Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.940 views

Ahok Menjadi Gubernur, Bukti Aqidah, Moral dan Politik Umat Islam Bangkrut?

JAKARTA (voa-islam.com) - Inilah sepanjang sejarah Jakarta, pertamakali, gubernurnya dari minoritas Kristen. Sejak Jakarta atau Jayakarta dibebaskan dari penjajah Portugis oleh Fatahillah, tahun 1527 M.

Sekarang, Ahok yang beragama Kristen menjadi gubernur DKI. Mulanya Ahok hanya dompleng Jokowi. Jokowi terpilih menjadi gubernur, dan sekarang menjadi presiden.

Dengan Jokowi menjadi presiden, maka Ahok menjadi gubernur DKI. Ahok dilantik oleh Jokowi di Istana. Ini menjadi preseden baru. Betapa sekarang Ahok mempunyai legitimasi politik, sesudah dilantik sebagai gubernur DKI.

Ahok menjadi gubernur baru di DKI ini, hanya menjadi fakta atau bukti, bahwa Muslim di DKI sudah bangkrut secara aqidah, moral dan politik. Logikanya kalau Muslim di DKI, itu aqidahnya benar, moralnya bersih, dan berpolitik benar, tidak akan lahir pemimpin di DKI model Ahok.

Ahok bukan hanya minoritas Kristen, tapi belum ada rekord (catatan) yang membuktikan tentang prestasi Ahok, selama menjadi Bupati di Belitung.

Bukti aqidah Muslim di DKI bangkrut, sejak semula, sudah bisa diprediksi, kalau Jokowi menjadi gubernur, Ahok wakilnya, dan sudah ada tanda-tanda bahwa Jokowi akan hengkang dari jabatannya sebagai gubernur.

Peristiwa itu benar terjadi. Seperti Jokowi yang menjadi walikota Solo, belum selesai masa jabatannya, dia tinggalkan jabatannya dan berebut kekuasaan di DKI.

Tak lama berselang. Jokowi yang belum genap dua tahun menjadi gubernur DKI, sudah ‘jumping’ (lompat) ikut pemilihan presiden. Jokowi menang. Sekarang Ahok menjadi gubernur DKI, menggantikan Jokowi.

Seperti main catur. Tahapan-tahapan yang dilampaui begitu jelas, dan didapatkannya dengan mudah. Sebuah skenario politik yang penuk dengan ‘trik’ (tipuan), dijalankan secara sistematis, dan berhasil membuat semua rakyat terperangah.

Semua itu,hanya berawal dari kesalahan Muslim di DKI, salah memilih. Akibat aqidah yang sudah lemah. Tidak memilik lagi sikap ‘baro’ (menolak) terhadap orang ‘kafir’ sebagai pemimpin.

Memilih Jokowi-Ahok, saat pemilihan gubernur DKI, itu artinya hanyalah menunjukan sikap ridha di pimpin oleh Ahok yang notabene yang beragama Kristen. Al-Qur'an melarang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, dan bahkan menjadikan teman saja dilarang bagi Muslim. (QS : al-Maidah : 51).

Tapi, memang Muslim di DKI, dan bahkan di Indonesia dasar aqidahnya sudah bangkrut, akibat kampanye dan opini, media-media ‘mainstream’, terutama media liberal, sekuler, dan phalangis (Kristen), yang terus mencekokan bahwa Jokowi itu, jujur, sederhana, dan merakyat. Muslim menjadi tertipu.

Dengan gaya ‘blusukan’nya itu, dikampanyekan secara masif, bukan hanya media massa, tapi juga media sosial, dan berhasil mengubah ‘mindset’ cara pandang kalangan Muslim, sampai menjadi keyakinan, Jokowi adalah tokoh jujur, sederhana, dan merakyat. Inilah yang membuat kalangan Muslim menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi.

Tampilnya Ahok sebagai gubernur bukan hanya menjadi preseden sejarah, tapi sekaligus menjadi fakta dan bukti, bahwa aqidah, moral dan politik Muslim di DKI bangkrut. Bisa menerima dan mengakui, dan mengakomodasi tokoh semacam Ahok menjadi pemimpin.

Artinya, Muslim di DKI sudah sangat permisif, tidak peduli, siapa pemimpin mereka. Membahayakan atau tidak bagi aqidah dan keyakinan mereka, tidak lagi dipersoalkan.

Secara moral Muslim di DKI sudah sangat permisif. Tidak lagi memiliki ‘furqon’ pembeda di dalam diri mereka. Menerima pemimpin model seperti Ahok. Muslim di DKI Jakarta menjadi pragmatis.

Moralitas mereka tidak lagi bertumpu pada keyakinan agama mereka berdasar al-Qur'an dan As-Sunnah yang memberi pedoman dalam memilih pemimpin. Al-Qur'an dan As-Sunah tidak lagi menjadi dasar dan ukuran dalam menentukan dan menetapkan pemimpin.

Di DKI, bukan hanya Ahok yang mendapatkan dukungan  dari kalangan Muslim,  tapi anggota DPRD DKI, mayoritas yang mendukung Ahok, terutama dari PDIP dan Nasdem, adalah Kristen. Mengapa Muslim DKI bisa memilih pemimpin Kristen di DKI? Kemudian, PDIP mendapatkan dukungan begitu besar?

Sekarang merasakan akibatnya selama di pimpin Jokowi dan Ahok. Rakyat yang merindukan pemimpin jujur, sederhana, dan merakyat. Kemudian, rakyat justru mendapatkan malapetaka. Betapa tidak?

Misalnya, kasus korupsi Trans Jakarta, yang hampir mencapai Rp 5 triliun, sudah menjadi bukti, Jokowi-Ahok tidak bisa mengelola pemerintahan DKI secara bersih.

Belum lagi, para jembel, gelandangan, pedagang kaki lima, orang-orang yang tinggal dipinggiran kali dan rel kereta api,  bahkan mereka yang hidup di sektor informal habis, semuanya digusur.

Masih ditambah kebijakan Jokowi yang katanya pro-rakyat dengan menaikan BBM, di tengah harga minyak dunia turun tinggal $ 74 dollar/perbarel. Jokowi dan Ahok yang diimpikan rakyat hanya membuat musibah bagi rakyat.

Sejarahnya,  Jakarta atau Jayakarta itu, dibebaskan oleh seorang mujahid bernaman Fatahillah dengan tetesan darah dari tangan penjajah Salibis Eropa, Portugis. Jakarta atau Jayakarta menjadi hunian beranak-pinak keluarga Muslim. Sepanjang sejarah. Dengan budaya Islamnya.

Tapi, tanah tumpah darah yang diperjuangkan Fatahillah itu, sekarang berada di tangan Ahok,yang tidak pernah ikut memperjuangkan pembebasan Jakarta atau Jayakarta dari penjajah Eropa.

Sekarang di DKI Jakarta, Muslim terus tergerogoti masa depannya, dan secara demografis (kependudukan), sudah mulai tergeser. Mulai dari Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, sampai Tengerang, penduduknya sudah berubah komposisinya. Bukan lagi mayoritas Muslim, tapi golongan Cina.

Mereka menggeser kaum pribumi dan Muslim. Mereka menguasai daerah-daerah yang sangat strategis,dan membangun ‘enclave’ (kantong) yang diperuntukan bagi golongan Cina.

Bayangkan, tujuh bank terbesar di Indonesia membiayai bisnis properti miliki konglomerat Cina. Lihat daerah Utara, semisal mulai dari Kelapa Gading, Pantai Indah Kapok, Bumi Serpong Damai (BSD), dan lainnya, sudah menjadi sebuah ‘enclave’ Pencinan.

Kaum pribumi terusir dari kampung halaman mereka, dan pergi ke wilayah pinggiran kota.

Namun, mereka bukan hanya menguasai politik (kekuasaan) semacam Ahok, tapi mereka merambah ke wilayah lainnya, seperti ekonomi. Dengan menguasai ekonomi DKI Jakarta, dan Indonesia mereka menjadi penguasa yang sejati atas Indonesia.

Ahok hanyalah sebuah fenomena yang nampak di permukaan. Sejatinya jaringan ‘Chinese overseas’ (China perantauan) sudah sangat jauh. Mereka juga menguasai supra struktur negara. Tidak ada pejabat Indonesia yang tidak ‘netek’ (menyusu) kepada ‘taoke’ China.

Muslim Indonesia bukan hanya bangkrut secara aqidah, moral, dan poliitk, tapi juga sudah kehilangan nasionalisme mereka. Mereka hanya diberi uang ‘sogokan’ yang jumlahnya tidak seberapa jumlahnya, tapi sudah merelakan aqidah, moral, dan politik mereka di jajah.

Ini semua mengakibatkan bangkrutnya negara. Jika kesadaran Muslim sudah tidak ada, hanya menunggu waktu Indonesia dijajah secara permanen.

Mereka hanya bermodal dengan opini media-media ‘mainstream’ yang selalu menggambarkan mereka itu, sebagai tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat.Tidak korup.

Tokoh yang menjadi antitesa dari rezim sebelumnya. Apalagi, sekarang berhasil digambarkan bahwa tokoh-tokoh Islam itu,sangat korup, dan bersamaaan dengan pimpinan Partai Islam yang dijebloskan ke dalam penjara oleh KPK, akibat skandal korupsi.

Bangsa ini lupa, betapa konglomerat China menghabiskan uang rakyat, tak tanggung-tanggung jumlahnya Rp 650 tiliun.Dana BLBI yang sangat besar itu, hampir sebagian besar jatuh ke tangan konglomerat China. Sekarang Indonesia harus menanggung utang, yang menggerogoti kehidupan rakyat, akibat BLBI. Termasuk kasus Bank Century Rp 6,7 triliun.

Hanya sekarang yang terus ditonjolkan korupsi ‘recehan’ dari para politisi Islam. Sehingga, akhirnya Muslim bisa toleran terhadap orang seperti Ahok. Karena dianggap bersih.

Sebuah kesalahan sejarah yang sangat luar biasa, ini sebuah bencana bagi Muslim, dan  akan berakibat buruk bagi masa depan mereka di Indonesia. Karena Muslim sudah kehilangan keyakinan agamanya (al-Islam), akibat gempuran opini yang terus-menerus oleh media ‘mainstream’ setiap hari, dan keyakinan Islam mereka menjadi  hancur.

Dapatkah Muslim di DKI Jakarta bangkit dan menyelamatkan hari depan mereka, dibawah kekuasaan Ahok? Wallahu’alam.

[email protected]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini sudah sangat rapuh dan tidak layak, harus direnovasi total. Mari sisihkan harta, amal jariyah, pahalanya terus mengalir tak terbatas umur, bonus property abadi di Surga...

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Latest News
Menag Disoraki Massa Aksi Bela Palestina, Peserta: Dia Sering Sakiti Hati Umat Islam

Menag Disoraki Massa Aksi Bela Palestina, Peserta: Dia Sering Sakiti Hati Umat Islam

Ahad, 17 Dec 2017 18:41

VIDEO: Yerusalem Ditulis sebagai Ibukota Israel,  SDIT di Solo Tarik Buku dari Siswa

VIDEO: Yerusalem Ditulis sebagai Ibukota Israel, SDIT di Solo Tarik Buku dari Siswa

Ahad, 17 Dec 2017 18:11

Pemimpin Hamas: Al-Quds Akan Jadi 'Kuburan Konspirasi' Melawan Palestina

Pemimpin Hamas: Al-Quds Akan Jadi 'Kuburan Konspirasi' Melawan Palestina

Ahad, 17 Dec 2017 13:53

Al-Quds, Ayasofya, dan Cahaya di Langit Eropa

Al-Quds, Ayasofya, dan Cahaya di Langit Eropa

Sabtu, 16 Dec 2017 22:58

Dewan Syariah Kota Surakarta Serukan Umat Islam Datang ke Jakarta Ikut Aksi Bela Palestina

Dewan Syariah Kota Surakarta Serukan Umat Islam Datang ke Jakarta Ikut Aksi Bela Palestina

Sabtu, 16 Dec 2017 22:05

(VIDEO) Pemuda Pasar Kliwon: Israel Bukan Negara, Bagaimana Bisa Punya Ibukota

(VIDEO) Pemuda Pasar Kliwon: Israel Bukan Negara, Bagaimana Bisa Punya Ibukota

Sabtu, 16 Dec 2017 21:52

Ikut Aksi Bela Palestina di Monas, Umat Islam Solo Berangkat dengan 13 Bus dan 11 Mobil Pribadi

Ikut Aksi Bela Palestina di Monas, Umat Islam Solo Berangkat dengan 13 Bus dan 11 Mobil Pribadi

Sabtu, 16 Dec 2017 21:33

Tentara Yaman dan Pejuang Sekutu Usir Pemberontak Syi'ah Houtsi dari Kota Bahyan

Tentara Yaman dan Pejuang Sekutu Usir Pemberontak Syi'ah Houtsi dari Kota Bahyan

Sabtu, 16 Dec 2017 20:52

Jangan Silau Terhadap Kekayaan orang Kafir!

Jangan Silau Terhadap Kekayaan orang Kafir!

Sabtu, 16 Dec 2017 17:31

Apa yang Terjadi pada Semua Pejuang Asing Islamic State (IS)?

Apa yang Terjadi pada Semua Pejuang Asing Islamic State (IS)?

Sabtu, 16 Dec 2017 17:00

Perluasan Delik Perzinahan DItolak, Nasir Jamil: Ancaman Berbahaya

Perluasan Delik Perzinahan DItolak, Nasir Jamil: Ancaman Berbahaya

Sabtu, 16 Dec 2017 16:21

Fraksi PKS Kecewa MK Tidak Kabulkan Uji Materi Pasal Kesusilaan

Fraksi PKS Kecewa MK Tidak Kabulkan Uji Materi Pasal Kesusilaan

Sabtu, 16 Dec 2017 16:10

Militer Israel Tembak Mati 4 Orang Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza

Militer Israel Tembak Mati 4 Orang Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza

Sabtu, 16 Dec 2017 14:02

VIDEO: Siapapun yang Benci Pengajian dan Ulama Itu PKI

VIDEO: Siapapun yang Benci Pengajian dan Ulama Itu PKI

Sabtu, 16 Dec 2017 07:54

Pasukan Israel Lukai 40 Lebih Warga Palestina dalam Bentrokan di Gaza dan Tepi Barat

Pasukan Israel Lukai 40 Lebih Warga Palestina dalam Bentrokan di Gaza dan Tepi Barat

Jum'at, 15 Dec 2017 22:57

Ditolaknya Uji Material di MK, Cikal Bakal LGBT Merajalela!

Ditolaknya Uji Material di MK, Cikal Bakal LGBT Merajalela!

Jum'at, 15 Dec 2017 22:40

Militer Malaysia Siap Dikirim ke Palestina jika Diinstruksikan

Militer Malaysia Siap Dikirim ke Palestina jika Diinstruksikan

Jum'at, 15 Dec 2017 22:00

VIDEO: Guyuran Hujan Tak Surutkan Langkah Bela Palestina

VIDEO: Guyuran Hujan Tak Surutkan Langkah Bela Palestina

Jum'at, 15 Dec 2017 21:44

Demonstran Palestina Kembali Terlibat Bentrok dengan Pasukan Israel di Tepi Barat dan Gaza

Demonstran Palestina Kembali Terlibat Bentrok dengan Pasukan Israel di Tepi Barat dan Gaza

Jum'at, 15 Dec 2017 21:08

Putusan MK Soal LGBT, Pengamat: Pemerintah Siapkan Toilet Khusus, di Kolom KTP Ganti jadi Homo

Putusan MK Soal LGBT, Pengamat: Pemerintah Siapkan Toilet Khusus, di Kolom KTP Ganti jadi Homo

Jum'at, 15 Dec 2017 19:01


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X