Ahok, saat pemilihan gubernur DKI, itu artinya hanyalah menunjukan sikap ridha di pimpin oleh Ahok yang notabene yang beragama Kristen. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, dan bahkan menjadikan teman saja dilarang bagi Muslim. (QS : al-Maidah : 51).

Tapi, memang Muslim di DKI, dan bahkan di Indonesia dasar aqidahnya sudah bangkrut, akibat kampanye dan opini, media-media ‘mainstream’, terutama media liberal, sekuler, dan phalangis (Kristen), yang terus mencekokan bahwa Jokowi itu, jujur, sederhana, dan merakyat. Muslim menjadi tertipu.

Dengan gaya ‘blusukan’nya itu, dikampanyekan secara masif, bukan hanya media massa, tapi juga media sosial, dan berhasil mengubah ‘mindset’ cara pandang kalangan Muslim, sampai menjadi keyakinan, Jokowi adalah tokoh jujur, sederhana, dan merakyat. Inilah yang membuat kalangan Muslim menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi.

Tampilnya Ahok sebagai gubernur bukan hanya menjadi preseden sejarah, tapi sekaligus menjadi fakta dan bukti, bahwa aqidah, moral dan politik Muslim di DKI bangkrut. Bisa menerima dan mengakui, dan mengakomodasi tokoh semacam Ahok menjadi pemimpin.

Artinya, Muslim di DKI sudah sangat permisif, tidak peduli, siapa pemimpin mereka. Membahayakan atau tidak bagi aqidah dan keyakinan mereka, tidak lagi dipersoalkan.

Secara moral Muslim di DKI sudah sangat permisif. Tidak lagi memiliki ‘furqon’ pembeda di dalam diri mereka. Menerima pemimpin model seperti Ahok. Muslim di DKI Jakarta menjadi pragmatis.

Moralitas mereka tidak lagi bertumpu pada keyakinan agama mereka berdasar al-Qur'an dan As-Sunnah yang memberi pedoman dalam memilih pemimpin. Al-Qur'an dan As-Sunah tidak lagi menjadi dasar dan ukuran dalam menentukan dan menetapkan pemimpin.

Di DKI, bukan hanya Ahok yang mendapatkan dukungan  dari kalangan Muslim,  tapi anggota DPRD DKI, mayoritas yang mendukung Ahok, terutama dari PDIP dan Nasdem, adalah Kristen. Mengapa Muslim DKI bisa memilih pemimpin Kristen di DKI? Kemudian, PDIP mendapatkan dukungan begitu besar?

Sekarang merasakan akibatnya selama di pimpin Jokowi dan Ahok. Rakyat yang merindukan pemimpin jujur, sederhana, dan merakyat. Kemudian, rakyat justru mendapatkan malapetaka. Betapa tidak?

Misalnya, kasus korupsi Trans Jakarta, yang hampir mencapai Rp 5 triliun, sudah menjadi bukti, Jokowi-Ahok tidak bisa mengelola pemerintahan DKI secara bersih.

Belum lagi, para jembel, gelandangan, pedagang kaki lima, orang-orang yang tinggal dipinggiran kali dan rel kereta api,  bahkan mereka yang hidup di sektor informal habis, semuanya digusur.

Masih ditambah kebijakan Jokowi yang katanya pro-rakyat dengan menaikan BBM, di tengah harga minyak dunia turun tinggal $ 74 dollar/perbarel. Jokowi dan Ahok yang diimpikan rakyat hanya membuat musibah bagi rakyat.

Sejarahnya,  Jakarta atau Jayakarta itu, dibebaskan oleh seorang mujahid bernaman Fatahillah dengan tetesan darah dari tangan penjajah Salibis Eropa, Portugis. Jakarta atau Jayakarta menjadi hunian beranak-pinak keluarga Muslim. Sepanjang sejarah. Dengan budaya Islamnya.

Tapi, tanah tumpah darah yang diperjuangkan Fatahillah itu, sekarang berada di tangan Ahok,yang tidak pernah ikut memperjuangkan pembebasan Jakarta atau Jayakarta dari penjajah Eropa.

Sekarang di DKI Jakarta, Muslim terus tergerogoti masa depannya, dan secara demografis (kependudukan), sudah mulai tergeser. Mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, sampai Tengerang, penduduknya sudah berubah komposisinya. Bukan lagi mayoritas Muslim, tapi golongan Cina.

Mereka menggeser kaum pribumi dan Muslim. Mereka menguasai daerah-daerah yang sangat strategis,dan membangun ‘enclave’ (kantong) yang diperuntukan bagi golongan Cina.

Bayangkan, tujuh bank terbesar di Indonesia membiayai bisnis properti miliki konglomerat Cina. Lihat daerah Utara, semisal mulai dari Kelapa Gading, Pantai Indah Kapok, Bumi Serpong Damai (BSD), dan lainnya, sudah menjadi sebuah ‘enclave’ Pencinan.

Kaum pribumi terusir dari kampung halaman mereka, dan pergi ke wilayah pinggiran kota.

Namun, mereka bukan hanya menguasai politik (kekuasaan) semacam Ahok, tapi mereka merambah ke wilayah lainnya, seperti ekonomi. Dengan menguasai ekonomi DKI Jakarta, dan Indonesia mereka menjadi penguasa yang sejati atas Indonesia.

Ahok hanyalah sebuah fenomena yang nampak di permukaan. Sejatinya jaringan ‘Chinese overseas’ (China perantauan) sudah sangat jauh. Mereka juga menguasai supra struktur negara. Tidak ada pejabat Indonesia yang tidak ‘netek’ (menyusu) kepada ‘taoke’ China.

Muslim Indonesia bukan hanya bangkrut secara aqidah, moral, dan poliitk, tapi juga sudah kehilangan nasionalisme mereka. Mereka hanya diberi uang ‘sogokan’ yang jumlahnya tidak seberapa jumlahnya, tapi sudah merelakan aqidah, moral, dan politik mereka di jajah.

Ini semua mengakibatkan bangkrutnya negara. Jika kesadaran Muslim sudah tidak ada, hanya menunggu waktu Indonesia dijajah secara permanen.

Mereka hanya bermodal dengan opini media-media ‘mainstream’ yang selalu menggambarkan mereka itu, sebagai tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat.Tidak korup.

Tokoh yang menjadi antitesa dari rezim sebelumnya. Apalagi, sekarang berhasil digambarkan bahwa tokoh-tokoh Islam itu,sangat korup, dan bersamaaan dengan pimpinan Partai Islam yang dijebloskan ke dalam penjara oleh KPK, akibat skandal korupsi.

Bangsa ini lupa, betapa konglomerat China menghabiskan uang rakyat, tak tanggung-tanggung jumlahnya Rp 650 tiliun.Dana BLBI yang sangat besar itu, hampir sebagian besar jatuh ke tangan konglomerat China. Sekarang Indonesia harus menanggung utang, yang menggerogoti kehidupan rakyat, akibat BLBI. Termasuk kasus Bank Century Rp 6,7 triliun.

Hanya sekarang yang terus ditonjolkan korupsi ‘recehan’ dari para politisi Islam. Sehingga, akhirnya Muslim bisa toleran terhadap orang seperti Ahok. Karena dianggap bersih.

Sebuah kesalahan sejarah yang sangat luar biasa, ini sebuah bencana bagi Muslim, dan  akan berakibat buruk bagi masa depan mereka di Indonesia. Karena Muslim sudah kehilangan keyakinan agamanya (al-Islam), akibat gempuran opini yang terus-menerus oleh media ‘mainstream’ setiap hari, dan keyakinan Islam mereka menjadi  hancur.

Dapatkah Muslim di DKI Jakarta bangkit dan menyelamatkan hari depan mereka, dibawah kekuasaan Ahok? Wallahu’alam.

mashadi1211@gmail.com

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Aksi Protes Digelar di Berbagai Kota di India Setelah Tewasnya Seorang Muslim

Aksi Protes Digelar di Berbagai Kota di India Setelah Tewasnya Seorang Muslim

Kamis, 27 Jun 2019 17:43

Iran Peringatkan AS untuk Tidak Lagi Langgar Wilayah Udara Mereka

Iran Peringatkan AS untuk Tidak Lagi Langgar Wilayah Udara Mereka

Kamis, 27 Jun 2019 17:33

Pemerintah Libya yang Diakui PBB Rebut Kembali' Kota Utama yang Dikuasai Pasukan Haftar

Pemerintah Libya yang Diakui PBB Rebut Kembali' Kota Utama yang Dikuasai Pasukan Haftar

Kamis, 27 Jun 2019 17:23

Penyelidik PBB: Myanmar Harus Memberikan Kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya

Penyelidik PBB: Myanmar Harus Memberikan Kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya

Kamis, 27 Jun 2019 16:00

Kejahatan di Balik Bencana Banjir Sultra, Bisakah Diberantas?

Kejahatan di Balik Bencana Banjir Sultra, Bisakah Diberantas?

Kamis, 27 Jun 2019 15:52

Pasukan Saudi Klaim Tangkap Pemimpin Islamic State Cabang Yaman

Pasukan Saudi Klaim Tangkap Pemimpin Islamic State Cabang Yaman

Kamis, 27 Jun 2019 15:30

Medsos, Bukanlah Etalase Kehidupan

Medsos, Bukanlah Etalase Kehidupan

Kamis, 27 Jun 2019 15:28

Peserta Aksi di Depan MK Diimbau Tidak Beli Makanan dan Minuman dari Pedagang Kaki Lima

Peserta Aksi di Depan MK Diimbau Tidak Beli Makanan dan Minuman dari Pedagang Kaki Lima

Kamis, 27 Jun 2019 14:45

Lagu Ganti Presiden Bergema pada Aksi Massa di Depan MK

Lagu Ganti Presiden Bergema pada Aksi Massa di Depan MK

Kamis, 27 Jun 2019 14:25

Masuk Islam Hapuskan Dosa-dosa Terdahulu

Masuk Islam Hapuskan Dosa-dosa Terdahulu

Kamis, 27 Jun 2019 14:08

2 Tentara AS Tewas dalam Penyerapan Taliban di Distrik Sayyadabad Afghanistan

2 Tentara AS Tewas dalam Penyerapan Taliban di Distrik Sayyadabad Afghanistan

Kamis, 27 Jun 2019 13:55

Ribuan Massa Kawal Sidang Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Ribuan Massa Kawal Sidang Pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Kamis, 27 Jun 2019 13:35

Harapan 02 ke MK Siang Ini: Diskualifikasi Jokowi atau Pemungutan Suara Ulang

Harapan 02 ke MK Siang Ini: Diskualifikasi Jokowi atau Pemungutan Suara Ulang

Kamis, 27 Jun 2019 11:05

Gardah Ajak Umat untuk Terus Bersabar dan Berdoa'a untuk Kejayaan Islam

Gardah Ajak Umat untuk Terus Bersabar dan Berdoa'a untuk Kejayaan Islam

Kamis, 27 Jun 2019 10:38

Kredibilitas MK dan Doa 02

Kredibilitas MK dan Doa 02

Kamis, 27 Jun 2019 10:05

My Little Pony Promosikan Pasangan Lesbi?

My Little Pony Promosikan Pasangan Lesbi?

Kamis, 27 Jun 2019 09:06

Maskapai Asing di Langit Indonesia

Maskapai Asing di Langit Indonesia

Kamis, 27 Jun 2019 08:10

Lima Pesan Muhammadiyah Jabar Pasca Ramadhan 1440 H

Lima Pesan Muhammadiyah Jabar Pasca Ramadhan 1440 H

Kamis, 27 Jun 2019 07:22

Din Syamsuddin: Pernyataan Moeldoko Mengerikan dan Dapat Menakut-nakuti Rakyat

Din Syamsuddin: Pernyataan Moeldoko Mengerikan dan Dapat Menakut-nakuti Rakyat

Kamis, 27 Jun 2019 07:05

Internet Layak Anak, Mampukah Menjaga Generasi Bangsa Secara Paripurna?

Internet Layak Anak, Mampukah Menjaga Generasi Bangsa Secara Paripurna?

Kamis, 27 Jun 2019 06:19


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X